Ini Kesaksian Kakak Angkat Paulina Barus usai Pelaku Menghabisi Nyawa Adiknya

Jadi malam itu, dari dalam hotel terdengar suara 'bunuh-bunuh'. Kami posisi tepat di depan Hotel. Aku pun heran kenapa kok malam-malam teriak.

Ini Kesaksian Kakak Angkat Paulina Barus usai Pelaku Menghabisi Nyawa Adiknya
TRIBUN MEDAN/M FADLI TARADIFA
Ayah Paulina menggendong cucunya saat berada di rumah duka, Selasa (18/12/2018) 

Laporan wartawan Tribun Medan / M Fadli

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Paulina Boru Barus tewas bersimbah darah pada Selasa (18/12/2018), sekitar pukul 02.00 WIB di Murai Hotel Jalan Setiabudi, Simpang Selayang, Medan.

Salah seorang kerabat yang merupakan kakak angkat Paulina mengatakan, kalau peristiwa persisnya seperti apa kurang tahu.

"Jadi malam itu, dari dalam hotel terdengar suara 'bunuh-bunuh'. Kami posisi tepat di depan Hotel. Aku pun heran kenapa kok malam-malam teriak," kata Novi (40), saat ditemui Tribun Medan di rumah duka Paulina.

Usai kejadian, sambung Novi, pelaku lari dengan keadaan telanjang.

"Kurasa udah ada yang nunggu si pelaku ini, karena pelaku keluar dalam keadaan telanjang. Ia dijemput naik sepeda motor jenis matic yang knalpot nya ribut," katanya.

Untuk ciri-ciri yang menjemput si pelaku, sambung Novi, keduanya naik satu sepeda motor jenis metik.

"Yang jemput menggunakan jaket berwarna merah dan jaket berwarna cokelat. Kedua orang yang menjemputnya menggunakan masker dan helm. Kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 02.00 WIB," katanya.

Sementara di kediamannya Paulina Boru Barus masih dipadati oleh sanak famili dan kerabatnya. Sosok Lina yang dikenal ramah dan periang.

Informasi yang dihimpun Tribun Medan di rumah duka Jalan Bunga Rampi VI, Simalingkar B, Kecamatan Medan Tuntungan, Paulina meninggalkan tiga orang anak.

Paulina diketahui tinggal bersama Novi di Jalan Setiabudi Simpang Selayang, Medan.

Masih dikatakan Novi, pelaku lari ke dalam gang di sekitar lokasi kejadian.

"Ia lari ke dalam gang, karena ada yang teriak malam itu sudah dapat. Namun ternyata belum. Saya rasa sengaja agar dapat mengalihkan perhatian orang yang nyari. Saya sudah bilang malam itu di tengah, ia masih berada di tengah belum jauh pergi," kesalnya saat menjelaskan kepada Tribun Medan.

(cr3/tribun-medan.com)

Penulis: Muhammad Fadli Taradifa
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved