Jusuf Kalla Optimistis Jokowi-Maruf Menang, Catatan 5 Daerah Ini Harus Digenjot Tim Kampanye
Jusuf Kalla, optimistis pasangan calon nomor urut 01 itu bisa menang meskipun masa kampanye baru
TRIBUN-MEDAN.COM - Ketua Dewan Pengarah Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin sekaligus Wakil Presiden, Jusuf Kalla, optimistis pasangan calon nomor urut 01 itu bisa menang meskipun masa kampanye baru berjalan tiga bulan.
Namun, dia juga mencatat sejumlah daerah yang perlu diperhatikan agar basis suara Jokowi-Maruf Amin tak hilang.
Menurut Kalla, daerah-daerah itu harus intensif dikunjungi agar elektabilitas Jokowi-Ma'ruf di sana lebih optimal.
Daerah yang dimaksud Kalla adalah:
1. Sulawesi Selatan
2. Sumatera Utara
3. Jambi
4. Riau
5. Banten
Ia menambahkan pada dasarnya di daerah-daerah tersebut elektabilitas Jokowi-Ma'ruf mulai meningkat namun masih harus digenjot lagi.
"Banten masih perlu perjuangan, usaha keras di Banten tentu. Tapi kita harapkan itu akan positif nanti pada waktunya," ujar Kalla.
Saat ditanya analisis PARA Syndicate yang menunjukan kecenderungan menurunnya elektabilitas Jokowi-Ma'ruf, Kalla menghargai temuan lembaga tersebut sebagai sebuah masukan.
"Banyak sekali sebenarnya survei-survei. Tapi dari banyak survei itu kami simpulkan satu sama lainnya. Jadi survei disurvei lagi. Hasil survei kami gabungkan lagi, tetap positif," lanjut Kalla.
Sementara itu, Sumatera Selatan menjadi salah satu provinsi di mana Joko Widodo menelan kekalahan dari Prabowo Subianto pada Pemilihan Presiden 2014.
Saat itu, Jokowi yang berpasangan dengan Jusuf Kalla meraih 2.027.049 suara (48,74 persen).
Jokowi-JK kalah tipis dari Prabowo Subianto-Hatta Rajasa yang meraih 2.132.163 (51,26 persen).
Prabowo-Hatta unggul di sepuluh kota/kabupaten, yakni Palembang, Lubuk Linggau, Pagaralam, Ogan Komering Ulu, Ogan Komering Ulu Timur, Ogan Komering Ulu Selatan, Ogan Komering Ilir, Ogan Ilir, Lahat, dan Empat Lawang.
Sementara, Jokowi-JK hanya unggul di lima wilayah, yakni; Prabumulih, Musi Banyuasin, Banyuasin, Muara Enim dan Musi Rawas.
Belum berubah
Empat tahun Jokowi-JK menjabat sebagai presiden dan wakil presiden, peta politik di Sumatera Selatan belum banyak berubah. Jokowi mengakui sendiri hal tersebut.
Saat mengukuhkan Tim Kampanye Daerah (TKD) Sumatera Selatan di Palembang, Minggu (25/11/2018), calon presiden nomor urut 01 itu menyebutkan, elektabilitasnya dan Ma'ruf Amin berdasarkan hasil survei internal hanya 37 persen.
"Kami blak-blakan saja, survei terakhir di Sumsel, angkanya baru 37 persen," kata Jokowi.
Mendengar pernyataan Jokowi itu, ribuan kader parpol pendukung yang hadir di The Sultan Convention terlihat lesu.
Namun, Jokowi kembali membangkitkan semangat pendukungnya dan menegaskan bahwa hasil survei internal itu bukan masalah.
"Enggak apa-apa, saya akan survei lagi akhir Desember, saya yakin sudah di atas 50 persen," ujar Jokowi.
Daerah (TKD) Jokowi-Ma'ruf Sumsel, Syahrial Oesman, juga optimistis elektabilitas jagoannya akan meningkat.
Apalagi, setelah kunjungan Jokowi ke Provinsi Sumatera Selatan.
"Mungkin survei menyatakan Bapak kalah di sini, tapi kami menyatakan Bapak datang, bersalaman, menang," kata Syahrial.
Tokoh daerah
Jokowi optimistis bisa meningkatkan elektabilitas karena didukung oleh banyak tokoh daerah di Sumatera Selatan.
Jokowi menyebut tiga nama, yakni Gubernur Sumsel Herman Deru, mantan Gubernur Sumsel dua periode, Alex Noerdin serta Ketua TKD Sumsel Syahrial Oesman.
Ketiganya hadir dalam acara tersebut. Namun, Jokowi juga menampilkan foto ketiga tokoh itu di layar.
Selanjutnya, layar menampilkan sosok tiga orang lainnya.
Mereka yakni; Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian.
"Ada Budi Karya Sumadi, orang sini," kata Jokowi.
Budi Karya yang berada di panggung pun langsung berdiri dari kursinya dan menyapa para kader parpol pendukung.
Namun, saat menyebut nama Tito, Jokowi menegaskan bahwa posisinya netral sebagai Kapolri.
"Pak Tito orang sini, tapi harus netral. Kalau saya sebut, keliru nanti," kata Jokowi
Meski demikian, Jokowi menyadari dukungan tokoh-tokoh daerah saja belum cukup.
Untuk meningkatkan elektabilitas, Jokowi meminta seluruh pendukungnya bergerak dari pintu ke pintu untuk menyampaikan capaian positif pemerintah serta mengklarifikasi isu-isu negatif kepada masyarakat.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/wapres-jusuf-kalla-kanan-dan-ketum-partai-gerindra_20180424_155902.jpg)