Kendaraan Antre 15 Kilometer Tunggu Pembersihan Material Longsor di Parapat

AKP Hendri mengatakan kendaraan ini tidak mengikuti jalur alternatif yakni Saribudolok-Sitinjo- Doloksanggul-Tobasa-Tapanuli Utara.

Kendaraan Antre 15 Kilometer Tunggu Pembersihan Material Longsor di Parapat
TRIBUN MEDAN/TOMMY SIMATUPANG
Antrean panjang kendaraan terjadi sepanjang 15 kilometer di lokasi longsor Kecamatan Girsang Sipanganbolon, Kabupaten Simalungun, Selasa (18/12/2018) malam. 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Tommy Simatupang

TRIBUN-MEDAN.com, PARAPAT - Antrean panjang kendaraan terjadi sepanjang 15 kilometer di lokasi longsor Kecamatan Girsang Sipanganbolon, Kabupaten Simalungun, Selasa (18/12/2018) malam. Antrean panjang ini meliputi truk dan kendaraan mobil. 

Kasat Lantas Polres Simalungun AKP Hendri Nupia Dinka Barus mengatakan kendaraan ini sengaja menunggu hingga tumpukan longsor berhasil dibersihkan.

AKP Hendri mengatakan kendaraan ini tidak mengikuti jalur alternatif yakni Saribudolok-Sitinjo- Doloksanggul-Tobasa-Tapanuli Utara. 

"Mereka menunggu hingga selesai evakuasi dan pembersihan,"ujarnya. 

Awalnya, Sat Lantas melakukan jalur alternatif dari Sitahoan Sibaganding yang tak jauh dari lokasi longsor, tetapi kondisi di sana juga mengalami longsor. Sehingga, jalanan penuh lumpur. 

AKP Hendri memastikan sudah mengimbau kepada seluruh Kasat Lantas Kawasan Danau Toba untuk mengatur lalu-lintas sebagai jalur alternatif. 

"Saya sudah imbau seluruh Kasat Lantas untuk melakukan penjagaan agar menggunakan jalur alternatif itu,"katanya. 

Seorang pengendara, Toga mengatakan sengaja menunggu hingga selesai karena jalur alternatif yang disarankan terlalu jauh. Apalagi melewati beberapa kabupaten. 

"Kan lebih baik di sini nunggu sampai selesai. Mungkin pagi dah bisa jalan,"katanya. 

Diketahhi, personel Polisi, TNI, warga, dan kecamatan telah berhasil menarik dua dari tiga mobil yang tertimbun longsor. Dua dari tiga mobil yang berhasil ditarik yakni Toyota Rush dan Pick Up L300. Demikian disampaikan Kapolsek Parapat AKP Bambang, Selasa (18/12/2018) malam. 

Sementara, truk belum berhasil ditarik. Karena, telah tertimbun lagi longsor susulan. AKP Bambang menjelaskan dua mobil berhasil diangkat menggunakan alat berat eskavator dari PT Bumi Karsa. Sementara truk yang sulit ditarik telah tertutup hingga 3/4 badan truk. 

"Kita kesulitan mengangkat karena memang sudah datang bencana susulan. Hingga 3/4 badan truk sudah tertutup longsor,"katanya. 

AKP Bambang menjelaskan hingga saat ini tidak ada tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) turun ke lapangan. 

"Belum ada nampak. Mungkin besok,"ujarnya. 
Peristiwa longsor ini terjadi sekitar pukul 17.30WIB sore. 

Informasi yang diterima dari masyarakat mobil tersebut oleng ketika lumpur menerjang. Lalu, kayu pohon yang juga jatuh membuat mobil semakin tertahan di dalam lumpur. Longsor tersebut tidak hanya tanah melainkan turut kayu gelondongan. 
Erik Sinaga supir truk menceritakan cuaca saat itu cukup cerah. Tidak ada hujan atau pun angin. Ia menjelaskan saat tanah tersebut jatuh terdengar suara gemuruh dari arah bukit. Ternyata, gemuruh tersebut merupakan air bah yang tumpah dari bukit. 

"Luapan air disertai lumpur dan kayu gelondongan itu seakan ditumpahkan dari gunung,"katanya. 
Ia menjelaskan longsor itu menghantam sisi kiri truk. 

"Semula truk masih posisi oleng. Lalu, tiba-tiba balok datang dari atas,"ujarnya.

(tmy/tribun- medan.com)

Penulis: Tommy Simatupang
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved