RSUP Haji Adam Malik Tepis Dugaan Bocah yang Tertidur Selama 23 Hari Terkena Sindrom Sleeping Beauty

Karakterisitik utama dari penyakit ini adalah berlangsungnya periode di mana penderitanya tidur dalam jangka waktu yang lama

RSUP Haji Adam Malik Tepis Dugaan Bocah yang Tertidur Selama 23 Hari Terkena Sindrom Sleeping Beauty
Tribun Medan /Keluarga Gilang
Gilang Tama Alfarizi (4), warga Jalan Masjid II Gang Rukun, Desa Sekip Lubuk Pakam, yang telah tertidur selama 22 hari dan sampai hari ini belum terbangun. 

Laporan Wartawan Tribun Medan / M Andimaz Kahfi

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Si putri tidur, dongeng yang sudah dikenal dari masa ke masa, ternyata tidak seluruhnya merupakan mitos belaka. Sindrom sleeping beauty adalah suatu keadaan yang benar-benar terjadi di kehidupan nyata.

Di kutip dari hellosehat.com, Sindrom sleeping beauty atau dalam dunia medis dikenal sebagai Kleine-Levin Syndrome adalah suatu kelainan neurologis yang bisa dibilang langka. Saking langkanya, dilaporkan hanya ada sekitar 1000 orang di seluruh dunia yang menderita penyakit ini.

Sindrom Kleine-Levine adalah suatu penyakit neurologis langka yang uniknya biasa diderita oleh pria dewasa, sekitar 70 persen dari jumlah penderita sindrom sleeping beauty adalah laki-laki.

Karakterisitik utama dari penyakit ini adalah berlangsungnya periode di mana penderitanya tidur dalam jangka waktu yang lama, kira-kira lebih dari 20 jam per harinya.

Periode ini dapat berlangsung selama beberapa hari hingga beberapa bulan. Tetapi setelah periode tersebut berakhir, penderita sindrom sleeping beauty bisa beraktivitas biasa seperti layaknya orang normal.

Balita Gilang Tertidur Selama 22 Hari Ternyata Sudah Diperiksa di RSUP Adam Malik

Wanita Tewas Mengenaskan di Kamar Hotel di Setia Budi, Leher Penuh Tusukan dan Usus Terburai

Masih Ingat Alvaro? Tonton Video saat Ia Persembahkan Lagu Pujian pada Acara Natal

Ciri utamanya Sleeping Beauty, adalah waktu tidur yang berlebihan ketika sindrom tersebut menyerang, masa-masa ini biasa disebut episode.

Jika suatu episode terjadi, penderita dapat memiliki karakteristik, seperti penderita tidak dapat membedakan mana kenyataan mana mimpi.

Lakon Kesenian Kampus Unimed Tampilkan Drama Musikal  Lake of Stars

PT Bank Tabungan Negara Jalin Kerja Sama dengan RSU Royal Prima dan Universitas Prima Indonesia

Rachmad Hidayat Bingung Bertahan Atau Pergi dari PSMS, Nyatakan Cintanya di Akun Instagram 

Mengenai adanya dugaan Sleeping Beauty terhadap Gilang Tama Alfarizi, bocah berusia 4 tahun asal Deliserdang yang telah tertidur selama 23 hari hingga hari ini, Kasubbag Humas RSUP Haji Adam Malik Medan, Rosario Dorothy, S.Sos, M.IKom mengatakan pihak medis, khususnya dokter tentu tidak ingin berspekulasi dengan kondisi serupa pada anak yang terjadi di daerah lain.

"Artinya kalau ada pasien baik anak maupun dewasa masuk dalam kondisi tidak sadar pasti akan ada penjelasan medis," kata wanita yang akrab disapa Rosa, Selasa (18/12/2018).

Koalisi Rakyat Sumatera Utara Bersih Minta Ketua Mahkamah Agung Muhammad Hatta Ali Mundur

"Tapi dia ini mengalami penurunan kesadaran, bukan tidur ya. Kita tidak bilang dia tidur, memang pasien alami penurunan kesadaran dan ketika pertama kali masuk, sudah kita dapati 14 hari penurunan kesadaran," ungkap Rosa.

Ilmuwan Amerika Pakaikan Lebah Ransel Khusus untuk Kumpulkan Informasi Mengenai Perubahan Iklim

Mengaku dari Masa Depan Noah Sebut Tahun 2019 Orang Lumpuh Bisa Berjalan dan Trump Kembali Terpilih

Lebih lanjut, Rosa menjelaskan bahwa penurunan kesadaran yang dialami Gilang merupakan bukan tidur biasa. Hanya saja memang untuk menegakkan dia sakit apa, perlu banyak rangkaian pemeriksaan yang harus dilalui.

Kombes Dadang Siap Mengayomi dan Membangun Rasa Cinta Personel Muslim terhadap Al Quran

Jovan Manfaatkan Kebaikan Pengikutnya di Media Sosial untuk Bayar Apartemen hingga Membeli Ganja

Untuk diketahui, hingga kini terhitung telah 23 hari sejak (26/11/2018) lalu, pasien yang telah pulang itu masih dalam kondisi tidur dan belum diketahui penyebab ia tidak bangun.

(cr9/tribun-medan.com)

Penulis: M.Andimaz Kahfi
Editor: Joseph W Ginting
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved