Ikut Kejuaraan Wushu Internasional di Bali, Sumut Kirim 17 Atlet Senior dan Junior

Sebanyak 17 orang atlet Wushu Taolu (seni) di bawah pembinaan Pengurus Provinsi Wushu Indonesia Sumut

Penulis: Chandra Simarmata |
Sekjen Pengprov WI Sumut
Para atlet Wushu di bawah pembinaan Pengurus Provinsi Wushu Indonesia Sumatera Utara mengikuti Bali Open International Kung Fu Championship 2018. 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Chandra Simarmata

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Sebanyak 17 orang atlet Wushu Taolu (seni) di bawah pembinaan Pengurus Provinsi Wushu Indonesia Sumatera Utara (Pengprov WI Sumut) mengikuti  pertandingan wushu internasional bertajuk Bali Open International Kung Fu Championship 2018.

Event yang digelar oleh Pengurus Besar Wushu Indonesia (PBWI) tersebut berlangsung di Bali mulai tanggal  17 – 22 Desember 2018.

Kepada Tribun Medan Sekretaris Umum (Sekum) Pengprov WI Sumut Heryanto mengatakan sampai hari ini 19 Desember 2018, tim Wushu SUMUT sudah berhasil mengumpulkan 14 medali dengan rincian 6 medali emas, 3 perak dan 5 perunggu.

Untuk 6 raihan medali emas masing-masing disumbangkan oleh Andrew Triputra (Nanquan A, Putra), Trisha Luvvent (Taijiquan A, Putri), Trisha Luvvent  (Taijijian A), Charles Sutanto (Optional Changquan Senior 2), Wilbert Sanjaya (Optional Changquan Senior 1), dan Nicholas (Optional Taiji Senior 1).

Sementara itu untuk tiga medali perak disumbangkan oleh Nicholas (Taiji 24 Putra), Risky Fachrina (Taiji 42), Nicholas Adinata (Nanquan B Putra). Sedangkan medali perunggu disumbangkan oleh Heriyanto (Optional Nanquan Veteran 1), Trisha Luvvent (Taiji 24), Risky Fachrina (Taiji 24),
Fredy (Optional Taiji Senior 2), dan Erick Loeis (Optional Taiji Senior 1).

"Kita bawa 17 atlet Wushu Taolu, karena memang Taolu saja. Sampai hari ini kita sudah 6 medali emas, 3 perak, dan 5 medali perunggu," ujarnya, Rabu (19/12/2018).

Heryanto menjelaskan bahwa pada ajang Bali Open tersebut, atlet-atlet Wushu Sumut masing-masing bisa mengikuti tiga nomor. Tujuan mengikuti event tersebut, Lanjut Heryanto, adalah sebagai ajang pemanasan sebelum mengikuti kejuaraan nasional (Kejurnas) Wushu tahun depan di Bangka pada bulan Juni yang juga merupakan ajang pra PON.

"Sebenarnya kalau jumlah medali kita tidak bisa targetkan apalagi dikejuaraan yang namanya open. Target dari Pengprov sebenarnya ini adalah ajang pemanasan sebelum Kejurnasnya yang tahun depan di Bangka bulan 6 (pra PON). Jadi ini adalah panggung supaya kita bisa tampil dulu menuju kejuaraan yang lebih besar," terangnya.

Lebih lanjut kata Heryanto, Dari 17 atlet wushu Sumut yang ikut Bali Open International Kung Fu Championship tersebut merupakan gabungan antara atlet senior dan junior dan atlet yang masuk ke dalam program SUMUT Emas (PSE) maupun yang atlet non PSE.

Dengan mengikuti event di Bali tersebut, kata Heryanto, pihaknya akan menjadikan hasil yang dicapai pada atlet sebagai bahan evaluasi, sehingga dapat memperbaiki kekurangan.

Dirinya pun berharap untuk event ke depannya seperti Bali Open International Kung Fu Championship ini dapat terus mendapat dukungan dari pemerintah dalam hal ini Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) serta KONI SUMUT.

"Walaupun open, ini adalah panggung dan pembinaan bagi para atlet, jadi untuk banyak pengalaman dan jam terbang juga memang kita perlu. Apalagi kalau namanya Taolu kita perlu sering tampil supaya dikenal sama wasit/juri," pungkasnya.

(Cr11/Tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved