Tak Tunggu Porprovsu, Asprov PSSI Sumut Segera Seleksi Pemain Menuju PON 2020

Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Sumut akan segera melakukan seleksi lebih awal untuk membentuk tim menuju Porwil

Tak Tunggu Porprovsu, Asprov PSSI Sumut Segera Seleksi Pemain Menuju PON 2020
Tribun Medan / Ilham
Fityan Hamdi. (Tribun Medan / Ilham) 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Victory Arrival Hutauruk

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Sumut akan segera melakukan seleksi lebih awal untuk membentuk tim menuju Pekan Olahraga Wilayah (Porwil) Bengkulu pada September 2019 mendatang.

Seleksi tim sepakbola Sumut ini direncanakan akan dilakukan pada Januari 2019. Porwil merupakan babak kualifikasi tim sepakbola menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020.

Sekum Asprov PSSI Sumut, Fityan Hamdy langkah seleksi awal ini diambil PSSI karena molornya jadwal gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumut yang notabene sebagai ajang seleksi menjadi Juni 2019.

Baginya tak mungkin tim sepakbola Sumut dibentuk harus menunggu Porprov yang hanya memiliki rentan waktu 3 bulan sebelum Porwill.

"KONI berharap pemain bakal Tim PON ini untuk Porwil yang di bengkulu 2019 itu hasil Porprovsu. Tapi nyatanyakan ditunda dari Oktober jadi Juni 2019. Jadi dari bulan Juni ke September nantikan waktunya mepet. Jadi melaksanakan seleksi lebih awal jadi kemarin sudah dizinkan," ungkapnya kepada Tribun, Rabu (19/12/2018) di Medan.

Fityan melanjutkan, pemain yang akan diseleksi tetap akan memprioritaskan para pemain daerah peserta Porprovsu.

Terdapat 8 kabupaten/kota yang akan berlaga Porprovsu diantaranya, Medan, Binjai, Deliserdang, Labuhanbatu Utara, Asahan, Dairi, Tapanuli Tengah dan Mandaling Natal.

"Jadi prioritas utama berdasarkan rekomendasi dari KONI, peserts yang akan diseleksi dari tim 8 kabupaten/kota Porprovsu. Tapi juga tdak menutup kemungkinan ditambah open atau umum. Itulah di awal januari kita akan baru mulai seleksi," bebernya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa teknis penyeleksian nantinya PSSI akan mengundang 8 daerah untuk mengirimkan atlet terbaiknya untuk diseleksi.

"Kita teknis nya mengundang 8 tim tersebut, lalu mereka mengirimkan atletnya yg berprestasi untuk mengikuti seleksi. Kemungkinan usianya 21 karena ini untuk PON di tahun 2020. Tapi juga kita akan melihat bibit potensial dari umum diluar dari 8 daerah ini," jelasnya.

Meski telah mengambil inisiatif mempercepat seleksi, namun Fityan mengakui pembentukan tim menuju PON ini terlalu singkat.

"Sebenarnya tetap singkat, tapi ketimbang kita menunggu Porprov di Juni lebih riskan lagi. Tapi kita akan lakukan yang terbaik untuk bisa menembus Porwil ini," tutupnya.

(cr10/tribunmedan.com)

Penulis: Victory Arrival Hutauruk
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved