Kota Siantar Masuk Darurat Narkoba, Namun BNN Hanya Ungkap 4 Kasus dan 6 Gram Sabu

Jelang akhir tahun 2018, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Pematangsiantar menyampaikan status rawan narkoba

TRIBUN MEDAN/TOMMY SIMATUPANG
BNNK Siantar mengelar press rilis untuk status darurat narkoba di penghujung tahun di kantor BNNK Siantar Jalan Keselamatan, Kelurahan Sukadame, Kecamatan Siantar Utara, Kamis (20/12/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Tommy Simatupang

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Jelang akhir tahun 2018, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Pematangsiantar menyampaikan status rawan narkoba. 

Hal ini disampaikan dalam rilis di Kantor BNNK Siantar Jalan Keselamatan, Kelurahan Sukadame, Kecamatan Siantar Utara, Kamis (20/12/2018).

Kepala BNNK Siantar AKBP Saudara Sinuhaji mengatakan Sumatera Utara masuk dalam posisi ke dua gawat darurat narkoba. Kota Siantar juga masuk dalam kategori darurat narkoba tinggi.

Namun, anehnya, BNNK Siantar hanya mampu mengungkap empat kasus dan empat jumlah tersangka dengan barang bukti hanya 6,64 gram sabu dan 5,06 gram ganja.

AKBP Saudara Sinuhaji saat disinggung tentang ini mengatakan hanya ada dua kasus yang masuk dalam program. Sementara, dua lagi merupakan tambahan atau inisiatif.

"Kasus yang kita tangani itu kebetulan terungkap dan itulah barang bukti. Di dalam program dan yang kita kerjakan itu memang dua kasus 2018 ternyata realnya empat. dua dalam program. tapi smpat kita ungkap. Program lain kita buat untuk yang lain,"katanya.

Kata, AKBP Saudara Sinuhaji status darurat narkoba di Siantar karena banyaknya kasus pidanan narkoba. Ia menyebutkan 80 persen di Siantar terlibat kasus narkoba.

Sementara, saat disinggung Kota Siantar berada peringkat berapa di 33 Kabupaten/Kota di Sumut, AKBP Sinuhaji tak bisa menjawab. Ia beralasan harus berkordinasi dengan staffnya.

"Kita lihat persentasenya itu yang terungkap di siantar. Jadi ada turbelensi yang terjadi,"katanya.

"Misalnya kejahatan yang terjadi tindak pidana narkoba dan lain. 80 persen kasus narkoba. 180 kasus narkoba dan 20 tindak pidana yang lainnya. itu yang membuktikan,"tambahnya.

Diketahui, BNNK Siantar telag melaksanakan 183 paket kegiatan. BNNK juga melaksanakan kebijakan pembangunan wawasan anti narkoba di lembaga dan instansi.

"Sedangkan yang kita rehabilitasi pada tahun 2018 sebanyak 51 klien yang mendapatkan layanan rehabilitasi, rehabilitasi rawat jalan sebanyak 31 orang dan rawat inap 20 orang,"katanya.

Sementara, dalam press rilis itu BNNK Siantar tidak menggelar barang bukti sabu atau pun ganja hasil tangkapan di lapangan. Amatan tribun-medan.com, BNNK Siantar beberapa kali menangkap penyalahgunaan narkoba dalam skala kecil.(tmy/tribun-medan.com).

Penulis: Tommy Simatupang
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved