Menguak Sandi 'Susi' Bupati Bekasi di Balik Kasus Suap Meikarta, 'Tina Toon' hingga Penyanyi & Babe

Persidangan menguak penggunakan kata sandi di balik kasus suap proyek Meikarta. Sandi ini untuk mengelabuhi

Menguak Sandi 'Susi' Bupati Bekasi di Balik Kasus Suap Meikarta, 'Tina Toon' hingga Penyanyi & Babe
Kompas
Menguak Sandi 'Susi' Bupati Bekasi di Balik Kasus Suap Meikarta, 'Tina Toon' hingga Penyanyi & Babe 

Menguak Sandi 'Susi' Bupati Bekasi di Balik Kasus Suap Meikarta, 'Tina Toon' hingga Penyanyi & Babe

TRIBUN-MEDAN.COM - Persidangan menguak penggunakan kata sandi di balik kasus suap proyek Meikarta.

//    

Baca: Mahfud MB Bongkar Sosok Habib, Gak Semua Habib Adalah Keturunan Nabi, Banyak Salah Kaprah

Baca: Kabar Ahok Terbaru, Surat Pembebasan hingga Harus ke Lapas Cipinang, Terungkap Alasan Ditjenpas

Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK mengungkap adanya penggunaan kata-kata sandi atau kode dalam kasus dugaan suap perizinan pembangunan proyek Meikarta.  

Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin
Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin (KOMPAS.com/-DEAN PAHREVI)

"Bahwa komunikasi antara pihak pemberi dan pihak penerima terkait pemberian uang kepada Neneng Hasanah (Bupati Bekasi nonaktif) dan pihak-pihak Pemkab Bekasi menggunakan sandi komunikasi," kata jaksa KPK, I Wayan Riyana, saat membacakan surat dakwaan dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Bandung, Rabu (19/12/2018).    

Baca: Fakta Rumah Mewah Muzdalifah Ukiran bak Emas Berikut Isinya hingga Mesra dengan Kekasih Fadel Islami  

Baca: Kalender 2019 - Daftar Hari Libur Nasional 2019, Tersebar Tanggal Merah Januari - Desember 12 Bulan

Penggunaan kata sandi yang digunakan oleh pihak pengembang maupun jajaran Pemerintah Kabupaten Bekasi untuk membiaskan adanya praktik suap perizinan pembangunan proyek Meikarta.

Foto arsip suasana pembangungan proyek kawasan Meikarta di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (14/9/2017). Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan menyatakan operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Bekasi terkait perizinan proyek Meikarta.
Foto arsip suasana pembangungan proyek kawasan Meikarta di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (14/9/2017). Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan menyatakan operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Bekasi terkait perizinan proyek Meikarta. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

Pihak pemberi sekaligus terdakwa, yakni Billy Sindoro selaku Direktur Operasional Lippo Grup, Henry Jasmen Sitohang (pegawai Lippo Grup), Fitradjaja Purnama (konsultan Lippo Grup) dan Taryudi (konsultan Lippo Grup).

Sementara di pihak penerima, yakni Neneng Hasanah Yasin (Bupati Bekasi), Dewi Tisnawati (Kepala Dinas Penanaman Modal Perizinan Terpadu Satu Pintu/DPMPTSP), Jamaludin (Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat/PUPR) dan Sahat Maju Banjarnahor selaku Kepala Dinas Pemadam Kebakaran.

Kemudian Neneng Rahmi Nurlaili selaku Kepala Bidang Penataan Ruang Dinas PUPR, Daryanto (Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pemkab Bekasi), Tina Karini Suciati Santoso (Kepala Bidang Bangunan Umum Dinas PUPR) dan Yusup Taupik selaku Kepala Bidang Tata Ruang Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda).

Dalam sidang tersebut diketahui, para terdakwa memberikan uang senilai Rp16.182.020.000 dan 270.000 dolar Singapura kepada aparat Pemerintahan Kabupaten Bekasi yang terlibat.

Kawasan proyek pembangunan Apartemen Meikarta di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Selasa (16/10/2018).
Kawasan proyek pembangunan Apartemen Meikarta di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Selasa (16/10/2018). (ANTARA FOTO/Risky Andrianto)
Halaman
1234
Editor: Salomo Tarigan
Sumber: Warta kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved