150 Hektar Persawahan dan 60 Hektar Perkebunan Rusak Akibat Banjir Bandang Dairi

Untuk saat ini adapun total lahan persawahan milik warga yang rusak di dua desa tersebut seluas 150 hektar, lahan perkebunan seluas 60 hektar

150 Hektar Persawahan dan 60 Hektar Perkebunan Rusak Akibat Banjir Bandang Dairi
Tribun Medan/ Mustaqim Indra Jaya
Kondisi sejumlah lahan persawahan milik warga di Desa Longkotan yang mengalami kerusakan pascabanjir bandang, Jumat (21/12/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Medan/ Mustaqim Indra Jaya

TRIBUN-MEDAN.com, SIDIKALANG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Dairi terus melakukan pendataan terhadap sejumlah kerusakan dan kerugian yang timbul pascabanjir bandang di Desa Longkotan dan Desa Bongkaras, Kecamatan Silima Pungga-pungga, Dairi yang terjadi Selasa (18/12/2018) sore.

Menurut Kepala BPBD Dairi, Bahagia Ginting, data kerusakan infrastruktur maupun lainnya, dampak dari bencana banjir bandang akan valid pada Senin (24/12/2018) mendatang.

Untuk saat ini adapun total lahan persawahan milik warga yang rusak di dua desa tersebut seluas 150 hektar, lahan perkebunan seluas 60 hektar dan sembilan unit bangunan rumah mengalami kerusakan.

"Kerugian atau dampak kerusakan masih kami inventarisir. Data sementara kerusakan yang terjadi di Desa Longkotan, yaitu 100 hektar lahan persawahan, 20 hektar lahan perkebunan dan delapan unit rumah. Di Desa Bongkaras dampak banjir bandang merusak 40 hektar persawahan, 50 hektar perkebunan dan satu unit pabrik tahu," ungkap Bahagia, Jumat (21/12/2018).

Selain bangunan, BPBD Dairi juga mencatat hilangnya sejumlah hewan ternak milik warga di Desa Longkotan dan Desa Bongkaras.

"Di Longkotan 150 ekor ikan milik warga hilang tersapu banjir bandang. Sedangkan di Bonkaras banjir bandang menyebabkan 150 ekor ayam ternak dan satu ekor kerbau hilang terbawa banjir. Dan sekitar 250 ekor ikan di kolam pemancingan milik warga ikut hanyut terbawa air banjir," ucapnya.

Kristina Puji Bariun Korban Bandang Dairi Ganteng dan Romantis: Cuma Lima Bulan Kita Bersama Bang

3 Korban Banjir Bandang Dairi Ditemukan Tewas: BPBD Sumut Cari Korban Lainnya

Lagi, Jenazah Korban Hilang Banjir Bandang Dairi Ditemukan

Jenazah Korban Banjir Bandang Dairi Bariun Sitorus Ditemukan di Sungai Soraya Subulussalam Aceh

Begitu juga dengan infrastruktur, BPBD Dairi mancatat ada sejumlah fasilitas umum di Kecamatan Silima Punga-pungga mengalami kerusakan.

"Di Desa Longkotan ada satu jaringan pipa air rusak,jalan masih banyak tertimbun material longsor di lima dusun, jaringan listrik di dua dusun rusak berat dan masih diupayakan penyelesaiannya. Desa Bongkaras kerusakan yang terdata, satu rabat beton, satu unit pipa air minum, tiga titik irigasi pertanian," sebut Bahagia.

KMP Ihan Batak Sukses Berlayar di Perairan Danau Toba Rute Pelabuhan Ajibata-Ambarita

Update CPNS Terbaru - Kabar Gembira, Pegawai Pemerintah Baru Direkrut Lagi Januari 2019, Info Menpan

Rusaknya fasilitas pipa air minum di dua desa tersebut menyebabkan air tak mengalir ke sebagian pemukiman warga. Maka BPBD Dairi berinisiatif mendatangkan truk tangki pengangkut air bersih untuk diberikan kepada warga.

Kisah Shanina Berusia 19 Tahun, Penembak Jitu Terhebat, Tewas Hingga Titik Darah Penghabisan

Pangkalan TNI Terpadu Natuna Beroperasi, Gabungan Tiga Angkatan, Ini Foto dan Videonya

"Kerusakan pipa air minum berdampak ke masyarakat. Sudah kita kirimkan sebagian truk penyediaan air bersih ke Longkotan melalui PDAM Tirta Nciho. Kami juga sudah komunikasi dengan pihak PUPR di Tanjung Morawa bangun kerja sama agar penyediaan air minum bisa diberikan kepasa masyarakat," pungkasnya.

(ind/tribun-medan.com)

Penulis: Mustaqim Indra Jaya
Editor: Joseph W Ginting
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved