KABAR TERBARU Pembantaian KKB Nduga, Momen Natal, Gubernur Papua Minta TNI/Polri Ditarik!

Dia menambahkan, tim independen akan dibentuk sehingga tidak banyak pelanggaran terjadi terhadap masyakat sipil.

KABAR TERBARU Pembantaian KKB Nduga, Momen Natal, Gubernur Papua Minta TNI/Polri Ditarik!
ANTARA FOTO/IWAN ADISAPUTRA
Prajurit TNI berdoa sebelum menaiki helikopter dengan tujuan di Wamena, Papua, Rabu (05/12). Aparat gabungan terus berusaha mengatasi Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang diduga telah menewaskan belasan karyawan PT Istika Karya. 

TRIBUN-MEDAN.COM - Gubernur Papua, Lukas Enembe, dan Ketua DPR Papua, Yunus Wonda, sepakat meminta kepada Presiden Joko Widodo, Panglima TNI, dan Kapolri untuk menarik mundur pasukan gabungan TNI/Polri dari Kabupaten Nduga.

"Saya sebagai gubernur Papua, meminta kepada presiden RI untuk menarik pasukan yang ada di Kabupaten Nduga. Ini adalah momen Natal, tidak boleh lagi ada TNI dan Polri di sana," kata Lukas Enembe, Kamis (20/12) malam.

Dia menambahkan, tim independen akan dibentuk sehingga tidak banyak pelanggaran terjadi terhadap masyakat sipil.

Tim tersebut terdiri dari Pemprov Papua, DPR Papua, Majelis Rakyat Papua (MRP), tokoh agama, tokoh masyarakat, LSM, Komnas HAM dan pihak terkait lainnya.

"Pasukan harus ditarik. Kita berbelasungkawa apa yang terjadi pertama dan saat ini. Sudah cukup, jangan lagi ada korban jiwa di sana. Masyarakat belum diungsikan, mereka sudah masuk (kejar pelaku). Makanya kami minta tarik semua dulu," ujarnya.

Lukas menyebutkan dirinya akan bertemu Presiden Jokowi menyampaikan hal tersebut.

Gubernur Papua Lukas Enembe
Gubernur Papua Lukas Enembe (Imanuel Nicolas Manafe/Tribunnews.com)

'Ketakutan mencekam'
Hal senada diutarakan Ketua DPR Papua, Yunus Wonda. Kepada BBC News Indonesia, dia mengaku mendapat laporan bahwa pengejaran yang dilakukan TNI terhadap kelompok kriminak bersenjata (KKB) membuat masyarakat ketakutan.

"Rakyat semakin trauma, ketakutan. Mereka lari ke hutan. Kami minta hentikan semua pergerakan di Nduga, tarik seluruh pasukan keluar dari sana," ujar Yunus.

"Biarkan masyarakat Papua di beberapa distrik di sana yang hari ini menjadi daerah operasi militer, merayakan Natal bersama anak istri mereka. Ini bulan suci yang harus dihormati semua orang. Bukannya sukacita Natal, kedamaian Natal, tapi yang terjadi ketakutan mencekam di sana," tambahnya.

Yunus juga mempertanyakan apa saja yang dilakukan TNI di kawasan Kabupaten Nduga sejak pengejaran dilakukan awal bulan.

Halaman
123
Editor: Tariden Turnip
Sumber: bbc
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved