Pascabanjir Bandang Pemkab Dairi Kaji Perbaikan Sejumlah Fasilitas Umum yang Rusak

Proses inventarisir seluruh kerusakan tersebut baru akan diketahui secara pasti pada Senin 24 Desember 2018 mendatang

Pascabanjir Bandang Pemkab Dairi Kaji Perbaikan Sejumlah Fasilitas Umum yang Rusak
Tribun Medan/ Mustaqim Indra Jaya
Kepala BPBD Dairi, Bahagia Ginting (tengah) saat diwawancarai terkait penemuan satu jenazah di Posko Bencana Alam di Desa Bongkaras, Kamis (20/12/2018). Jenazah tersebut diketahui Bariun Sitorus yang merupakan korban banjir bandang di Desa Longkotan, Silima Pungga-pungga, Dairi lalu. 

Laporan Wartawan Tribun Medan/ Mustaqim Indra Jaya

TRIBUN-MEDAN.com, SIDIKALANG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dairi masih melakukan pendataan terhadap sejumlah fasilitas umum yang mengalami kerusakan akibat peristiwa banjir bandang yang terjadi di Desa Longkotan dan Desa Bongkaras, Kecamatan Silima Pungga-pungga beberapa waktu lalu.

Proses inventarisir seluruh kerusakan tersebut baru akan diketahui secara pasti pada Senin 24 Desember 2018 mendatang.

"Ya kami masih melakukan inventarisasi kerusakan akibat banjir bandang. Apa-apa saja yang rusak akan kami validasi datanya bersamaan dengan penutupan proses evakuasi, tanggal 24 Desember nanti," kata Kepala BPBD Dairi, Bahagia Ginting, Sabtu (22/12/2018).

Selanjutnya Pemkab Dairi akan melakukan kajian terhadap sejumlah fasilitas umum yang mengalami kerusakan, supaya dapat menjadi prioritas untuk segera diperbaiki pada tahun 2019.

"Fasilitas yang rusak akan kami revitalisasi, untuk sarana dan prasarana umumnya. Nanti tahun depan akan kami (Pemkab Dairi) kaji perbaikannya," ucap Bahagia.

Sementara, terkait kerusakan harta benda milik masyarakat dampak dari bencana banjir bandang, seperti lahan pertanian dan perkebunan serta lainnya, Bahagia belum mau berkomentar banyak.

Kapal Pencari Cumi Tenggelam di Perairan Dapur, Aritonang dan Empat Rekannya Belum Ditemukan

KABAR Terbaru Pembakaran Mapolsek Ciracas, Kapolres Jakarta Timur Dimutasi, Ini Penjelasan Polri!

Update CPNS-BKN Regional Sumut Minta Nias dan Labuhanbatu Bersabar Dapatkan Hasil SKB 

Namun, ia mengeluarkan pernyataan yang mengisyaratkan bahwa Pemkab Dairi akan memerhatikan hal tersebut.

"Dampak kerusakan pribadi sedang kami rumuskan upaya pebaikan dan pengalokasiannya," ujarnya.

Gubernur Edy Minta Warga Hentikan Penggunaan Jamban saat Tebar 20 Ribu Bibit Nila di Panyabungan 

Konsumen Paling Banyak Cari Slinger untuk Menghias Pohon Natal di Toko Acai Jaya

Seperti diketahui, berdasarkan data sementara BPBD Dairi kerusakan yang timbul pascabanjir bandang di dua desa, Kecamatan Silima Pungga-pungga, Bahagia menyebutkan fasilitas umum yang mengalami kerusakan diantaranya dua jaringan pipa air, tiga titik saluran irigasi, satu titik jalan umum dan satu titik rigid beton.

Kasdam I/BB Sebut Kongres Perempuan Pertama 22 Desember 1928 Yogyakarta Dorong Kemerdekaan Indonesia

Update CPNS-BKN Regional Sumut Minta Nias dan Labuhanbatu Bersabar Dapatkan Hasil SKB 

"Di Desa Longkotan ada satu jaringan pipa air rusak, jalan masih banyak tertimbun material longsor di lima dusun, jaringan listrik di dua dusun rusak berat dan masih diupayakan penyelesaiannya. Desa Bongkaras kerusakan yang terdata, satu rabat beton, satu unit pipa air minum, tiga titik irigasi pertanian," sebut Bahagia, Jumat (21/12/2018).

Kasdam I/BB Sebut Kongres Perempuan Pertama 22 Desember 1928 Yogyakarta Dorong Kemerdekaan Indonesia

Kapten PSMS Medan Legimin Rahardjo Senang Bisa Ngumpul dan Main Bola Bareng saat Libur Kompetisi

Kilang Anggur di Spanyol Luncurkan Air Rasa Anggur yang Enak tapi Tidak Memabukkan, Mau Coba?

BPBD Dairi juga telah mencatat sejumlah harta benda milik masyarakat di desa yang mengalami kerusakan diantaranya lahan pertanian seluas 150 hektar, lahan perkebunan yang rusak mencapai 60 hektar dan aejumlah hewan ternak yang turut tersapu air banjir bandang.

"Di Longkotan 150 ekor ikan milik warga hilang tersapu banjir bandang. Sedangkan di Bonkaras banjir bandang menyebabkan 150 ekor ayam ternak dan satu ekor kerbau hilang terbawa banjir. Dan sekitar 450 kilogram ikan di kolam pemancingan milik warga ikut hanyut terbawa air banjir," ucapnya.

(ind/tribun-medan.com)

Penulis: Mustaqim Indra Jaya
Editor: Joseph W Ginting
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved