Breaking News:

66 Napi Lapas Binjai Dapat Remisi Natal, Paling Banyak Narapidana Narkotika

Remisi itu dari Kemenkumhan. Kami hanya mengusulkan. Ada 66 orang narapidana yang mendapat remisi Natal.

Penulis: Dedy Kurniawan |
TRIBUN MEDAN/DEDY KURNIAWAN
Kepala Lapas Klas II A Binjai, Maju Amintas Siburian 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Dedy Kurniawan

TRIBUN-MEDAN.com, BINJAI - Momen Natal menjadi dinantikan bagi sejumlah narapidana. Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) memberikan remisi (potongan masa hukuman) kepada 66 napi yang mendekam di Lembaga Pemasyarakatan Klas II A Binjai.

Remisi diberikan setelah memenuhi sejumlah syarat, dan dalam rangka Natal 2018. Dari jumlah ini, jumlah narapidana perkara narkotika yang paling banyak menerima remisi Natal.

"Remisi itu dari Kemenkumhan. Kami hanya mengusulkan. Ada 66 orang narapidana yang mendapat remisi Natal, kebanyakan ya napi narkotika," kata Kepala Lapas (Kalapas) Klas II A Binjai, Maju Amintas Siburian, Minggu (23/12).

‎Sambil berbincang santai dengan wartawan di satu ruangan, dijelaskan mantan Karutan Tanjunggusta ini bahwa remisi yang diberikan dan diterima napi ketika hari kebesaran agama dan kemerdekaan Indonesia.

"Ada syarat-syarat remisi. Kalau pembebasan bersyarat yang diperoleh napi, bukan karena melihat dari hari keagamaan yang dianutnya saja. Kapan saja bisa napi mengusulkan asal mereka sudah 2/3 menjalani hukuman," ujar ayah dua putri ini.

Secara rinci, ‎Maju menyatakan, dari 66 orang yang menerima remisi, satu di antaranya seorang napi perempuan. Selebihnya napi laki-laki.

"Remisi Natal diberikan untuk perkara pidana umum (pidum) ada 62 orang. Pidum ini yang mendominasi perkara narkotika. Kemudian 4 napi yang dapat remisi perkara narkotika di atas lima tahun pidananya," jelasnya.

Empat Napi yang mendapat remisi berdasar Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2012. Untuk Remisi Perayaan Natal 2018 ada 66 Napi mendapat potongan hukuman satu bulan.

"Sesuau peraturan, potongan satu bulan itu paling besar potongannya. Banyak mendapat potongan ini. Ada tahanan perkara narkotika, perkara pencurian dan juga ainnya," tegas Maju.

Disinggung momen pribadi, diceritakannya, sudah 23 tahun selama mengabdi, baik di Lapas mau pun Rumah Tahanan (Rutan) ia selalu melewati momen Natal bersama Warga Binaan Pemasyarakatan. Maju tak bisa meninggalkankan tugas yang menuntutnya harus selalu siao sedia di Lapas.

"Merayakan Natal bersama napi, tapi ya kita nikmati aja, gak ada cuti gak ada izin. Standby saja lah, resiko pekerjaan. Ibadah bersama Napi yang merayakan. Malam acara doa bersama. Sebelum-sebelumnya juga begitu pas dinas di Tanjung Gusta. Sudah 23 tahun Saya selalu Natalan bersama Warga Binaan Pemasyarakatan," ungkapnya kepada tribun-medan.com di Lapas Binjai.

Saat ditanyai hal paling berkesan jelang Natal, Maju Amin ternyata semaasa kecilnya sama dengan anak-anak lainnya, berharap bisa dibelikan baju baru. Dan semenjak berkeluarga, Amin paling doyan momen kekeluargaan bisa sambil menikmati masakan istri tercinta.

"Sejak kecil selalu antusias menyambut Natal karena selalu ada budaya beli baju baru dulu. Tahun ini yang paling bahagia momen khidmad beribadah bersuka cita menyambut Natal. Jadikan lah nuansa Natal yang Berkhidmat," pungkasnya.

(dyk/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved