Natal Bukan Sekadar Ritual, Tradisi atau Pesta Pora, tapi Merenungkan Makna Yesus Datang ke Dunia

Malam Natal sendiri berarti malam kelahiran Yesus. Pada malam Natal, umat Kristen melaksanakan ibadah dan diajak untuk merenungkan makna tujuan.

TRIBUN MEDAN/DOHU LASE
Ephorus BNKP, Pdt Tuhoni Telaumbanua. 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Dohu Lase

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Besok, sebagian besar umat Kristen di Indonesia akan menjalani ibadah Malam Natal.

Ibadah tersebut masih satu rangkaian dengan ibadah Natal yang jatuh pada lusa, Selasa (25/12/2018).

Mengapa disebut sebagian? Sebab masih ada gereja ada yang melaksanakan Malam Natal pada tanggal 25 Desember. Salah satunya gereja Banua Niha Keriso Protestan (BNKP), gereja Kristen Protestan suku Nias.

Malam Natal sendiri berarti malam kelahiran Yesus. Pada malam Natal, umat Kristen melaksanakan ibadah dan diajak untuk merenungkan makna tujuan kedatangan Yesus ke bumi.

Pada momen Natal tahun ini, Ephorus BNKP Pdt Tuhoni Telaumbanua mengajak umat Kristen di Indonesia untuk memaknai Natal bukan hanya sebagai ritual, tradisi, atau malah pesta-pesta, tetapi bagaimana cara agar bisa memiliki hikmat Allah, sebagaimana diajarkan Yesus.

Dikisahkan dalam Alkitab, Yesus lahir di kandang domba di Nazaret, Israel. Yesus berprinsip hidup sebagai hamba, yaitu melayani dan bukan dilayani.

Selain itu, Yesus selalu mendahulukan cinta kasih, tampil sebagai penyejuk, merangkul semua orang, dan hidup sederhana.

"Itulah hikmat Allah," kata Tuhoni.

Apabila sudah memiliki hikmat tersebut, sambung Tuhoni, maka umat Kristen pasti akan menyadari panggilannya yaitu menjadi berkat di tengah-tengah masyarakat ia berada.

Selain itu, umat Kristen wajib ikut menjaga dan merawat persatuan/kesatuan bangsa.

(cr16/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved