Breaking News:

69 Warga Binaan Lapas Pemuda Langkat Dapat Remisi Natal

Jumlah warga binaan yang mendapatkan remisi ada 69 orang, dengan besaran berbeda-beda, sekitar antara 15 hari sampai 1 bulan.

Penulis: Dedy Kurniawan |
TRIBUN MEDAN/HO
Kepala Lapas Pemuda Langkat Anton Setiawan memberikan remisi secara simbolis kepada Warga Binaan Pemasyarakatan Pemuda Klas III Langkat, Rabu (26/12/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Dedy Kurniawan

TRIBUN-MEDAN.com, STABAT - Kemenkumham memberikan remisi Natal. Sebanyak 69 Warga Binaan (WB) di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Pemuda Klas III Langkat mendapatkan remisi khusus pada Perayaan Natal tahun 2018.

Kepala Lapas (Kalapas) Pemuda Langkat Anton Setiawan menjelaskan, pihaknya memberikan remisi kepada Warga Binaan Pemasyarakatan yang memang pantas mendapatkannya, setelah memenuhi syarat serta ketentuan yang berlaku. Jumlah warga binaan yang mendapatkan remisi ada 69 orang, dengan besaran berbeda-beda, sekitar antara 15 hari sampai 1 bulan.

Warga binaan yang mendapatkan remisi karena telah memenuhi berkelakuan baik selama menjalani hukuman. Dari 757 warga binaan yang ada disini, saat ini 93 orang beragama Nasrani.

"Jumlah besaran remisi juga sudah ditentukan berdasarkan penilaian dan persyaratan yang ada. Ada yang potongan 15 hari hingga satu bulan masa potongan hukuman," kata Kalapas, usai memimpin upacara pemberian surat keputusan (SK) remisi khusus hari raya Natal 2018, Rabu (26/12/2018)

Dijelaskannya, ada 24 Warga Binaan belum bisa mendapatkan remisi Natal 2018 dsebabkan belum memenuhi syarat, seperti sudah menjalani masa tahanan selama 6 bulan, tidak menjalani hukuman disiplin dalam kurun waktu 6 bulan terakhir serta mengikuti program pembinaan yang diselenggarakan di Lapas Pemuda Langkat, dengan predikat baik.

"Ada 24 belum bisa dapat remisi. Melindungi hak remisi warga binaan di Lapas Pemuda Langkat sudah menjadi tugas kami. Setiap warga binaan yang telah memenuhi persyaratan tentu akan diusulkan remisi atau pun remisi susulan," jelasnya.

Kepada WBP, Anto berharap agar bisa mengikuti seluruh peraturan yang ada dan mematuhi segala ketentuan dalam Lapas. Warga binaan diharapkan bisa berubah menjadi lebih baik lagi, sehingga nantinya bisa diterima di tengah-tengah masyarakat jika sudah bebas.

"Selalu kami berupaya maksimal dalam pembinaan, terus kita berikan kepada WBP baik itu pembinaan secara rohani dan tingkah laku serta keterampilan. Sehingga nantinya para warga binaan bisa berguna di tengah-tengah masyarakat jika sudah bebas," tegas Anton.

(dyk/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved