Breaking News:

Himpunan Masyarakat Nias tak Percaya Kematian Ododogo Akibat Gantung Diri

Kita sangat prihatin atas kejadian ini, apalagi melihat keluarga sangat tidak menerima kematian saudara Ododogo.

Penulis: |
TRIBUN MEDAN/HO
Ketua Himpunan Masyarakat Nias Indonesia (HIMNI) Kabupaten Tapanuli Selatan, Faaduhu Daeli. 

Seorang sopir angkutan umum jurusan Padangsidimpuan-Sibolga, Amiruddin Harahap (33), ditikam pada Minggu (16/12/2018) lalu.

Punggung Amiruddin ditikam oleh penumpangnya sendiri saat sedang melaju di daerah Tano Ponggol, Kelurahan Sitinjak, Kecamatan Angkola Barat, Tapanuli Selatan.

Berdasarkan informasi, pelaku penikaman ini adalah Ododogo Giawa (28), lelaki yang ditemukan tewas gantung diri di daerah yang tak jauh dari lokasi penikaman tersebut.

Ododogo ditemukan meregang nyawa dengan lilitan tali di lehernya tak lama setelah aksi penikaman tersebut.

Hingga saat ini, tidak diketahui secara pasti motif penikaman itu.

"Benar. Jadi setelah menikam dia lari dan gantung diri," ujar Kasat Reskrim Polres Tapanuli Selatan AKP Ismawansa, Senin (17/12/2018).

Setelah ditemukan, jasad Ododogo langsung diboyong ke Puskesmas Sitinjak, Kecamatan Angkola Barat, Tapanuli Selatan.

Sebelumnya, Amiruddin juga terlihat dijenguk keluarga dan kerabat di RS TNI AD Padangsidimpuan. Kondisinya masih lemas, terlihat perban menempel di punggungnya.

Amiruddin mengatakan, ketika itu ia hendak menuju Sibolga. Saat berada di Batunadua, Tapanuli Selatan, seorang lelaki dengan memakai kemeja warna kuning serta berambut pendek, naik ke angkutannya.

Ia mengaku hendak menuju ke Batangtoru, Tapanuli Selatan.

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved