AKBP Juliani Tegaskan Pengurusan SIM Jangan Gunakan Jasa Calo

Pria itu menjanjikan bisa mengurus SIM cepat dengan bayaran sebesar Rp 650 ribu rupiah.

AKBP Juliani Tegaskan Pengurusan SIM Jangan Gunakan Jasa Calo
Tribun Medan / M Fadli
Kasatlantas Polrestabes Medan AKBP Juliani Prihatini melaksanakan razia Operasi Zebra, di Jalan Sutomo, Selasa (30/10/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Medan / M Andimaz Kahfi

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Pascakejadian tidak mengenakkan yang menimpa seorang pemuda atasnama AH (28) saat melakukan pengurusan Surat Izin Mengemudi (SIM) di Kantor Satlantas Polrestabes Medan di Jalan Adinegoro, Kelurahan Gaharu, Kecamatan Medan Timur, Rabu (26/12/2018).

AH yang diketahui, warga Desa Selamat Dusun 2 Sari, Kecamatan Siburu-biru, Kabupaten Deliserdang, mengalami hal nahas itu kemarin Rabu (26/12/2018).

Saat ia datang ke Satlantas Polrestabes Medan sekitar pukul 10.00 WIB, untuk mengurus SIM dan sedang memarkirkan kendaraan, AH dihampiri seorang pria dengan ciri-ciri tinggi sekitar 170 cm, kulit hitam, rambut bela tengah lurus, perut agak buncit dan badan agak gemuk.

Pria itu menjanjikan bisa mengurus SIM cepat dengan bayaran sebesar Rp 650 ribu rupiah. Setelah nego AH berhasil menurunkan harga jadi Rp 500 ribu dan telah memberikan uang Rp 450 sebagai DP dan sisa Rp 50 ribu diberikan setelah SIM selesai.

Kini Arya masih harap-harap cemas menunggu kepastian uangnya bisa kembali setelah di tipu seorang Calo.

"Sampai sore ini belum ada perkembangan. Pelaku di telepon nomornya sudah tidak aktif," kata Arya, Kamis (27/12/2018).

Di tanya langkah lebih lanjut mengenai permasalahan penipuan yang mendera dirinya, AH masih bingung langkah apa yang harus dilakukan.

"Aku masih bingung mau buat laporan bagaimana. Karena bukti pemberian uang sama dia tidak ada. Bukti-bukti saya berikan uang Rp 450 ribu berupa kwitansi atau tanda bukti tertulis tidak ada. Jadi kalau mau lapor bingung," ucap AH.

Namun, AH mengungkap bahwasanya ia sebenarnya ingin membuat laporan kepada polisi soal kasusnya tersebut. Namun tidak ada adanya bukti tertulis dan saksi-saksi jadi, hambatan AH membuat laporan.

Menanggapi permasalahan yang dialami AH korban Calo, Kasatlantas Polrestabes Medan AKBP Juliani Prihatini menyarankan bahwa pengurusan SIM jangan menggunakan jasa Calo. Karena penertiban para Calo juga sudah dilakukan, untuk menekan beredarnya jasa pembuatan SIM lewat pihak yang tidak bertanggungjawab.

"Kita sudah buat secara terang-terangan lho, dimana-mana banner dan Baliho besar pengurusan SIM jangan pakai Calo. Makanya saya sampaikan jangan pakai perantara Calo," kata Juliani via telepon seluler.

"Kalau korban merasa dirugikan, buat laporan saja kalau ada buktinya ke Polsek terdekat. Dan ada fakta-fakta kepada siapa dia mengurus orangnya. Atau mungkin yang mengetahui berada di sampingnya sewaktu kejadian. Bisa sebagai saksi," tutup Jualiani.

(cr9/tribun-medan.com)

Penulis: M.Andimaz Kahfi
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved