Direktur Eksekutif JaDi Dorong KPU Kejar Pemilih yang Belum Terdaftar dan Pindah Memilih

Juga terkait pemilih yang pindah TPS dari tempat asalnya dengan menggunakan A5.

Direktur Eksekutif JaDi Dorong KPU Kejar Pemilih yang Belum Terdaftar dan Pindah Memilih
TRIBUN MEDAN/HO
Nazir Salim Manik 

Laporan Wartawan Tribun-Medan, Fatah Baginda Gorby

 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Sejumlah permasalahan yang muncul menjelang perhelatan pemilu serentak 2019 terkait masalah pemilih yang belum terdaftar dan pemilih yang pindah memilih.

Hal tersebut disampaikan Direktur Eksekutif JaDI Sumut, Nazir Salim Manik. Ia menjelaskan Jaringan Demokrasi Indonesia Sumatera Utara (JaDI), mendorong Komisi Pemilihan Umum (KPU) agar tidak lalai dalam melakukan pendataan pemilih yang belum terdaftar.

"Juga terkait pemilih yang pindah TPS dari tempat asalnya dengan menggunakan A5," ujar Nazir melalui jaringan selular, Kamis (27/12/2018).

Menurut Nazir, semua unsur penyelenggara pemilu harus melakukan upaya semaksimal mungkin mengenai para pemilih yang belum terdaftar.

"Ini problem yang harus diselesaikan, kita juga butuh peran aktif masyarakat. Saya menilai pada pemilu saat ini, harusnya partisipasi sangat tinggi, mengingat peserta pemilu sangat banyak dan semuanya memiliki kepentingan," katanya.

Nazir menuturkan, khusus penggunaan surat pindah memilih atau formulir A5 menurut Nazir, pemilih telah dimudahkan dengan jangka wajtu pengurusan A5 hingga sebulan menjelang hari H.

"Namun perlu diingat, para pengguna A-5 KPU, tidak mendapat lima surat suara, akibat wilayah tempat ia memilih," ungkapnya.

Mantan Komisioner KPU Sumut ini menjelaskan, para pengguna A5 tidak mendapatkan lima surat suara seperti calon presiden-wakil presiden, calon DPR RI, calon DPD RI, calon DPRD provinsi dan calon DPRD kota," katanya.

Halaman
123
Penulis: Fatah Baginda Gorby Siregar
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved