Bisnis Kreatif Lukisan Mural Punya Potensi Bisa Berkembang di Kota Medan

Seni mural kini telah menjelma menjadi bisnis kreatif. Untuk target pasarnya sendiri diantaranya operator telekomunikasi

Bisnis Kreatif Lukisan Mural Punya Potensi Bisa Berkembang di Kota Medan
TRIBUN MEDAN/NATALIN
Lukisan mural ini masih sangat berpotensi di Kota Medan. 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Natalin

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Seni mural kini telah menjelma menjadi bisnis kreatif. Untuk target pasarnya sendiri diantaranya operator telekomunikasi, pengusaha properti, pengusaha kafe sampai dengan instansi pemerintah.

Media lukis mural meliputi dinding dan langit-langit gedung, tembok pagar hingga outlet toko yang bersifat permanen. Untuk Anda yang memiliki jiwa seni, tidak ada salahnya untuk mencoba bisnis yang satu ini.

Pendiri Mural Medan, Frediko Purba mengatakan Mural Medan ini berawal dari komunitas, hanya saja seiring berjalannya waktu, Mural Medan berproses dan memiliki nilai profit, hingga sekarang berbentuk CV (Commanditaire Vennootschap) atau Persekutuan Komanditer.

"Mural Medan ada sejak 2016, kita sudah fokus ke manajemen bisnis hampir dua tahun. Berangkat dari perkawanan, sekarang kita ada empat tim utama dan 12 orang yang melukis mural," ucap Frediko.

Menurutnya, bisnis kreatif, lukisan mural ini masih sangat berpotensi di Kota Medan

"Kota Jakarta, Bandung, Yogyakarta sudah lebih dulu booming dengan lukisan mural ini. Kita bisa menggambar apa saja, sesuai dengan keinginan klien," kata Frediko.

Pendiri Mural Medan, Frediko Purba (Kanan) bersama tim, bisnis kreatif, lukisan mural ini masih sangat berpotensi di Kota Medan.
Pendiri Mural Medan, Frediko Purba (Kanan) bersama tim, bisnis kreatif, lukisan mural ini masih sangat berpotensi di Kota Medan. (TRIBUN MEDAN/NATALIN)

Lebih lanjut ia menambahkan, selain memperindah ruangan, Mural juga dapat dijadikan tempat berfoto karena bersifat artistik.

"Bisnis jasa kreatif itu luas. Saya melihat para pelukis itu sebagai teman bukan pesaing. Semakin banyak pelukis maka kesadaran seni di Kota Medan akan semakin tinggi," ungkapnya.

Selama dua tahun berbisnis ini, diakui Frediko, ia lebih banyak menerima permintaan lukisan dari mulut ke mulut dan rekomendasi.
"Klien datang paling jauh itu dari Makasar, Jakarta, Berastagi, Siantar, Lubuk Pakam, dan Tebing Tinggi," ucapnya.

Frediko mengatakan seni menggambar itu susah-susah gampang, tergantung niat pelukisnya. "Terkadang sifat pelukis itu ada rasa idealismenya. Kita itu melukis dengan sesuka hati, tapi dalam berbisnis kita juga harus menyeimbangkannya dengan permintaan konsumen," tuturnya.

Agar tetap eksis dan bertahan, Frediko bersama teman-temannya, tetap berkarya dan latihan.

"Mengenai omzet, ya kita mampu mencapai puluhan juta setiap bulannya. Permintaan konsumen terhadap bisnis Mural ini juga semakin meningkat," kata Frediko.

Ia berharap pemerintah juga mendukung para seniman mural di Kota Medan

"Karya lokal sebenarnya punya potensi, tetap berkarya, tetap bergerak. Jangan takut berbisnis mural, saat kita masih bisa bergerak pasti ada jalan. In brand we trust, dalam kuas kita percaya slogan hidup kami, diujung kuas," tutupnya.

(Cr13/Tribun-medan.com)

Penulis: Natalin Sinaga
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved