Satu Tahun Komunitas Katakata, 25 Penyair Bacakan Kurasi Puisi

Komunitas Katakata juga memberikan penghargaan kepada figur yang dinilai telah menyuport kegiatan Komunitas Katakata.

Satu Tahun Komunitas Katakata, 25 Penyair Bacakan Kurasi Puisi
TRIBUN MEDAN/NANDA RIZKA NASUTION
Komunitas Katakata memberikan penghargaan kepada figur yang dinilai telah menyuport kegiatan Komunitas Katakata. Di antaranya kepada Wan Hidayati. 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Nanda Rizka S Nasution

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Sebanyak 25 penyair membacakan puisi, baik ciptaanya maupun karya sastrawan lain dalam Baca Puisi Bulanan Satu Tahun Komunitas Katakata, Sabtu malam (29/12/2018).

Bertempat di Taman Budaya Sumatera Utara, puisi-puisi yang dibacakan adalah hasil kurasi selama satu tahun Komunitas Katakata gelar baca puisi bulanan.

Kegiatan membaca puisi bulanan selalu dilakukan komunitas yang berdiri pada 28 Desember 2017 ini pada minggu ketiga di Jumat malam. Peringati satu tahun berdiri, komunitas ini turut mengadakan perlombaan membaca puisi.

Hal tersebut diungkapkan oleh Pendiri Komunitas Katakata Teja Purnama.
"Kemarin, kita adakan lomba membaca puisi. Tadi siang, ada peluncuran buku dan diskusi buku Halakah Panggang karya Damiri Mahmud dan Menyingkap Tabir Langit karya Dsi Taura,"

Puncak acarnya adalah pembacaan puisi hasil kurasi selama satu tahun. Kegiatan juga diramaikan oleh tarian, musikalisasi puisi, pertunjukan serta penyerahan hadiah pemenang lomba.

Komunitas Katakata juga memberikan penghargaan kepada figur yang dinilai telah menyuport kegiatan Komunitas Katakata. Mereka adalah Wan Hidayati, Tsi Taura, Kepala Taman Budaya Sumatera Utara Deni Elfriansyah, Ketua Dewan Kesenian Sumatera Utara Baharuddin Saputra, Ketua Dewan Kesenian Kota Medan Rianto Aghly, Pimpinan Lembaga Pendidikan Seni Semenda Dra Hj Dilinar Adlin MPd.

"Ya, semoga komunitas terus ada dan kegiatan-kegiatan ini menjadikan generasi muda yang suka membaca puisi merasa memiliki kegiatan dan menantikan kegiatan ini," ujar Teja.

Konunitas Katakata saat ini fokus dipembacaan puisi. Didirkan oleh Forman Wilson bersama Teja serta teman-temannya, komunitas ini ingin menciptakan dan meramaikan suasana di Taman Budaya.

"Agar dikunjungi orang yang membicarakan orang membaca puisi. Bagaimana kita menciptalam tontonan dan mendekatkan puisi kepada khalayak," terang Teja.

Tahun 2019 nanti, Teja mengakui mereka sudah memiliki program agenda selama satu tahun. Baca puisi bulanan akan dimulai di bulan Januari. Selain itu akan ada peringatan kelahiran Amir Hamzah maupun Chairil Anwar. Komunitas ini juga mengumpulkan puisi pelajar sekitar Medan dan menghimpun dalam sebuah antologi.

"Ya, kita akan lebih variatif dalam menyemarakkan aktifitas sastra khususnya puisi. Siapapun yang mau membacakan puisi, boleh datang, daftar ke sekretariat kita," pungkasnya.

(cr17/tribun-medan.com)

Penulis: Nanda Rizka Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved