Mengejar Bintang Lima dari KBA Cengkeh Turi Binjai Utara

Kampung Berseri Astra (KBA) merupakan program corporate social responsibility (CSR) Astra yang diimplementasikan kepada masyarakat.

Mengejar Bintang Lima dari KBA Cengkeh Turi Binjai Utara
TRIBUN MEDAN/TRULY OKTO PURBA
GAPURA Kampung Berseri Astra (KBA) Cengkeh Turi di Jalan Sabit, Lingkungan VI, kelurahan Cengkeh Turi, kecamatan Binjai Utara, Binjai. KBA Cengkeh Turi berdiri sejak tahun 2016. 

Tak hanya produk kerajinan kristal yang ludes terjual, pameran yang diikuti Siti tahun 2018 memberikan Siti tugas banyak di awal 2019. Pertama, dirinya mendapat pesanan dari penghias pengantin setempat untuk mengerjakan bunga jalar sepanjang 40 meter. Sebelum tanggal 15 Maret 2019, pesanan sudah harus sampai di Malaysia. Tak hanya pesanan bunga jalar, Christine Collection juga mendapat permintaan dari pelanggan di Penang untuk mengerjakan tandok, bahul-bahul, dan dompet kristal.

“Saya sudah pertimbangkan, tak cukup lagi 21 karyawan untuk mengerjakan semua pesanan yang masuk. Sesampai di Binjai awal Januari nanti, saya sudah putuskan untuk merekrut 10 pengrajin lagi. Kalau tidak, pesanan pelanggan bisa tak terkejar,” ujarnya.

Perkembangan usaha Christin Collection tak hanya dari banyaknya pesanan dan penambahan jumlah karyawan, tetapi juga dari sisi pendapatan usaha. “Bantuan pemasaran yang diberikan Astra dan dukungan mengikuti pameran di luar negeri yang berimbas kepada bertambahnya pelanggan membuat pendapatan Christin Collection naik hingga 50 persen setiap tahunnya. Khusus untuk pasar luar negeri, menyumbang pendapatan sekitar 40 persen dari seluruh total pendapatan Christin Collection setiap tahun,” katanya.

SUGIYANTI (kanan) dan Rusmida Sianturi menunjukkan produk kerajinan akrilik.
SUGIYANTI (kanan) dan Rusmida Sianturi menunjukkan produk kerajinan akrilik. (TRIBUN MEDAN/TRULY OKTO PURBA)

Siti mengaku, semua kemajuan usaha yang dirasakannya tiga tahun terakhir adalah perpaduan kerja keras orang-orang yang berada di Christin Collection dan dukungan Astra melalui program KBA. Dikatakan Siti, menjadi mitra binaan, Grup Astra Medan telah memberikan banyak pengalaman baru dan berharga bagi perkembangan usaha Christin Collection. “Tanpa Astra dan program KBA nya, kami tidak akan sebesar  ini. Kami lebih maju dari sisi pendapatan, pemasaran, dan pemberdayaan warga sekitar. Khusus untuk pemberdayaan warga sekitar, hampir semua pengrajin Christin Collection adalah warga sekitar. Untuk tambahan 10 pengrajin lagi, saya pun akan utamakan warga sekitar,” kata Siti.

Siti berharap, UMKM yang ia miliki menjadi berkat bagi warga sekitar, khususnya dalam hal kewirausahaan. Sebagai mitra binaan Grup Astra Medan, Siti menegaskan berkomitmen untuk menjalankan program-program KBA di Lingkungan VI, Cengkeh Turi Binjai Utara. “Sesuai dengan konsep pengembangan Kampung Berseri Astra, Christin Collection terus berupaya mengejar tahapan pencapaian pengembangan KBA hingga level bintang lima. Mudah-mudahan, tahun depan sudah bintang lima,” lanjutnya.

Sugiyanti: Saya Bisa Buka Kios Kecil

LAHIR dan besar di Lingkungan VI Cengkeh Turi, membuat Sugiyanti (38) sudah menganggap Christin Collection sebagai keluarga kedua. Kepada tribun-medan.com yang mewawancarainya, Sabtu (29/12/2018), Sugiyanti mengatakan, sejak dirinya masih kecil, ibunya sudah bekerja sebagai pengrajin sarung bantal smock Jepang di Christin Collection. Menginjak remaja, kata Sugiyanti, dirinya juga pernah membantu ibunya mengerjakan sarung bantal smock Jepang.

“Saya ingat, usaha Bu Siti ini sudah ada sejak akhir 1980-an. Saya juga sering ambil borongan mengerjakan sarung bantal dulunya,” kata Sugiyanti.

Selepas menikah dan punya dua anak, Sugiyanti dan suami tetap tinggal di Lingkungan VI, Cengkeh Turi. Sugiyantipun berpikir untuk memanfaatkan waktu kosongnya membantu suami dan keuangan rumah tangga. Sugiyanti sadar, dengan dua anak, penghasilan suaminya sebagai karyawan bisa masih bisa dicukup-cukupkan. “Tapi kadang kita (ibu-ibu) ini kan pengen beli sesuatu dan bawa anak jalan-jalan atau jajan. Uang dari suami kan tak mungkin diganggu lagi. Makanya saya berpikir bekerja,” kata Sugiyanti.

Agar kedua anaknya tidak terlantar, Sugiyanti pun memilih menjadi pengrajin kerajinan akrilik di Christin Collection sejak tahun 2014. Produk yang dikerjakan Sugiyanti adalah berbagai jenis bunga seperti mawar, tulip, anggrek dan chrysant. Sugiyanti bekerja Senin hingga Sabtu. Sugiyanti mengambil bahan baku dari Christin Collection dan mengerjakannya di rumah. Dalam sehari, Sugiyanti mampu mengerjakan 20 tangkai bunga.

Halaman
1234
Penulis: Truly Okto Hasudungan Purba
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved