Mengejar Bintang Lima dari KBA Cengkeh Turi Binjai Utara

Kampung Berseri Astra (KBA) merupakan program corporate social responsibility (CSR) Astra yang diimplementasikan kepada masyarakat.

Mengejar Bintang Lima dari KBA Cengkeh Turi Binjai Utara
TRIBUN MEDAN/TRULY OKTO PURBA
GAPURA Kampung Berseri Astra (KBA) Cengkeh Turi di Jalan Sabit, Lingkungan VI, kelurahan Cengkeh Turi, kecamatan Binjai Utara, Binjai. KBA Cengkeh Turi berdiri sejak tahun 2016. 

“Sebulan saya mendapatkan gaji Rp 300 ribu. Tapi jumlah ini bisa bertambah hingga Rp 400 ribu atau Rp 500 ribu kalau sedang banyak pesanan. Tidak besar memang, tapi cukuplah untuk membantu keuangan keluarga,” kata Sugiyanti.

Sugiyanti mengatakan, tak semua penghasilannya sebagai pengrajin yang terpakai untuk kebutuhan rumah. “Masih ada yang bisa sisihkan sejak tahun 2014 hingga 2017. Jumlahnya ternyata lumayan. Saya berpikir mau diapakan. Akhirnya saya buka kios kecil tahun 2017 di depan rumah. Saya jual gula, minyak, jajanan, dan kebutuhan dapur lainnya,” kata Sugiyanti.

Sugiyanti mengaku, niatnya membuka kios kecil muncul setelah dirinya beberapa kali berdiskusi tentang pengembangan usaha bersama tim KBA yang datang berkunjung ke Christin Collection. “Saya punya uang sedikit. Sayang kalau tidak digunakan untuk hal bermanfaat. Bagaimana biar uang ini berputar, akhirnya kepikiran membuka kios. Ya, karena pernah diberitahu oleh Astra waktu meninjau Christin Collection. Akhirnya jadi semangat,” ujar Sugiyanti.

Mimpi Bersama Mengejar Bintang Lima

KEPALA Lingkungan VI, kelurahan Cengkeh Turi, kecamatan Binjai Utara, Sumatera Utara, Tri Suci Ariyati mengatakan, lingkungan yang ia pimpin mendapat kepercayaan dari Astra sebagai Kampung Berseri Astra (KBA) sejak tahun 2016. Berbagai program kegiatanpun dilaksanakan sesuai dengan konsep pengembangan yang mengintegrasikan empat pilar yakni: kewirausahaan, lingkungan, kesehatan, dan pendidikan.

Tri Suci mengatakan, dalam tiga tahun perjalanannya, ribuan warga baik warga Lingkungan VI maupun warga sekitar telah merasakan manfaat dari program KBA di wilayah yang ia pimpin. Selain memberi dukungan kepada Christin Collection untuk pilar kewirausahaan, tiga pilar lainnya tak luput dari perhatian Astra.

Di bidang kesehatan misalnya, Astra ikut membenahi Posyandu di Lingkungan VI dengan memberikan bantuan tempat tidur, lemari dan timbangan bayi. Saat ini, Astra sedang membantu pengadaan kamar periksa di Posyandu. “Dengan adanya kamar periksa ini nanti, Posyandu bisa buka lebih sering, tidak seperti sekarang, sekali seminggu,” kata Tri Suci kepada tribun-medan.com, Sabtu (29/12/2018).

Selain membenahi Posyandu, kata Tri Suci, kegiatan-kegiatan kesehatan lainnya yang diselenggarakan Astra adalah menggelar senam pagi warga, pengobatan gratis, pemeriksaan dan pemberian bantuan kacamata. Menariknya, untuk pengobatan gratis dan pemberian bantuan kacamata, tidak hanya warga Lingkungan VI saja yang menikmatinyanya, tetapi juga warga dari lingkungan lain.

SISWA SD Negeri 028067 membersihkan lingkungan sekolah.
SISWA SD Negeri 028067 membersihkan lingkungan sekolah. (TRIBUN MEDAN/HO)

Untuk pilar lingkungan, Astra mengajak warga Lingkungan VI memaksimalkan keberadaan lahan kosong dengan menanam tanaman obat keluarga (Toga), menyediakan wahana bermain di ruang terbuka hijau, dan mendukung SD Negeri 028067 sebagai Sekolah Adiwiyata Nasional. Di Toga ini, kata Tri Suci, beragam tanaman berkhasiat obat tersedia seperti kencur, sari kejibeling, kumis kucing, pohon betadin, temulawak, kunyit putih, dan serai wangi. “Kalau warga butuh obat untuk sakit ringan atau sekadar ingin menjaga kesehatan, cukup datang ke Toga saja. Tinggal petik dan olah di rumah,” kata Tri Suci.

Tri Suci mengatakan, di tahun 2018 ini, Astra memperluas cakupan program di pilar lingkungan dengan membangun pertanian hidroponik. Halaman depan rumah warga, termasuk rumah dirinya sebagai Kepling dijadikan percontohan untuk pertanian hidroponik ini. Aneka sayuran seperti kaisim dan pakcoy ditanam di beberapa rumah warga Lingkungan VI sebagai proyek percontohan.

Sedangkan untuk pilar pendidikan, Astra memberikan beasiswa kepada 35 siswa SD, SMP dan SMA yang bertempat tinggal di Lingkungan VI. Nilainya Rp 480 ribu untuk tingkat SD  per semester, Rp 630.000 untuk tingkat SMP per semester dan Rp 720 ribu untuk tingkat SMA per semester. Beasiswa ini sudah diberikan sebanyak tiga semester. Program lainnya adalah melengkapi wahana permainan di sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), membangun tembok (dinding) sekolah SD Negeri 028067, menyelenggarakan festival permainan tradisional, dan menyediakan gerobak buku.

Kepala Sekolah SD Negeri 028067 Cengkeh Turi, Binjai Utara, Nurhalimah mengatakan, keikutsertaan sekolah yang ia pimpin dalam program KBA untuk pilar pendidikan telah melahirkan banyak prestasi di berbagai aspek yakni: penerimaan siswa baru, lingkungan, dan kesehatan. Pada aspek penerimaan siswa baru, kata Nurhalimah, dalam tempat tahun terakhir, jumlah siswa baru yang mendaftar menunjukkan peningkatan. Tahun ajaran 2015/2016 jumlah siswa baru kelas I  hanya 25 orang dan tahun 2016/2017 naik menjadi 50 orang. Selanjutnya tahun 2017/2018 jumlahnya menjadi 40 orang yang dibagi dalam dua kelas.

“Jumlahnya memang menurun di tahun ajaran 2017/2018. Tetapi ada catatan khusus. Untuk tahun ajaran 2015/2016 dan 2016/2017 siswa yang usianya kurang dari enam tahun sudah diterima. Tetapi di tahun ajaran 2017/2018 sudah ada peraturan bahwa usia minimal masuk adalah enam tahun. Kami sempat khawatir kalau jumlahnya akan berkurang kembali di tahun ajaran 2018/2019. Tetapi ternyata tidak. Jumlah siswa kelas I naik menjadi 48 orang yang kami bagi dalam dua kelas,” kata Nurhalimah.

Nurhalimah mengatakan, tahun 2016, SD Negeri 028067 menyandang status sebagai Sekolah Adiwiyata Nasional. Sekolah Adiwiyata Nasional adalah sekolah yang telah menerapkan sistem untuk mewujudkan warga sekolah yang bertanggung jawab dalam upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup melalui tata kelola sekolah yang baik untuk mendukung pembangunan berkelanjutan. Lewat program KBA, kata Nurhalimah, lingkungan SD Negeri 028067 tampil lebih asri, bersih, dan hijau. Ratusan pohon penghijauan dan bunga ditanam di lingkungan sekolah. Sebuah kolam mini berisi ikan mujahir dan kandang burung yang terletak di depan perpustakan sekolah melengkapi asrinya lingkungan sekolah.

Sementara itu di sebelah kiri pintu masuk sekolah, tembok sekolah dengan warna dasar biru diberi mural yang berisi aktivitas anak-anak dan tulisan yang sifatnya ajakan seperti: buanglah sampah pada tempatnya, saya pelopor keselamatan berlalu lintas dan yuk cuci tangan dengan air bersih dan sabun agar terhindar dari kuman dan penyakit. Di sudut kiri gambar, ada tulisan Grup Astra Medan. “Perubahan di aspek lingkungan ini ikut mengubah kebiasaan warga sekolah. Sekarang warga sekolah bersama-sama menjaga dan merawat lubang-lubang biopori, menjaga bunga dan pohon, serta memelihara ikan dan burung. Tak akan ditemukan satu helai sampah kertas atau plastik di lingkungan sekolah,” kata Nurhalimah.

DUA siswa SD Negeri 028067 memanfaatkan hari libur dengan membaca buku yang ada di Gerobak Buku.
DUA siswa SD Negeri 028067 memanfaatkan hari libur dengan membaca buku yang ada di Gerobak Buku. (TRIBUN MEDAN/HO)

Selain aspek penerimaan siswa baru dan lingkungan, aspek lainnya yang menghadirkan prestasi adalah kesehatan. Bulan Desember 2018, SD Negeri 028067 mendapat penghargaan Bintang 1 dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) Sumut sebagai sekolah dengan kantin yang sehat. “Ada lima sekolah di Binjai  yang mendapat penghargaan ini. Kami salah satunya. Kami dianggap mampu memfasilitasi peneyediaan kantin yang menyediakan makanan yang sehat untuk warga sekolah,” ujar Nurhalimah.

Nurhalimah menjelaskan, tahun 2018, pihaknya juga ikut mengajukan diri menuju status Sekolah Adiwiyata Mandiri Nasional. Status Sekolah Adiwiyata Mandiri Nasional adalah tingkatan tertinggi dari program Sekolah Adiwiyata. Tapi status tersebut belum tercapai tahun ini. Meski demikian, Nurhalimah menegaskan, dengan dukungan program-program pendidikan Astra  di sekolah yang ia pimpin, pihaknya tetap mengejar status Sekolah Mandiri tahun 2019. “Sekolah Mandiri adalah mimpi kami di tahun 2019,” kata Nurhalimah.

Nurhalimah menambahkan, selain status Sekolah Adiwiyata Mandiri nasional, mimpi lain pihaknya adalah meraih bintang lima pada pilar pendidikan KBA Cengkeh Turi. “Pilar-pilar lain tentu memimpikan bintang lima juga. Sama halnya dengan kami. Kamipun mengejar bintang lima. Kami optimistis, jika status Sekolah Adiwiyata Mandiri Nasional kami raih tahun depan, status bintang lima di KBA Cengkeh Turi juga bisa kami raih,” tegas Nurhalimah.

Empat Pilar Program CSR

KOORDINATOR Grup Astra Medan, Sutadi mengatakan, Kampung Berseri Astra (KBA) merupakan program corporate social responsibility (CSR) Astra yang diimplementasikan kepada masyarakat dengan konsep pengembangan yang mengintegrasikan empat pilar program CSR, yaitu, pendidikan, kewirausahaan, lingkungan, dan kesehatan.

Melalui program KBA ini, kata Sutadi, masyarakat dan perusahaan dapat berkolaborasi untuk bersama-sama mewujudkan wilayah yang bersih, sehat, cerdas, dan produktif sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat di wilayah KBA.

Grup Astra saat ini memiliki 77 Kampung Berseri Astra (KBA) yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia. Di Sumatera Utara, KBA berada di Lingkungan VI, kelurahan Cengkeh Turi, kecamatan Binjai Utara. Sutadi mengatakan, khusus untuk Christin Collection, Astra memilihnya sebagai mitra binaan dikarenakan usaha ini adalah benih entrepreneurship yang sudah memberdayakan warga-warga KBA sebagai pengrajin atau karyawan meski jumlahnya baru beberapa orang saat memulainya.

“Untuk tahap awal pilar kewirausahaan, Astra masih dominan di Christin Collection. Tapi sejak tahun ini, Astra sudah mengembangkan pertanian hidroponik. Harapannya, pertanian ini dapat dimanfaatkan sebagai bisnis hidroponik. Warga akan tetap dibimbing dalam mengembangkan bisnis hidroponik ini mulai dari pemilihan benih, penanaman, hingga pemasaran. Dengan demikian, nantinya benih entrepreneurship yang telah ada makin solid, bertumbuhkembang, dan bermanfaat bagi lebih banyak warga KBA,” katanya.

TEMBOK SD Negeri 028067 yang dicat dengan mural berisi persan-pesan positif.
TEMBOK SD Negeri 028067 yang dicat dengan mural berisi persan-pesan positif. (TRIBUN MEDAN/HO)

Sutadi mengatakan, secara keseluruhan perkembangan empat pilat yang ada di KBA Cengkeh Turi telah menunjukkan kemajuannya masing-masing dalam tiga tahun terakhir. Untuk pilar lingkungan, keberadaan Toga sangat bermanfaat bagi masyarakat. Pemanfaatan setiap jenis obat sesuai dengan cara pemakaiannya. Ada yang diolah manual atau pemkaian langsung dan tidak dalam bentuk jamu. “Khusus untuk pertanian hidroponik, warga sudah mengonsumsi sayuran organik yang sehat. Warga tak perlu belanja sayur lagi. Uang belanja bisa dihemat,” katanya.

Untuk pilar kewirausahaan, kata Sutadi, Christin Collection menjadi UMKM yang rutin diutus Disperindag Provinsi Sumut mengikuti pameran Pesta Pulau Penang. Dikatakan Sutadi, perkembangan usaha Christin Collection terus meningkat setiap tahun, dari sisi penjualan, variasi produk kerajinan hingga warga yang terlibat sebagai pengusaha. “Saat ini sudah ada 21 warga yang terlibat. Padahal sebelumnya hanya ada delapan. Kedepannya, diharapkan pelaku UMKM semakin bertambah, khususnya pemberdayaan kepada anak-anak yangg putus sekolah,” kata Sutadi.

Lalu bagaimana dengan pilar kesehatan? Untuk pilar ini, Astra memberikan berbagai fasilitas di Posyandu seperti tenda kursi untuk ruang tunggu warga. Saat ini sedang dibangun ruang periksa. “Kampaye Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sudah dilakukan beberapa kali, agar masyarakat hidup sehat dan bersih,” ujar Sutadi.

Sedangkan untuk pilar pendidikan, Astra telah membangun beberapa fasilitas seperti tembok sekolah, memperbaiki jalan masuk ke sekolah, dan saat ini sedang membuat con blok di halaman sekolah agar lebih rapi dan tidak becek. Sebanyak 35 siswa mulai SD hingga SMA telah mendapat beasiswa yang diberi nama Beasiswa Lestari. “Harapan kami, dengan pemberian beasiswa ini, tidak ada lagi siswa yang putus sekolah,” katanya.

Dikatakan Sutadi, pihaknya juga mengapresiasi prestasi yang diraih SD Negeri 028067 sebagai Sekolah Adiwiyata Nasional dan Sekolah Bintang 1 (sekolah dengan kantin yang sehat), Ke depan, Astra akan tetap mendorong SD Negeri 028067 mendapat status sebagai Sekolah Adiwiyata Mandiri Nasional.

Sutadi menambahkan, untuk langkah ke depannya, Astra membutuh waktu untuk mentransformasi warga sederhana KBA menuju warga KBA Mandiri yang berpendidikan baik, ramah lingkungan dan sehat serta punya spirit, wawasan dan kemampuan entrepreneurship. “Kami terus mendorong warga KBA agar meraih tahapan akhir dalam pengembangan KBA yakni bintang lima. Saat ini KBA Cengkeh Turi masih berstatus bintang tiga. Jika status bintang lima ini telah tercapai, maka di tahun-tahun mendatang, KBA mampu hidup lebih baik dan bermanfaat bagi warga-warga KBA dan juga warga sekitar, bahkan lebih banyak lagi seperti spirit Catur Dharma Astra, menjadi bermanfaat bagi banyak orang, bangsa dan negara,” kata Sutadi.(*)

Penulis: Truly Okto Hasudungan Purba
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved