Breaking News:

Mengejar Bintang Lima dari KBA Cengkeh Turi Binjai Utara

Kampung Berseri Astra (KBA) merupakan program corporate social responsibility (CSR) Astra yang diimplementasikan kepada masyarakat.

TRIBUN MEDAN/TRULY OKTO PURBA
GAPURA Kampung Berseri Astra (KBA) Cengkeh Turi di Jalan Sabit, Lingkungan VI, kelurahan Cengkeh Turi, kecamatan Binjai Utara, Binjai. KBA Cengkeh Turi berdiri sejak tahun 2016. 

“Jumlahnya memang menurun di tahun ajaran 2017/2018. Tetapi ada catatan khusus. Untuk tahun ajaran 2015/2016 dan 2016/2017 siswa yang usianya kurang dari enam tahun sudah diterima. Tetapi di tahun ajaran 2017/2018 sudah ada peraturan bahwa usia minimal masuk adalah enam tahun. Kami sempat khawatir kalau jumlahnya akan berkurang kembali di tahun ajaran 2018/2019. Tetapi ternyata tidak. Jumlah siswa kelas I naik menjadi 48 orang yang kami bagi dalam dua kelas,” kata Nurhalimah.

Nurhalimah mengatakan, tahun 2016, SD Negeri 028067 menyandang status sebagai Sekolah Adiwiyata Nasional. Sekolah Adiwiyata Nasional adalah sekolah yang telah menerapkan sistem untuk mewujudkan warga sekolah yang bertanggung jawab dalam upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup melalui tata kelola sekolah yang baik untuk mendukung pembangunan berkelanjutan. Lewat program KBA, kata Nurhalimah, lingkungan SD Negeri 028067 tampil lebih asri, bersih, dan hijau. Ratusan pohon penghijauan dan bunga ditanam di lingkungan sekolah. Sebuah kolam mini berisi ikan mujahir dan kandang burung yang terletak di depan perpustakan sekolah melengkapi asrinya lingkungan sekolah.

Sementara itu di sebelah kiri pintu masuk sekolah, tembok sekolah dengan warna dasar biru diberi mural yang berisi aktivitas anak-anak dan tulisan yang sifatnya ajakan seperti: buanglah sampah pada tempatnya, saya pelopor keselamatan berlalu lintas dan yuk cuci tangan dengan air bersih dan sabun agar terhindar dari kuman dan penyakit. Di sudut kiri gambar, ada tulisan Grup Astra Medan. “Perubahan di aspek lingkungan ini ikut mengubah kebiasaan warga sekolah. Sekarang warga sekolah bersama-sama menjaga dan merawat lubang-lubang biopori, menjaga bunga dan pohon, serta memelihara ikan dan burung. Tak akan ditemukan satu helai sampah kertas atau plastik di lingkungan sekolah,” kata Nurhalimah.

DUA siswa SD Negeri 028067 memanfaatkan hari libur dengan membaca buku yang ada di Gerobak Buku.
DUA siswa SD Negeri 028067 memanfaatkan hari libur dengan membaca buku yang ada di Gerobak Buku. (TRIBUN MEDAN/HO)

Selain aspek penerimaan siswa baru dan lingkungan, aspek lainnya yang menghadirkan prestasi adalah kesehatan. Bulan Desember 2018, SD Negeri 028067 mendapat penghargaan Bintang 1 dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) Sumut sebagai sekolah dengan kantin yang sehat. “Ada lima sekolah di Binjai  yang mendapat penghargaan ini. Kami salah satunya. Kami dianggap mampu memfasilitasi peneyediaan kantin yang menyediakan makanan yang sehat untuk warga sekolah,” ujar Nurhalimah.

Nurhalimah menjelaskan, tahun 2018, pihaknya juga ikut mengajukan diri menuju status Sekolah Adiwiyata Mandiri Nasional. Status Sekolah Adiwiyata Mandiri Nasional adalah tingkatan tertinggi dari program Sekolah Adiwiyata. Tapi status tersebut belum tercapai tahun ini. Meski demikian, Nurhalimah menegaskan, dengan dukungan program-program pendidikan Astra  di sekolah yang ia pimpin, pihaknya tetap mengejar status Sekolah Mandiri tahun 2019. “Sekolah Mandiri adalah mimpi kami di tahun 2019,” kata Nurhalimah.

Nurhalimah menambahkan, selain status Sekolah Adiwiyata Mandiri nasional, mimpi lain pihaknya adalah meraih bintang lima pada pilar pendidikan KBA Cengkeh Turi. “Pilar-pilar lain tentu memimpikan bintang lima juga. Sama halnya dengan kami. Kamipun mengejar bintang lima. Kami optimistis, jika status Sekolah Adiwiyata Mandiri Nasional kami raih tahun depan, status bintang lima di KBA Cengkeh Turi juga bisa kami raih,” tegas Nurhalimah.

Empat Pilar Program CSR

KOORDINATOR Grup Astra Medan, Sutadi mengatakan, Kampung Berseri Astra (KBA) merupakan program corporate social responsibility (CSR) Astra yang diimplementasikan kepada masyarakat dengan konsep pengembangan yang mengintegrasikan empat pilar program CSR, yaitu, pendidikan, kewirausahaan, lingkungan, dan kesehatan.

Melalui program KBA ini, kata Sutadi, masyarakat dan perusahaan dapat berkolaborasi untuk bersama-sama mewujudkan wilayah yang bersih, sehat, cerdas, dan produktif sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat di wilayah KBA.

Grup Astra saat ini memiliki 77 Kampung Berseri Astra (KBA) yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia. Di Sumatera Utara, KBA berada di Lingkungan VI, kelurahan Cengkeh Turi, kecamatan Binjai Utara. Sutadi mengatakan, khusus untuk Christin Collection, Astra memilihnya sebagai mitra binaan dikarenakan usaha ini adalah benih entrepreneurship yang sudah memberdayakan warga-warga KBA sebagai pengrajin atau karyawan meski jumlahnya baru beberapa orang saat memulainya.

“Untuk tahap awal pilar kewirausahaan, Astra masih dominan di Christin Collection. Tapi sejak tahun ini, Astra sudah mengembangkan pertanian hidroponik. Harapannya, pertanian ini dapat dimanfaatkan sebagai bisnis hidroponik. Warga akan tetap dibimbing dalam mengembangkan bisnis hidroponik ini mulai dari pemilihan benih, penanaman, hingga pemasaran. Dengan demikian, nantinya benih entrepreneurship yang telah ada makin solid, bertumbuhkembang, dan bermanfaat bagi lebih banyak warga KBA,” katanya.

TEMBOK SD Negeri 028067 yang dicat dengan mural berisi persan-pesan positif.
TEMBOK SD Negeri 028067 yang dicat dengan mural berisi persan-pesan positif. (TRIBUN MEDAN/HO)

Sutadi mengatakan, secara keseluruhan perkembangan empat pilat yang ada di KBA Cengkeh Turi telah menunjukkan kemajuannya masing-masing dalam tiga tahun terakhir. Untuk pilar lingkungan, keberadaan Toga sangat bermanfaat bagi masyarakat. Pemanfaatan setiap jenis obat sesuai dengan cara pemakaiannya. Ada yang diolah manual atau pemkaian langsung dan tidak dalam bentuk jamu. “Khusus untuk pertanian hidroponik, warga sudah mengonsumsi sayuran organik yang sehat. Warga tak perlu belanja sayur lagi. Uang belanja bisa dihemat,” katanya.

Untuk pilar kewirausahaan, kata Sutadi, Christin Collection menjadi UMKM yang rutin diutus Disperindag Provinsi Sumut mengikuti pameran Pesta Pulau Penang. Dikatakan Sutadi, perkembangan usaha Christin Collection terus meningkat setiap tahun, dari sisi penjualan, variasi produk kerajinan hingga warga yang terlibat sebagai pengusaha. “Saat ini sudah ada 21 warga yang terlibat. Padahal sebelumnya hanya ada delapan. Kedepannya, diharapkan pelaku UMKM semakin bertambah, khususnya pemberdayaan kepada anak-anak yangg putus sekolah,” kata Sutadi.

Lalu bagaimana dengan pilar kesehatan? Untuk pilar ini, Astra memberikan berbagai fasilitas di Posyandu seperti tenda kursi untuk ruang tunggu warga. Saat ini sedang dibangun ruang periksa. “Kampaye Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sudah dilakukan beberapa kali, agar masyarakat hidup sehat dan bersih,” ujar Sutadi.

Sedangkan untuk pilar pendidikan, Astra telah membangun beberapa fasilitas seperti tembok sekolah, memperbaiki jalan masuk ke sekolah, dan saat ini sedang membuat con blok di halaman sekolah agar lebih rapi dan tidak becek. Sebanyak 35 siswa mulai SD hingga SMA telah mendapat beasiswa yang diberi nama Beasiswa Lestari. “Harapan kami, dengan pemberian beasiswa ini, tidak ada lagi siswa yang putus sekolah,” katanya.

Dikatakan Sutadi, pihaknya juga mengapresiasi prestasi yang diraih SD Negeri 028067 sebagai Sekolah Adiwiyata Nasional dan Sekolah Bintang 1 (sekolah dengan kantin yang sehat), Ke depan, Astra akan tetap mendorong SD Negeri 028067 mendapat status sebagai Sekolah Adiwiyata Mandiri Nasional.

Sutadi menambahkan, untuk langkah ke depannya, Astra membutuh waktu untuk mentransformasi warga sederhana KBA menuju warga KBA Mandiri yang berpendidikan baik, ramah lingkungan dan sehat serta punya spirit, wawasan dan kemampuan entrepreneurship. “Kami terus mendorong warga KBA agar meraih tahapan akhir dalam pengembangan KBA yakni bintang lima. Saat ini KBA Cengkeh Turi masih berstatus bintang tiga. Jika status bintang lima ini telah tercapai, maka di tahun-tahun mendatang, KBA mampu hidup lebih baik dan bermanfaat bagi warga-warga KBA dan juga warga sekitar, bahkan lebih banyak lagi seperti spirit Catur Dharma Astra, menjadi bermanfaat bagi banyak orang, bangsa dan negara,” kata Sutadi.(*)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved