Mengejar Bintang Lima dari KBA Cengkeh Turi Binjai Utara

Kampung Berseri Astra (KBA) merupakan program corporate social responsibility (CSR) Astra yang diimplementasikan kepada masyarakat.

TRIBUN MEDAN/TRULY OKTO PURBA
GAPURA Kampung Berseri Astra (KBA) Cengkeh Turi di Jalan Sabit, Lingkungan VI, kelurahan Cengkeh Turi, kecamatan Binjai Utara, Binjai. KBA Cengkeh Turi berdiri sejak tahun 2016. 

TRIBUN-MEDAN.COM, BINJAI - Hari Kamis (22/11/2018), pagi belum terlalu tinggi. Matahari masih malu-malu untuk muncul sempurna di kawasan Perumahan BTN Cengkeh Turi, kota Binjai, Sumatera Utara. Hembusan angin sepoi-sepoi menjadikan suasana perumahan terasa sejuk pagi itu. Belasan siswa SD  berjalan berkelompok dari berbagai gang perumahan menuju sekolah mereka di ujung kompleks. Tawa canda dan obrolan seputar kegiatan sekolah dari siswa SD tersebut meningkahi sejuknya pagi.

Di teras sebuah rumah permanen yang terletak persis di depan lapangan perumahan, suasana yang cukup riuhpun terlihat jelas. Sang empunya rumah, Siti Nurbaya Sianturi (62) terlihat sibuk mengangkat beberapa kardus dari dalam rumah ke bagasi mobil. Tiga penghuni rumah lainnya menirukan kesibukan yang sama dengan Siti, mengangkat kardus dan tas ke bagasi mobil.

Beberapa kali Siti mengangkat ponselnya dan berbicara dengan seseorang yang meneleponnya. Dalam pembicaraan lewat telepon tersebut, Siti memberitahu kalau dirinya akan berangkat hari itu juga dan sudah membawa pesanan seperti yang disyaratkan. “Hari ini saya mau ke Penang, mau ikut pameran. Tadi itu telepon dari staf Disperindag Sumut, menanyakan kapan saya berangkat dan jangan lupa membawa produk yang cukup untuk dipamerkan di Penang,” kata Siti kepada tribun-medan.com, Kamis (22/11).

Pameran yang dimaksud Siti adalah Pesta Pulau Penang, sebuah pameran industri kecil dan menengah yang cukup kesohor di Malaysia. Pameran ini dilaksanakan tanggal 23 November hingga 31 Desember 2018. Itu artinya, Siti harus merayakan Natal dan Tahun Baru di negeri orang. “Saya menjadi salah satu perwakilan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Sumut. Ini (Pesta Pulau Pinang) cukup bergengsilah. Hampir setiap tahun saya ikuti,” kata Siti.

Siti adalah pemilik Christin Collection, sebuah UMKM di bidang kerajinan tangan berbahan akrilik yang berdiri tahun 2013. Sekitar 4 x 8 meter bagian belakang rumah Siti di Perumahan BTN Cengkeh Turi dimanfaatkan sebagai ruang produksi kerajinan. Ruang produksi cukup lapang karena tidak berisi banyak perabot seperti kursi dan meja. Hanya ada empat steling ukuran sedang yang menempel di dinding belakang rumah sebagai tempat memajang produk yang sudah selesai dikerjakan.

“Sengaja tidak banyak perabot, karena pengrajin-pengrajin memang lebih senangnya duduk di lantai saat membuat kerajinan,” kata Rusmida Sianturi, menantu Siti, yang sehari-hari tinggal bersama Siti dan ikut mengurusi Christin Collection.

Selain empat steling, di dinding ruang produksi terpajang beberapa penghargaan yang pernah diraih Siti Nurbaya mulai dari penghargaan di tingkat provinsi hingga nasional. Satu penghargaan yang sangat bergengsi adalah Penghargaan Upakarti dari Pemerintah Repulik Indonesia tahun 1992. Siti “diganjar” penghargaan tersebut atas jasa pengabdiannya dalam usaha pengembangan industri kecil dan kerajinan. “Sebelumnya Christin Collection membuka kerajinan sarung bantal smock Jepang serta tas dari bahan ulos (kain Batak) dan kain katun. Tapi trend sarung bantal smock Jepang terus menurun hingga tahun 2000-an. Ibu kemudian menutup kerajinan sarung bantal smock Jepang dan beralih ke kerajinan akrilik. Tapi untuk tas berbahan ulos dan kain katun masih tetap ada sampai sekarang,” kata Rusmida.

SITI Nurbaya Sianturi, pemilik UMKM Christin Collection.
SITI Nurbaya Sianturi, pemilik UMKM Christin Collection. (TRIBUN MEDAN/HO)

Keputusan Siti untuk beralih ke kerajinan akrilik tahun 2013 ternyata tidak salah. Produk-produk kerajinan yang ia hasilkan seperti keranjang Aqua, kotak tisu, tempat permen, toples kue, dan bunga mendapat sambutan yang cukup baik di pasar lokal. Di tahap awal, Siti merekrut delapan warga setempat, yang semuanya perempuan sebagai karyawan (pengrajin). Siti mengajari langkah-langkah membuat kerajinan dengan sabar.

“Sebelumnya mereka juga sudah kerja di Christin Collection membuat sarung bantal. Tapi karena sarung bantal tidak diproduksi lagi, mereka beralih mengerjakan akrilik. Saya sengaja merekrut warga di sini, agar mereka ada tambahan keuangan. Mereka juga cukup mengerjakannya di rumah,” kata Siti dari Penang melalui panggilan WhatsApp dengan tribun-medan.com, Sabtu (29/12/2018).

Tiga tahun berjalan atau hingga tahun 2016, kerajinan akrilik produksi Christin Collection mampu menembus pasar di Sumatera Utara seperti di Medan, Binjai, dan Nias. Dalam sebulan, ratusan produk laku terjual. Mayoritas produk dijual dengan sistem penjualan offline (bertemu langsung). “Saya feeling (merasakan) kalau usaha akrilik ini menjanjikan karena langsung mengena atau dibutuhkan ibu-ibu dan remaja perempuan. Ini yang membuat saya menekuninya. Dan syukurlah, sambutan masyarakat cukup baik,” kenang Siti.

Kedatangan Astra dengan program Kampung Berseri Astra (KBA) di kelurahan Cengkeh Turi, Binjai Utara sejak tahun 2016 ikut mengubah perkembangan usaha Christin Collection. Astra memilih Christin Collection sebagai mitra binaan Grup Astra Medan dalam program KBA, khusus untuk pilar kewirausahaan. Siti mengatakan, sebagai mitra binaan, Christin Collection mendapatkan berbagai program dukungan mulai dari pelatihan keuangan dan pengembangan usaha, pemasaran produk, hingga mengikuti pameran di luar negeri.

Program pelatihan yang diterima Christin Collection antara lain pelatihan manajemen keuangan (pembukuan) pada Januari 2018 dan pelatihan pemasaran online Juni 2018. Di tahun-tahun awal berdiri, kata Siti, keuangan Christin Colletion memang dikerjakan dengan sederhana saja tanpa menggunakan prinsip-prinsip keuangan yang standar. Tetapi kini, manajemen keuangan sudah dikerjakan dengan lebih baik. Untuk pemasaran produk, Christin Collection pun mendapatkan pelatihan dari Astra tentang bagaimana caranya memanfaatkan dunia digital dalam mengembangkan usaha. “Meskipun belum segencar berjualan offline, tapi kami sudah mulai memasarkan produk kami lewat online,” terang Siti.

Melalui pelatihan pengembangan usaha, kata Siti, Christin Collection mendapatkan pengalaman berharga yakni jangan terpaku dengan produk-produk yang sudah ada saat ini. Oleh Astra, Christin Collection diminta berinovasi melahirkan produk-produk lain selain keranjang Aqua, kotak tisu, tempat permen, toples kue, dan bunga.

SUGIYANTI (kanan) dan Rusmida Sianturi mengerjakan kerajinan akrilik.
SUGIYANTI (kanan) dan Rusmida Sianturi mengerjakan kerajinan akrilik. (TRIBUN MEDAN/TRULY OKTO PURBA)

“Kami tertantang dan mengplikasikannya. Kami pelajari kebutuhan masyarakat, apalagi yang dibutuhkan selain produk yang sudah ada. Akhirnya ketemu. Kami membuat kerajinan aksesoris dari bahan kristal seperti kalung, gelang, bros, cincin, dan dompet. Bukan itu saja, produk berbahan akirilik juga kami variasikan dengan menghasilkan perlengkapan pesta suku Batak seperti tandok (tempat beras kecil) dan bahul-bahul (tempat beras besar),” katanya.

Siti mengaku, pihak Astra juga ikut membantu penjualan produk Christin Collection. Tahun 2017, Grup Astra Medan memesan keranjang Aqua, kotak tisu, tempat permen, toples kue dan bunga di 25 kantor perwakilan Astra di Sumatera Utara. “Karyawan-karyawan Astra juga ikut menjadi tim promosi produk-produk Christin Collection. Mereka memperkenalkan produk kami ke rekan-rekan mereka. Cukup banyak pesanan yang kami terima lewat cara ini, yakni pembelinya tahu karena diberitahu karyawan Astra. Pemasaran kamipun tak hanya di Sumatera Utara saja, tetapi sudah menjangkau Palembang dan komunitas-komunitas,” ujar Siti.

Dukungan yang tak kalah hebat yang didapatkan Christin Collection, kata Siti adalah mendukung Christin Collection untuk mengikuti pameran Pesta Pulau Penang di Penang, Malaysia. Tahun 2018, adalah tahun ke-3 Christin Collection mendapat dukungan Astra mengikuti Pesta Pulau Pinang. “Dari Christine Collection kami berangkat dua orang, saya dan seorang pengrajin. Dukungan yang kami terima meliputi tiket pergi pulang, pembayaran kelebihan bagasi, penginapan, dan uang saku. Secara finansial, dukungan dari Astra ini sangat membantu. Karena sudah dibantu Astra, saya bisa fokus ikut pameran dan memasarkan produk selama di Penang,” kata Siti, terharu.

Miliki 21 Karyawan, Pendapatan Naik hingga 50 Persen

HADIR selama sebulan di Penang, membuat produk Christin Collection semakin dikenal warga setempat. Tak hanya dikenal, produknya juga mendapat tempat di hati warga. Beragam pesanan dari Penang senantiasa berdatangan setelah Siti kembali ke Medan. Sadar pesanan semakin banyak, Siti tak sanggup lagi dengan keberadaan delapan pengrajin. Perlahan-perlahan, Sitipun menambah jumlah pengrajinnya.

Hingga pertengahan tahun 2018, Siti sudah mempekerjakan 21 karyawan. Dari 21 karyawan tersebut, 20 diantaranya adalah perempuan yang bertugas sebagai pengrajin, sedangkan seorang lagi adalah laki-laki yang bertugas sebagai sopir yang mengantar produk ke pasar dan pemesan langsung.

“Warga Penang dan Malaysia ternyata suka dengan produk-produk berbahan kristal seperti cincin, kalung, dan dompet. Persediaan yang saya bawa dari Binjai untuk produk ini (cincin, kalung, dan dompet) habis selama di sini. Hal ini menjadi catatan untuk kami, agar membawa persediaan dalam jumlah yang lebih besar lagi tahun depan,” kata Siti, bangga.

Tak hanya produk kerajinan kristal yang ludes terjual, pameran yang diikuti Siti tahun 2018 memberikan Siti tugas banyak di awal 2019. Pertama, dirinya mendapat pesanan dari penghias pengantin setempat untuk mengerjakan bunga jalar sepanjang 40 meter. Sebelum tanggal 15 Maret 2019, pesanan sudah harus sampai di Malaysia. Tak hanya pesanan bunga jalar, Christine Collection juga mendapat permintaan dari pelanggan di Penang untuk mengerjakan tandok, bahul-bahul, dan dompet kristal.

“Saya sudah pertimbangkan, tak cukup lagi 21 karyawan untuk mengerjakan semua pesanan yang masuk. Sesampai di Binjai awal Januari nanti, saya sudah putuskan untuk merekrut 10 pengrajin lagi. Kalau tidak, pesanan pelanggan bisa tak terkejar,” ujarnya.

Perkembangan usaha Christin Collection tak hanya dari banyaknya pesanan dan penambahan jumlah karyawan, tetapi juga dari sisi pendapatan usaha. “Bantuan pemasaran yang diberikan Astra dan dukungan mengikuti pameran di luar negeri yang berimbas kepada bertambahnya pelanggan membuat pendapatan Christin Collection naik hingga 50 persen setiap tahunnya. Khusus untuk pasar luar negeri, menyumbang pendapatan sekitar 40 persen dari seluruh total pendapatan Christin Collection setiap tahun,” katanya.

SUGIYANTI (kanan) dan Rusmida Sianturi menunjukkan produk kerajinan akrilik.
SUGIYANTI (kanan) dan Rusmida Sianturi menunjukkan produk kerajinan akrilik. (TRIBUN MEDAN/TRULY OKTO PURBA)

Siti mengaku, semua kemajuan usaha yang dirasakannya tiga tahun terakhir adalah perpaduan kerja keras orang-orang yang berada di Christin Collection dan dukungan Astra melalui program KBA. Dikatakan Siti, menjadi mitra binaan, Grup Astra Medan telah memberikan banyak pengalaman baru dan berharga bagi perkembangan usaha Christin Collection. “Tanpa Astra dan program KBA nya, kami tidak akan sebesar  ini. Kami lebih maju dari sisi pendapatan, pemasaran, dan pemberdayaan warga sekitar. Khusus untuk pemberdayaan warga sekitar, hampir semua pengrajin Christin Collection adalah warga sekitar. Untuk tambahan 10 pengrajin lagi, saya pun akan utamakan warga sekitar,” kata Siti.

Siti berharap, UMKM yang ia miliki menjadi berkat bagi warga sekitar, khususnya dalam hal kewirausahaan. Sebagai mitra binaan Grup Astra Medan, Siti menegaskan berkomitmen untuk menjalankan program-program KBA di Lingkungan VI, Cengkeh Turi Binjai Utara. “Sesuai dengan konsep pengembangan Kampung Berseri Astra, Christin Collection terus berupaya mengejar tahapan pencapaian pengembangan KBA hingga level bintang lima. Mudah-mudahan, tahun depan sudah bintang lima,” lanjutnya.

Sugiyanti: Saya Bisa Buka Kios Kecil

LAHIR dan besar di Lingkungan VI Cengkeh Turi, membuat Sugiyanti (38) sudah menganggap Christin Collection sebagai keluarga kedua. Kepada tribun-medan.com yang mewawancarainya, Sabtu (29/12/2018), Sugiyanti mengatakan, sejak dirinya masih kecil, ibunya sudah bekerja sebagai pengrajin sarung bantal smock Jepang di Christin Collection. Menginjak remaja, kata Sugiyanti, dirinya juga pernah membantu ibunya mengerjakan sarung bantal smock Jepang.

“Saya ingat, usaha Bu Siti ini sudah ada sejak akhir 1980-an. Saya juga sering ambil borongan mengerjakan sarung bantal dulunya,” kata Sugiyanti.

Selepas menikah dan punya dua anak, Sugiyanti dan suami tetap tinggal di Lingkungan VI, Cengkeh Turi. Sugiyantipun berpikir untuk memanfaatkan waktu kosongnya membantu suami dan keuangan rumah tangga. Sugiyanti sadar, dengan dua anak, penghasilan suaminya sebagai karyawan bisa masih bisa dicukup-cukupkan. “Tapi kadang kita (ibu-ibu) ini kan pengen beli sesuatu dan bawa anak jalan-jalan atau jajan. Uang dari suami kan tak mungkin diganggu lagi. Makanya saya berpikir bekerja,” kata Sugiyanti.

Agar kedua anaknya tidak terlantar, Sugiyanti pun memilih menjadi pengrajin kerajinan akrilik di Christin Collection sejak tahun 2014. Produk yang dikerjakan Sugiyanti adalah berbagai jenis bunga seperti mawar, tulip, anggrek dan chrysant. Sugiyanti bekerja Senin hingga Sabtu. Sugiyanti mengambil bahan baku dari Christin Collection dan mengerjakannya di rumah. Dalam sehari, Sugiyanti mampu mengerjakan 20 tangkai bunga.

“Sebulan saya mendapatkan gaji Rp 300 ribu. Tapi jumlah ini bisa bertambah hingga Rp 400 ribu atau Rp 500 ribu kalau sedang banyak pesanan. Tidak besar memang, tapi cukuplah untuk membantu keuangan keluarga,” kata Sugiyanti.

Sugiyanti mengatakan, tak semua penghasilannya sebagai pengrajin yang terpakai untuk kebutuhan rumah. “Masih ada yang bisa sisihkan sejak tahun 2014 hingga 2017. Jumlahnya ternyata lumayan. Saya berpikir mau diapakan. Akhirnya saya buka kios kecil tahun 2017 di depan rumah. Saya jual gula, minyak, jajanan, dan kebutuhan dapur lainnya,” kata Sugiyanti.

Sugiyanti mengaku, niatnya membuka kios kecil muncul setelah dirinya beberapa kali berdiskusi tentang pengembangan usaha bersama tim KBA yang datang berkunjung ke Christin Collection. “Saya punya uang sedikit. Sayang kalau tidak digunakan untuk hal bermanfaat. Bagaimana biar uang ini berputar, akhirnya kepikiran membuka kios. Ya, karena pernah diberitahu oleh Astra waktu meninjau Christin Collection. Akhirnya jadi semangat,” ujar Sugiyanti.

Mimpi Bersama Mengejar Bintang Lima

KEPALA Lingkungan VI, kelurahan Cengkeh Turi, kecamatan Binjai Utara, Sumatera Utara, Tri Suci Ariyati mengatakan, lingkungan yang ia pimpin mendapat kepercayaan dari Astra sebagai Kampung Berseri Astra (KBA) sejak tahun 2016. Berbagai program kegiatanpun dilaksanakan sesuai dengan konsep pengembangan yang mengintegrasikan empat pilar yakni: kewirausahaan, lingkungan, kesehatan, dan pendidikan.

Tri Suci mengatakan, dalam tiga tahun perjalanannya, ribuan warga baik warga Lingkungan VI maupun warga sekitar telah merasakan manfaat dari program KBA di wilayah yang ia pimpin. Selain memberi dukungan kepada Christin Collection untuk pilar kewirausahaan, tiga pilar lainnya tak luput dari perhatian Astra.

Di bidang kesehatan misalnya, Astra ikut membenahi Posyandu di Lingkungan VI dengan memberikan bantuan tempat tidur, lemari dan timbangan bayi. Saat ini, Astra sedang membantu pengadaan kamar periksa di Posyandu. “Dengan adanya kamar periksa ini nanti, Posyandu bisa buka lebih sering, tidak seperti sekarang, sekali seminggu,” kata Tri Suci kepada tribun-medan.com, Sabtu (29/12/2018).

Selain membenahi Posyandu, kata Tri Suci, kegiatan-kegiatan kesehatan lainnya yang diselenggarakan Astra adalah menggelar senam pagi warga, pengobatan gratis, pemeriksaan dan pemberian bantuan kacamata. Menariknya, untuk pengobatan gratis dan pemberian bantuan kacamata, tidak hanya warga Lingkungan VI saja yang menikmatinyanya, tetapi juga warga dari lingkungan lain.

SISWA SD Negeri 028067 membersihkan lingkungan sekolah.
SISWA SD Negeri 028067 membersihkan lingkungan sekolah. (TRIBUN MEDAN/HO)

Untuk pilar lingkungan, Astra mengajak warga Lingkungan VI memaksimalkan keberadaan lahan kosong dengan menanam tanaman obat keluarga (Toga), menyediakan wahana bermain di ruang terbuka hijau, dan mendukung SD Negeri 028067 sebagai Sekolah Adiwiyata Nasional. Di Toga ini, kata Tri Suci, beragam tanaman berkhasiat obat tersedia seperti kencur, sari kejibeling, kumis kucing, pohon betadin, temulawak, kunyit putih, dan serai wangi. “Kalau warga butuh obat untuk sakit ringan atau sekadar ingin menjaga kesehatan, cukup datang ke Toga saja. Tinggal petik dan olah di rumah,” kata Tri Suci.

Tri Suci mengatakan, di tahun 2018 ini, Astra memperluas cakupan program di pilar lingkungan dengan membangun pertanian hidroponik. Halaman depan rumah warga, termasuk rumah dirinya sebagai Kepling dijadikan percontohan untuk pertanian hidroponik ini. Aneka sayuran seperti kaisim dan pakcoy ditanam di beberapa rumah warga Lingkungan VI sebagai proyek percontohan.

Sedangkan untuk pilar pendidikan, Astra memberikan beasiswa kepada 35 siswa SD, SMP dan SMA yang bertempat tinggal di Lingkungan VI. Nilainya Rp 480 ribu untuk tingkat SD  per semester, Rp 630.000 untuk tingkat SMP per semester dan Rp 720 ribu untuk tingkat SMA per semester. Beasiswa ini sudah diberikan sebanyak tiga semester. Program lainnya adalah melengkapi wahana permainan di sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), membangun tembok (dinding) sekolah SD Negeri 028067, menyelenggarakan festival permainan tradisional, dan menyediakan gerobak buku.

Kepala Sekolah SD Negeri 028067 Cengkeh Turi, Binjai Utara, Nurhalimah mengatakan, keikutsertaan sekolah yang ia pimpin dalam program KBA untuk pilar pendidikan telah melahirkan banyak prestasi di berbagai aspek yakni: penerimaan siswa baru, lingkungan, dan kesehatan. Pada aspek penerimaan siswa baru, kata Nurhalimah, dalam tempat tahun terakhir, jumlah siswa baru yang mendaftar menunjukkan peningkatan. Tahun ajaran 2015/2016 jumlah siswa baru kelas I  hanya 25 orang dan tahun 2016/2017 naik menjadi 50 orang. Selanjutnya tahun 2017/2018 jumlahnya menjadi 40 orang yang dibagi dalam dua kelas.

“Jumlahnya memang menurun di tahun ajaran 2017/2018. Tetapi ada catatan khusus. Untuk tahun ajaran 2015/2016 dan 2016/2017 siswa yang usianya kurang dari enam tahun sudah diterima. Tetapi di tahun ajaran 2017/2018 sudah ada peraturan bahwa usia minimal masuk adalah enam tahun. Kami sempat khawatir kalau jumlahnya akan berkurang kembali di tahun ajaran 2018/2019. Tetapi ternyata tidak. Jumlah siswa kelas I naik menjadi 48 orang yang kami bagi dalam dua kelas,” kata Nurhalimah.

Nurhalimah mengatakan, tahun 2016, SD Negeri 028067 menyandang status sebagai Sekolah Adiwiyata Nasional. Sekolah Adiwiyata Nasional adalah sekolah yang telah menerapkan sistem untuk mewujudkan warga sekolah yang bertanggung jawab dalam upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup melalui tata kelola sekolah yang baik untuk mendukung pembangunan berkelanjutan. Lewat program KBA, kata Nurhalimah, lingkungan SD Negeri 028067 tampil lebih asri, bersih, dan hijau. Ratusan pohon penghijauan dan bunga ditanam di lingkungan sekolah. Sebuah kolam mini berisi ikan mujahir dan kandang burung yang terletak di depan perpustakan sekolah melengkapi asrinya lingkungan sekolah.

Sementara itu di sebelah kiri pintu masuk sekolah, tembok sekolah dengan warna dasar biru diberi mural yang berisi aktivitas anak-anak dan tulisan yang sifatnya ajakan seperti: buanglah sampah pada tempatnya, saya pelopor keselamatan berlalu lintas dan yuk cuci tangan dengan air bersih dan sabun agar terhindar dari kuman dan penyakit. Di sudut kiri gambar, ada tulisan Grup Astra Medan. “Perubahan di aspek lingkungan ini ikut mengubah kebiasaan warga sekolah. Sekarang warga sekolah bersama-sama menjaga dan merawat lubang-lubang biopori, menjaga bunga dan pohon, serta memelihara ikan dan burung. Tak akan ditemukan satu helai sampah kertas atau plastik di lingkungan sekolah,” kata Nurhalimah.

DUA siswa SD Negeri 028067 memanfaatkan hari libur dengan membaca buku yang ada di Gerobak Buku.
DUA siswa SD Negeri 028067 memanfaatkan hari libur dengan membaca buku yang ada di Gerobak Buku. (TRIBUN MEDAN/HO)

Selain aspek penerimaan siswa baru dan lingkungan, aspek lainnya yang menghadirkan prestasi adalah kesehatan. Bulan Desember 2018, SD Negeri 028067 mendapat penghargaan Bintang 1 dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) Sumut sebagai sekolah dengan kantin yang sehat. “Ada lima sekolah di Binjai  yang mendapat penghargaan ini. Kami salah satunya. Kami dianggap mampu memfasilitasi peneyediaan kantin yang menyediakan makanan yang sehat untuk warga sekolah,” ujar Nurhalimah.

Nurhalimah menjelaskan, tahun 2018, pihaknya juga ikut mengajukan diri menuju status Sekolah Adiwiyata Mandiri Nasional. Status Sekolah Adiwiyata Mandiri Nasional adalah tingkatan tertinggi dari program Sekolah Adiwiyata. Tapi status tersebut belum tercapai tahun ini. Meski demikian, Nurhalimah menegaskan, dengan dukungan program-program pendidikan Astra  di sekolah yang ia pimpin, pihaknya tetap mengejar status Sekolah Mandiri tahun 2019. “Sekolah Mandiri adalah mimpi kami di tahun 2019,” kata Nurhalimah.

Nurhalimah menambahkan, selain status Sekolah Adiwiyata Mandiri nasional, mimpi lain pihaknya adalah meraih bintang lima pada pilar pendidikan KBA Cengkeh Turi. “Pilar-pilar lain tentu memimpikan bintang lima juga. Sama halnya dengan kami. Kamipun mengejar bintang lima. Kami optimistis, jika status Sekolah Adiwiyata Mandiri Nasional kami raih tahun depan, status bintang lima di KBA Cengkeh Turi juga bisa kami raih,” tegas Nurhalimah.

Empat Pilar Program CSR

KOORDINATOR Grup Astra Medan, Sutadi mengatakan, Kampung Berseri Astra (KBA) merupakan program corporate social responsibility (CSR) Astra yang diimplementasikan kepada masyarakat dengan konsep pengembangan yang mengintegrasikan empat pilar program CSR, yaitu, pendidikan, kewirausahaan, lingkungan, dan kesehatan.

Melalui program KBA ini, kata Sutadi, masyarakat dan perusahaan dapat berkolaborasi untuk bersama-sama mewujudkan wilayah yang bersih, sehat, cerdas, dan produktif sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat di wilayah KBA.

Grup Astra saat ini memiliki 77 Kampung Berseri Astra (KBA) yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia. Di Sumatera Utara, KBA berada di Lingkungan VI, kelurahan Cengkeh Turi, kecamatan Binjai Utara. Sutadi mengatakan, khusus untuk Christin Collection, Astra memilihnya sebagai mitra binaan dikarenakan usaha ini adalah benih entrepreneurship yang sudah memberdayakan warga-warga KBA sebagai pengrajin atau karyawan meski jumlahnya baru beberapa orang saat memulainya.

“Untuk tahap awal pilar kewirausahaan, Astra masih dominan di Christin Collection. Tapi sejak tahun ini, Astra sudah mengembangkan pertanian hidroponik. Harapannya, pertanian ini dapat dimanfaatkan sebagai bisnis hidroponik. Warga akan tetap dibimbing dalam mengembangkan bisnis hidroponik ini mulai dari pemilihan benih, penanaman, hingga pemasaran. Dengan demikian, nantinya benih entrepreneurship yang telah ada makin solid, bertumbuhkembang, dan bermanfaat bagi lebih banyak warga KBA,” katanya.

TEMBOK SD Negeri 028067 yang dicat dengan mural berisi persan-pesan positif.
TEMBOK SD Negeri 028067 yang dicat dengan mural berisi persan-pesan positif. (TRIBUN MEDAN/HO)

Sutadi mengatakan, secara keseluruhan perkembangan empat pilat yang ada di KBA Cengkeh Turi telah menunjukkan kemajuannya masing-masing dalam tiga tahun terakhir. Untuk pilar lingkungan, keberadaan Toga sangat bermanfaat bagi masyarakat. Pemanfaatan setiap jenis obat sesuai dengan cara pemakaiannya. Ada yang diolah manual atau pemkaian langsung dan tidak dalam bentuk jamu. “Khusus untuk pertanian hidroponik, warga sudah mengonsumsi sayuran organik yang sehat. Warga tak perlu belanja sayur lagi. Uang belanja bisa dihemat,” katanya.

Untuk pilar kewirausahaan, kata Sutadi, Christin Collection menjadi UMKM yang rutin diutus Disperindag Provinsi Sumut mengikuti pameran Pesta Pulau Penang. Dikatakan Sutadi, perkembangan usaha Christin Collection terus meningkat setiap tahun, dari sisi penjualan, variasi produk kerajinan hingga warga yang terlibat sebagai pengusaha. “Saat ini sudah ada 21 warga yang terlibat. Padahal sebelumnya hanya ada delapan. Kedepannya, diharapkan pelaku UMKM semakin bertambah, khususnya pemberdayaan kepada anak-anak yangg putus sekolah,” kata Sutadi.

Lalu bagaimana dengan pilar kesehatan? Untuk pilar ini, Astra memberikan berbagai fasilitas di Posyandu seperti tenda kursi untuk ruang tunggu warga. Saat ini sedang dibangun ruang periksa. “Kampaye Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sudah dilakukan beberapa kali, agar masyarakat hidup sehat dan bersih,” ujar Sutadi.

Sedangkan untuk pilar pendidikan, Astra telah membangun beberapa fasilitas seperti tembok sekolah, memperbaiki jalan masuk ke sekolah, dan saat ini sedang membuat con blok di halaman sekolah agar lebih rapi dan tidak becek. Sebanyak 35 siswa mulai SD hingga SMA telah mendapat beasiswa yang diberi nama Beasiswa Lestari. “Harapan kami, dengan pemberian beasiswa ini, tidak ada lagi siswa yang putus sekolah,” katanya.

Dikatakan Sutadi, pihaknya juga mengapresiasi prestasi yang diraih SD Negeri 028067 sebagai Sekolah Adiwiyata Nasional dan Sekolah Bintang 1 (sekolah dengan kantin yang sehat), Ke depan, Astra akan tetap mendorong SD Negeri 028067 mendapat status sebagai Sekolah Adiwiyata Mandiri Nasional.

Sutadi menambahkan, untuk langkah ke depannya, Astra membutuh waktu untuk mentransformasi warga sederhana KBA menuju warga KBA Mandiri yang berpendidikan baik, ramah lingkungan dan sehat serta punya spirit, wawasan dan kemampuan entrepreneurship. “Kami terus mendorong warga KBA agar meraih tahapan akhir dalam pengembangan KBA yakni bintang lima. Saat ini KBA Cengkeh Turi masih berstatus bintang tiga. Jika status bintang lima ini telah tercapai, maka di tahun-tahun mendatang, KBA mampu hidup lebih baik dan bermanfaat bagi warga-warga KBA dan juga warga sekitar, bahkan lebih banyak lagi seperti spirit Catur Dharma Astra, menjadi bermanfaat bagi banyak orang, bangsa dan negara,” kata Sutadi.(*)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved