Wisatawan Padati Berastagi, Satlantas Polres Tanah Karo Lakukan Sistem Buka Tutup Jalur

Setiap masuk musim libur kawasan wisata Berastagi selalu diburu oleh wisatawan untuk menghabiskan waktu

Wisatawan Padati Berastagi, Satlantas Polres Tanah Karo Lakukan Sistem Buka Tutup Jalur
TRIBUN MEDAN/MUHAMMAD NASRUL
Kasat Lantas Polres Tanah Karo AKP Edward Simamora, mengatur arus lalulintas di seputar Tugu Perjuangan, Berastagi, Selasa (1/1/2019). Tepat di hari libur tahun baru ini, peningkatan volume kendaraan yang masuk ke Berastagi sebanyak 40 hingga 50 persen. 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Muhammad Nasrul

TRIBUN-MEDAN.com, BERASTAGI - Setiap masuk musim libur kawasan wisata Berastagi selalu diburu oleh wisatawan untuk menghabiskan waktu. 

Dengan banyaknya wisatawan yang masuk ke Berastagi, lalulintaspun ikut berimbas semakin padat.

Seperti amatan Tribun-Medan.com, Selasa (1/1/2019) sore, tepat di Tugu Juang Berastagi, kondisi lalulintas di kawasan tersebut terlihat padat merayap. Tampak ratusan kendaraan roda dua hingga roda empat, dari arah Kabanjahe maupun Medan mengular hingga belasan kilometer.

Menurut keterangan dari Kasat Lantas Polres Tanah Karo AKP Edward Simamora, jumlah volume kendaraan yang masuk kali ini meningkat sekitar 40 hingga 50 persen dari hari biasanya. Dirinya menyebutkan, antrean kendaraan ini mengular mulai Pasar Roga, Berastagi, hingga ke kawasan Panatapan.

"Seperti kita ketahui, hari ini merupakan libur nasional tahun baru, jadi banyak wisatawan yang datang berlibur ke sini. Selain itu, masyarakat yang kemarin mudik ke berbagai daerah mungkin sudah banyak yang kembali dan melintas di sini, jadi volume kendaraannya meningkat," ujar Edward.

Saat ditemui di lapangan, Edward beserta beberapa personel lainnya terlihat sibuk mengatur arus kendaraan yang akan masuk maupun keluar dari Berastagi.

Dirinya mengungkapkan, di seputar jalan lintas dari Kota Medan hingga Berastagi terdapat beberapa titik simpul kemacetan. Di antaranya, kawasan Panatapan, Peceren, Bukit Kubu, Tugu Perjuangan Berastagi, Tugu Kol Berastagi, Hingga Pasar Roga Berastagi.

"Kalau di tugu ini kan memang banyak wisatawan yang menuju ke sini, karena pusat wisata ada di sini. Kalau di Bukit Kubu karena banyak yang keluar masuk tempat wisata itu, sementara di Peceren memang terkenal tempat wisatawan memburu makanan," katanya.

Untuk itu, sebagai langkah mengurai kemacetan pihaknya membuat rekayasa lalulintas dengan sistem buka tutup di kawasan Tugu Perjuangan. 

Selain itu, berdasarkan informasi sebelumnya pihaknya juga telah menyediakan papan informasi tentang jalur alternatif di seputar Berastagi.

"Karena memang di sini simpul kemacetannya, jadi kita terus berjaga-jaga dan harus membuat sistem buka tutup. Nah kalau di kawasan Bukit Kubu dan Micky Holiday macet, pengendara kita alihkan ke jalur alternatif via Jaranguda menuju simpang Pelawi," pungkasnya. 

(cr4/tribun-medan.com) 

Penulis: Muhammad Nasrul
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved