Jalur Tol Sei Rampah-Tebingtinggi Ditutup untuk Persiapan Uji Laik, Ini Alasannya

Besok kami akan mulai perapihan sisa konstruksi. Karena Minggu depan, tim Uji Laik Fungsi dari Kementrian sudah turun ke Lapangan.

Jalur Tol Sei Rampah-Tebingtinggi Ditutup untuk Persiapan Uji Laik, Ini Alasannya
TRIBUN MEDAN/HO PT JASA MARGA
Jalur Tol Sei Rampah-Tebingtinggi ditutup untuk dilakukan persiapan uji laik. 

Laporan Wartawan Tribun Medan / M Andimaz Kahfi

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Ruas Tol Sei Rampah-Tebing Tinggi kembali ditutup.

Penutupan gerbang tol akan dilakukan pihak Jasa Marga Kualanamu Tol (JMKT) hari ini pada pukul 21.00 WIB.

Direktur Teknik dan Operasi PT Jasa Marga Kualanamu Tol Agus Choliq mengatakan penutupan tol ini untuk persiapan uji laik.

"Ruas Tol Sei Rampah-Tebing Tinggi sebelumnya dibuka untuk difungsikan selama libur Natal dan Tahun Baru. Memang izin kita (fungsional) sampai hari ini," kata Agus, Rabu (2/1/2019)

"Besok kami akan mulai perapihan sisa konstruksi. Karena Minggu depan, tim Uji Laik Fungsi dari Kementrian sudah turun ke Lapangan," sambungnya.

Setelah ditutup nanti malam, pengendara hanya bisa keluar atau masuk dari gerbang Sei Rampah. Hingga saat ini seluruh konstruksi ruas tol Sei Rampah-Tebing Tinggi sudah rampung. Petugas tinggal merapikan beberapa titik saja.

Masih kata Agus, karena nanti tim uji laik, akan melakukan pengecekan dari sisi keselamatan. Mulai dari rambu, marka jalan, reflektor. Itu jadi indikator uji laik. Rencananya, setelah uji laik, ruas tol itu akan dioperasikan secara penuh pada Februari 2019.

Sebelumnya jalur Tol sempat difungsikan pada 24 Desember 2018, tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi (MKTT) mengalami peningkatan traffik.

JMKT mencatat, rata-rata 49 ribu kendaraan per hari yang masuk melintasi MKTT. selama masa libur natal dan tahun baru.

"Jumlah ini meningkat ketimbang hari biasa. Peningkatannya mencapai angka 90 persen. Karena pada hari biasa tol hanya dilintasi rata-rata 29 ribu kendaraan per hari," paparnya.

Lebih lanjut, Agus menambahkan bahwa di masa libur Natal dan Tahun Baru, belum ada kendala berarti di ruas tol MKTT. Hanya saja sering kali para pengendara lupa melakukan top up saldo. Sehingga menyebabkan terjadinya kemacetan panjang di pintu tol.

"Harusnya kalau mau top up jangan di lakukan di pintu tol. Supaya jangan menimbulkan kemacetan. Kita terus melakukan sosialisasi kepada pengendara agar kejadian serupa tidak terulang," jelas Agus.

(cr9/tribun-medan.com)

Penulis: M.Andimaz Kahfi
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved