Kelabui Sejumlah Pemuda Menjadi PNS, Suparman Dibui Dua Tahun 10 Bulan

Padahal Suparman sendiri mengetahui bahwa Gani dkk bukan orang-orang yang punya wewenang melakukan penerimaan PNS.

Kelabui Sejumlah Pemuda Menjadi PNS, Suparman Dibui Dua Tahun 10 Bulan
TRIBUN MEDAN/ALIJA MAGRIBI
Iming-imingi sejumlah pemuda menjadi PNS, Suparman divonis dua tahun 10 bulan oleh Hakim Pengadilan Negeri Medan, Rabu (2/1/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Alija Magribi

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Iming-imingi bisa memasukkan sejumlah orang menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Pemkab Batubara, Suparman Ali Said (58), dinyatakan bersalah oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Medan yang dipimpin Tengku Oyong. Suparman divonis 2 tahun, 10 bulan penjara.

Tengku Oyong yang membacakan amar putusan, mengatakan terdakwa Suparman terbukti ikut membantu melakukan penipuan masuk CPNS yang diotaki Gani dkk (Tersangka Polres Batubara).

Padahal Suparman sendiri mengetahui bahwa Gani dkk bukan orang-orang yang punya wewenang melakukan penerimaan PNS.

"hal-hal yang memberatkan perbuatan terdakwa karena telah merugikan orang lain, merusak kepercayaan masyarakat terhadap penerimaan PNS di negara ini dan belum terjadi perdamaian," ucap Hakim Tengku Oyong.

Perbuatan terdakwa disebutkan Hakim telah terbukti bersalah sebagaimana pasal primer yang didakwakan JPU Anwar Ketaren. Suparman melanggar pasal 378 KUHP Jo.pasal 56 ayat (1) ke-1 KUHP sehingga harus dihukum sesuai perbuatannya.

Meski putusan tersebut jatuh lebih rendah dari tuntutan JPU yang menuntutnya dengan pidana penjara 3 tahun 6 bulan, Suparman tetap menyatakan pikir-pikir.

"Pikir-pikir pak hakim. Nanti saya serahkan semuanya ke penasihat hukum saya," ucapnya dalam persidangan yang berlangsung Rabu (2/1/2019)

Dalam kasus ini Suparman terbukti melakukan aksi calo penerimaan PNS tersebut bersama rekannya Ernaetty Parinduri (berkas terpisah), kurun waktu 2014, 2015 dan 2016, yang mana korbannya berjumlah 6 orang. Total uang yang berhasil dihimpun Suparman kala itu mencapai Rp 700 juta lebih.

Besaran uang yang diterima pensiunan PT Inalum menjadikan seseorang sebagai PNS di Kabupaten Batubara ini disesuaikan jenjang pendidikan. Untuk tamatan Sarjana (S1) dan Diploma (D3), Suparman meminta Rp 150 juta sementara untuk lulusan SMA senilai Rp 100 juta.

Usai sidang, Dedi Suheri SH, penasihat hukum terdakwa kepada Tribun Medan mengatakan bahwa sebenarnya kliennya tersebut adalah korban. Lantaran imbuhnya, Suparman terpaksa mengganti sebagian uang dari Rp 700 juta tersebut yang telah diserahkan kepada Gani.

"Pak Parman terpaksa menjual tanahnya senilai Rp 200 juta lebih untuk membayar uang para korban dari Rp 700 juta yang sudah diserahkannya kepada Gani, sementara pak Parman ini baru diupah Rp 70 juta. Kan rugi berarti kan," ucap Dedi.

Dedi juga meminta kasus penipuan penerimaan CPNS ini tak berhenti pada kliennya. Penegakkan hukum juga harus dirasakan oleh Gani dan rekan rekannya.

"Kita minta si Gani dan kawan-kawannya itu, yang sudah ditangkap oleh Polres Batubara agar dinaikkan perkaranya ke tingkat pengadilan, kalau bisa di PN Medan. Jangan dipendam, lantaran kita ketahui dia itu sempat jadi tim sukses pasangan calon Bupati Batubara kemarin," pungkas Dedi

(cr15/tribun-medan.com)

Penulis: Alija Magribi
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved