Petinggi Partainya Minta Kontrak Proyek, Mahathir Tolak dan Akan Hukum yang Lakukan Korupsi

Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad berkata, dia mempunyai satu keinginan besar pada Tahun Baru ini

Petinggi Partainya Minta Kontrak Proyek, Mahathir Tolak dan Akan Hukum yang Lakukan Korupsi
REUTERS
Kemenangan oposisi Malaysia tidak bisa dilepaskan dari peran Mahathir Mohamad. 

TRIBUN-MEDAN.com - Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad berkata, dia mempunyai satu keinginan besar pada Tahun Baru ini. Apa itu?

Dalam wawancara dengan Sin Chew Daily dilansir Straits Times Rabu (2/1/2019), Mahathir mengungkapkan dia ingin membersihkan korupsi dari Malaysia.

PM berusia 93 tahun itu menjelaskan pemerintahan sebelumnya yang dipimpin Najib Razak jatuh akibat korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan.

Karena itu, menurut Mahathir aksi bersih-bersih korupsi menjadi prioritas pemerintahan koalisi Pakatan Harapan yang sudah berusia tujuh bulan itu.

"Kami harus menghindari korupsi. Karena itu, kami bakal menindak siapapun yang melakukannya. Bahkan jika itu adalah pejabat tinggi," tegasnya.

Mahathir berujar, setiap orang harus tunduk kepada hukum. 

Mulai dari pemerintah hingga warga sipil biasa. Sebab jika tidak, maka sistemnya bakal rusak.

PM yang pernah menjabat pada 1981 hingga 2003 itu mengatakan pemerintahan Pakatan datang dengan tujuan memulihkan tata kelola dan membawa reformasi.

Karena itu selama tujuh bulan terakhir, pemerintahan Pakatan mengeksekusi setiap kebijakan dengan mulus, dan melakukan bersih-bersih demi terwujudnya "Malaysia Baru".

Dia menjelaskan telah memerintahkan untuk tak lagi memberikan kontrak atau mengangkat anggota partai sebagai pejabat negara.

Halaman
12
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved