Diet Mediterania Jadi Metode Diet Terbaik untuk 2019, Ini Alasannya Menurut Para Ahli

Sejumlah ahli gizi dan spesialis diabetes, ahli jantung dan ahli penurunan berat badan yang tergabung dalam satu panel menganalisa 41 jenis diet.

SHUTTERSTOCK
Ilustrasi 

Sejumlah ahli gizi dan spesialis diabetes, ahli jantung dan ahli penurunan berat badan yang tergabung dalam satu panel menganalisa 41 jenis diet yang beredar di masyarakat.

TRIBUN-MEDAN.com - Setiap tahun, U.S. News and World Report merilis jenis diet terbaik untuk setahun ke depan.

Untuk 2019 ini, diet Mediterania berada di peringkat pertama.

Sejumlah ahli gizi dan spesialis diabetes, ahli jantung dan ahli penurunan berat badan yang tergabung dalam satu panel menganalisa 41 jenis diet yang beredar di masyarakat.

Diet Mediterania pun berada di peringkat pertama untuk beberapa kategori, termasuk kategori diet sehat bagi jantung terbaik dan kategori diet berbasis tanaman terbaik.

Baca: Kabar Terbaru Habib Rizieq Shihab di Arab Saudi, Ini Pesan yang Disampaikannya

Baca: Doni Monardo, Jenderal Bintang Tiga yang Jadi Bakal Calon Kepala BNPB, Ini Rekam Jejaknya

Baca: Ustaz Abdul Somad Menegur 5 Jemaah yang Tiduran: Ustaz Lain Bisa Kalian Main-mainkan, Aku Jangan

Baca: Mengulik 7 Fakta Hubungan Irish Bella dan Ammar Zoni, Kini Sudah Mulai Terbuka ke Publik

Baca: Hovonly Simbolon, Mahasiswi yang Dibakar Mantan Pacar Telah Meninggal, Keluarga Masih Berutang

Baca: Sule Posting Foto Pegang Tangan Perempuan Cantik, Inilah Deretan Foto-foto Naomi nan Rupawan

Baca: Ragam Zodiak yang Akan Dapatkan Keberuntungan dan Kejutan Manis di Tahun 2019, Apakah Kamu Termasuk?

Apa alasan jenis diet ini kemudian keluar sebagai jawaranya?

Berikut penjelasannya, seperti dilansir dari laman Insider.

1. Kaya buah dan sayur

Diet Mediterania kaya akan buah-buahan dan sayuran segar serta rendah daging merah dan gula.

Konsep diet ini datang dari negara-negara yang berbatasan dengan laut Mediterania, di mana orang-orang di sana sejarahnya mengkonsumsi makanan kaya akan lemak sehat dan kacang-kacangan.

Harvard School of Public Health dan sebuah lembaga pemikir Oldways kemudian menyusun program diet dari prinsip pola makan orang-orang di negara tersebut.

Tidak seperti diet ketat keto atau Atkins, diet Mediterania cenderung seimbang dan masih memperbolehkan pelakunya untuk mengkonsumsi makanan yang bervariasi namun tetap moderat.

Baca: Daftar Merek Handphone yang Tak Bisa Lagi Gunakan WhatsApp per Januari 2019, Yuk Cek Handphonemu

Baca: Pilih Satu Senyuman yang Kamu Anggap Palsu dari 6 Gambar Berikut, Jawabannya Ungkap Kepribadianmu

Baca: Udar 5 Fakta terkait Longsor Sukabumi, Kisah Saksi Mata hingga Update Jumlah Korban Jiwa

Baca: Dwi Saputra, Pelajar SMK yang Jadi Korban Begal Meninggal Dunia, Ini Kronologinya

Baca: Mengaku Alami Pelecehan Seksual, Aktivis Mesir Amal Fathy Malah Ditangkap

Baca: 4 Ramalan Baba Vanga di Tahun 2019, Mulai Putin akan Diserang hingga Kejatuhan Perekonomian

Baca: Polisi Bripka Matheus Ditemukan Tewas dengan Luka Tembak, Sempat Dikira Letusan Petasan

Faktanya, diet ini sehat bagi kebanyakan orang termasuk anak-anak dan orang tua.

Beberapa makanan yang dianggap mampu meningkatkan kesehatan di antaranya roti biji-bijian utuh, buah segar, salad, kacang, minyak zaitun, dan salmon.

2. Membantu menurunkan berat badan

Diet Mediterania juga dinilai dapat membantu menurunkan berat badan, meningkatkan kesehatan jantung dan mencegah diabetes.

Sebab diet ini banyak menyertakan makanan non-olahan dan bahan-bahan makanan segar.

Baca: Kenakan Busana Nuansa Emas dengan Model Sisik Ikan, Titi DJ Bilang Diundang Aquaman Tahun Baruan

Baca: Viral Awan Menyerupai Gelombang Tsunami di Langit Makassar, Begini Penjelasan BMKG

Baca: Reaksi Menohok Menteri Agama Lukman Hakim saat Dituduh Pencitraan soal Mobilnya yang Mogok

Baca: Dua Pramugari Cantik Ini Kisahkan Makanan Favorit Jokowi dan Makanan Rahasia Sang Presiden

Baca: Viral Video Pengemudi Mobil Marah-marah dan Menantang Anggota TNI, Berlanjut Permintaan Maaf

Baca: 4 Shio yang Kurang Beruntung di Tahun Babi Tanah, Yuk Cek Apakah Shio Milikmu Termasuk

Baca: Tatkala Istri Menangkap Basah Suami dengan Perempuan Lain, Batu Besar Dilemparkan ke Kaca Mobil

Karena fokus pada lemak baik, seperti minyak zaitun, alpukat dan salmon, maka diet ini juga bisa menurunkan kolesterol jahat sebagai salah satu pemicu utama penyakit jantung.

Diet mediterania sangat sedikit menyertakan lemak jenuh dan lemak trans, dua jenis lemak yang berkontribusi terhadap penyakit jantung.

Menjalani diet ini juga bisa membantu mencegah penyakit kognitif, seperti Alzheimer dan Parkinson bahkan kanker payudara.
Artikel ini telah tayang di Tribunjogja.com dengan judul  Diet Ini Diprediksi Jadi Diet Terbaik 2019
Editor: Randy P.F Hutagaol
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved