Breaking News:

Lintasi Jembatan Sidua-dua Pengendara Harus Ekstra Hati-hati, Ada Lumpur 10 Centimeter

Empat alat berat terdiri dari dua loader dan dua beko masih siaga sekaligus beroperasi di Jembatan Sidua-dua

Tribun Medan/Arjuna Bakkara
Warga dan sejumlah organisasi kepemudaan (OKP) membantu pengendara yang tergelincir akibat material lumpur di Jembatan Sidua-dua, Parapat, Jumat (4/1/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Arjuna Bakkara

TRIBUN-MEDAN.COM, PARAPAT - Empat alat berat terdiri dari dua loader dan dua beko masih siaga sekaligus beroperasi di Jembatan Sidua-dua (Kembar), Nagori Sibaganding, Parapat, Jumat (4/1/2019). 

Keempat alat berat tersebut dioperasikan mengeruk serta mendorong material lumpur akibat longsor yang berasal dari Bangu Dolok Parapat.

Pada Pagi, sekitar pukul 08.30 WIB, jalan Lintas Sumatera di sepanjang Kota Parapat, sempat mengular, dan kendaraan "lumpuh" tidak bergerak, Jumat (4/1/2019). 

Arus lalu lintas sempat macet hingga Jembatan Si Sera-sera, akibat material longsor yang terus menutupi badan jalan, tepatnya di Jembatan Kembar (Sidua-dua), Nagori Sibaganding, Parapat.

Kendaraan pun menjadi berlapis-lapis. Pelekerjaan pengerukan tanah lumpur yang menutupi jembatan Sidua-dua Sibaganding Parapat dilaksanakan pukul 09.47 WIB Jalan Sisingamangaraja pada pukul 08.47 pun merayap.

Kapolsek Parapat, Bambang Priyatno mengatakan jalur terpaksa buka tutup. 

Karena longsoran menutupi jembatan, sehingga alat berat terkadang diarahkan ke material longsor yang terus menerus turun.

Kendaraan diberlakukan satu arah. Untuk Kendaraan yang datang dari Siantar menuju Parapat dialihkan seperti biasa melalui Simpang Palang lewat Sitahuan dan keluar dari Sipangan Bolon Parapat.

Sedangkan yang dari Tobasa menuju Siantar, seperti biasa dari Parapat dan melintasi Jembatan Sidua-dua.

Amatan Tribun, seluruh stakeholder, masyarakat bahu membahu. Bagi organisaai kepemudaan lintas element ikut menjaga serta menertibkan pengendara.

Warga Parapat, juga membantu kepolisian nenanggulangi longsor. 

Masing-masing mengambil peran, baik mulai dari menyediakan makanan bagi relawan yang memantau longsor.

Warga, sekaligus relawan, Haryanto Sinaga yang ikut memantau menganjurkan agar pengendara berhati-hati ketika melintas. Lumpur setebal 10 senti meter menyulitkan kendaraan melintas.

"Lumpur di aspal tebal, meski terus dikeruk. Sebab, material lumpur terus menuruni bukit menuju jembatan,"tambahnya.

Pengendara sepeda motor juga sempat tergelincir akibat lumpur disaspal. Padahal warga yang berjaga terus berupaya membantu, namun satu unit sepeda motor tergelincir.

TNI/Polri tampak bersibergi mengurai kemacetan. Sebagian dari mereka dikirim ke titik awal longsor di Bukit Bangun Dolok memonitor situasi lapangan. 

Ketika terjadi tanda akan ada bahaya, maka mereka langsung memberitahukan ke petugas yang berjag di jalan untuk menghentikan kendaraan, sehingga tidak terjebak longsor. 

(Jun-tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved