Pascalongsor di Jembatan Kembar, JR Ungkap Mata Air di Atas Bukit yang Terus Keluar Mendorong Lumpur

Di atas bukit tempat terjadinya longsor, ada mata air yang terus keluar dan mendorong lumpur ke bawah.

Pascalongsor di Jembatan Kembar, JR Ungkap Mata Air di Atas Bukit yang Terus Keluar Mendorong Lumpur
TRIBUN MEDAN/ARJUNA BAKKARA
Alat berat sedang dioperasikan mengeruk material lumpur di Jembatan Sidua-dua, Parapat, Jumat (4/1/2019) 

Laporan Wartawan Tribun Medan / M Andimaz Kahfi

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Petugas gabungan terus melakukan pembersihan material-material lumpur pascalongsor yang terjadi di Jembatan Kembar Pabrik Ganjang (Sidua-dua), Kecamatan Girsang Sipanganbolon, Kabupaten Simalungun pada Kamis (3/1/2019) kemarin.

Selain petugas gabungan, beberapa alat berat serta mobil petugas pemadam kebakaran juga diturunkan untuk membantu proses pembersihan lumpur, untuk mempercepat proses arus lalu lintas di kawasan tersebut.

Bupati Simalungun, Jopinus Ramli (JR) Saragih yang ikut meninjau lokasi longsor tersebut mengatakan bahwa pihaknya telah mengecek lokasi terjadinya longsor.

Mereka melihat bahwa di atas bukit tempat terjadinya longsor, ada mata air yang terus keluar dan mendorong lumpur ke bawah.

Untuk itu, pihaknya akan mencoba mengalihkan air-air tersebut agar tidak turun ke bawah supaya mempermudah proses evakuasi.

"Pertama kita akan alihkan dulu air itu dan itu jangka pendek kita yang kedua harus ada penahan apakah akan kita letak tanah dalam karung untuk menahan debit air. Itulah upaya kita agar sementara lumpur yang menggangu jalan bisa teratasi," kata JR, Sabtu (5/1/2019)

JR menambahkan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara untuk percepatan agar jalan lintas provinsi cepat selesai.

"Saya berharap pengerjaan dan pembersihan cepat selesai. Agar pengendara kendaraan bermotor bisa dengan nyaman melintas di jalan ini," harap JR.

Sementara itu, Camat Girsang Sipanganbolon, Boas Manik mengatakan bahwa saat ini petugas telah melakukan buka tutup arus lalu lintas, karena proses evakuasi sedang berjalan.

"Kita masih berlakukan arus buka tutup jalan dan petugas kepolisian juga telah melakukan pengalihan jalur alternatif kepada masyarakat yang melihat di kawasan tersebut," tutup Boas.

(cr9/tribun-medan.com)

Penulis: M.Andimaz Kahfi
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved