Edisi Eksklusif

Timbul Lubang Menganga, 4 Warga Kecamatan Medan Barat Diduga Alami Malapraktik Pasca-suntik KB

Empat warga di Jalan Karya Cilincing Gang Kartini Lorong 25, Kecamatan Medan Barat, diduga menjadi korban malapraktik di klinik berinisial M

Ist
Ilustrasi suntik KB 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Azis Husein Hasibuan

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Empat warga di Jalan Karya Cilincing Gang Kartini Lorong 25, Kecamatan Medan Barat, diduga menjadi korban malapraktik di klinik berinisial M.

Satu di antara korban adalah Novi Rahma Pratama.

Saat berbincang dengan Tribun Medan, Novi mengaku merasa sakit pasca-mendapat suntik keluarga berencara (KB) sekitar tiga bulan lalu.

Ia pun harus merogoh kocek yang dalam untuk biaya pengobatan.

"Awalnya kan suntik KB, terus kok sakit. Tapi enggak ambil open (tak ambil pusing). Biasanya enggak sakit. Pas kebetulan anak sakit dan dibawa ke rumah sakit. Pulang rumah sakit, kok makin sakit, pas diraba ternyata bengkak," katanya saat dikunjungi Tribun Medan, Senin (10/12/2018) lalu.

Novi bercerita, setelah merasakan sakit dan bengkak tersebut, ia kembali berobat ke klinik berinisial M tersebut.

Memiliki latar belakang bidan, Novi menduga bahwa bengkak di pantatnya adalah abses (radang jaringan tubuh).

"Saya tanya, apa ini abses? Dia bilang, oh iya ya kak. Lalu disuntik supaya katanya enggak jadi. Lalu selama tiga bulan itulah saya bolak-balik berobat dan bayar," jelasnya.

Tonton video;

Ayo subscribe channel YouTube Tribun MedanTV

Akibat bengkak tersebut, Novi mengalami panas demam selama dua bulan.

Pun begitu, ia tetap menjalankan pengobatan di klinik M. Hingga sebulan lalu, bengkak tersebut semakin besar dan hampir pecah.

"Bengkaknya menganga. Lalu uwak saya yang kebetulan kerja di puskesmas nyuruh dibedah dan dikeluarkan jaringan matinya. Sampai sekarang masih bolong," kata Novi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved