Tujuh Profesi yang Terancam Kemajuan Teknologi, Digantikan Algoritma Matematika

"Pekerjaan apa pun yang rutin dan dapat ditebak akan dilakukan melalui algoritma matematika dalam lima atau sepuluh tahun lagi."

Tujuh Profesi yang Terancam Kemajuan Teknologi, Digantikan Algoritma Matematika
tribunnews
Ilustrasi Polantas, satu pekerjaan yang bakal tergusur kemajuan teknologi 

Meskipun demikian kebutuhan akan dokter dan paramedik di ruang gawat darurat akan berlanjut, di samping juga para spesialis seperti ahli bedah, katanya.

2. Pengacara

Pugliano percaya akan berkurangnya jumlah pengacara yang menangani pemrosesan dokumen dan pekerjaan rutin di masa depan.

Pekerjaan hukum yang kurang memerlukan pengalaman dan spesialisasi kemungkinan akan digantikan dengan perangkat lunak komputer.

Berdasarkan tabel tarif IAI, untuk bangunan senilai Rp 200 juta, tarif jasa seorang arsitek mencapai Rp 5 juta dan seterusnya sesuai kategori bangunan.
Ilustrasi arsitek (www.shutterstock.com)

3. Arsitek

Merancang bangunan sederhana sudah bisa dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak.

Pugliano yakin di masa depan, hanya arsitek dengan keterampilan kreatif dan artistik yang akan bertahan.

4. Akuntan

Orang-orang yang mengkhususkan diri pada subjek pajak rumit akan bertahan, kata Pugliano.

Sementara yang melakukan pekerjaan pajak rutin akan menghilang karena kurangnya permintaan.

Halaman
1234
Editor: Tariden Turnip
Sumber: bbc
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved