Edisi Eksklusif

Dugaan Malapraktik Klinik di Medan Barat, DPRD: Sang Pemilik Selalu Mengelak saat Disambangi!

Dijelaskan Rajudin, Dinas Kesehatan pernah menyambangi klinik yang berada di Kecamatan Medan Barat itu, namun pemilik tak ada di lokasi

Ist
Ilustrasi suntik KB 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Azis Husein Hasibuan

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Pemilik Klinik M ternyata kerap menuai protes dari pasien. Hal ini pun diketahui oleh anggota DPRD Medan Rajudin Sagala, bahkan ia menyebutkan sang pemilik kerap menghindar saat dipanggil.

Dijelaskan Rajudin, Dinas Kesehatan pernah menyambangi klinik yang berada di Kecamatan Medan Barat itu, namun pemilik tak ada di lokasi.

"Memang dia (pemilik Klinik M) selalu mengelak. Waktu petugas dari dinas kesehatan datang ke klinik, anggotanya bilang enggak di tempat. Padahal, yang bersangkutan sedang berada di rumah. Anggotanya yang bilang begitu. Memang gitu model dia," kata Rajuddin, Senin (7/1/2019).

Saat Tribun-Medan.com mendatangi lokasi Klinik M, seorang pekerja perempuan menyebut majikannya sedang berada di luar klinik.

Begitu pun ketika dihubungi ke nomor telepon, M enggan memberikan penjelasan karena mengaku sedang berada di luar kota.

"Tingkahnya selama ini memang ngelak-ngelak terus karena dia sadar salah. Makanya dia buat tingkah begitu. Saya mendapat laporan dari warga sebanyak lima orang terkait banyak penyakit muncul setelah suntik KB," kata Rajuddin lagi.

Perihal dugaan malpraktik Klinik M, dikuatkan atas pernyataan seorang dokter bernama Suwarno yang berada di Jalan Gaperta.

Hasil analisnya menyebut, suntikan KB salah posisi.

"Sudah dua dokter menyampaikan demikian sampai bermunculan penyakit baru. Sampai-sampai pasien harus berobat di rumah sakit pemerintah dan swasta akibat salah posisi suntik KB," ujarnya.

Pemilik Klinik M bermarga Manurung saat kembali dikonfirmasi enggan menyampaikan penjelasan detail.

"Begini saja. Anda datang kemari (klinik) dengan pasiennya. Akan saya layani. Sudah begitu saja," kata M melalui sambungan telepon.

"Makanya saya bilang, agar Anda tahu jalan ceritanya nanti, datang dan bawa pasiennya kemari. Saya ada di rumah," ucapnya saat kembali ditanyakan kronologi munculnya gejala pembengkakan yang dialami pasien pasca suntik KB.

Ditanya lebih lanjut mengenai izin klinik, M lagi-lagi enggan menjawabnya.

"Saya enggak mungkin (tanpa melanjutkan pembicaraan). Saya tetap buat laporan ke puskesmas dan dokter puskemas sudah datang karena ada surat kaleng ke puskesmas. Dokter puskesmas sudah datang ke sini (klinik) dan tidak ada masalah apa-apa," pungkasnya.

(ase/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved