Eks PM Bandar 1.500 Ekstasi Bebas, Robby Beberkan Pengakuan Rekayasa Berkas Perkara!

Robby membeberkan pengakuan adanya rekayasa perkara, kesaksian palsunya di persidangan PN Binjai, dan iming-iming keringanan hukuman.

Eks PM Bandar 1.500 Ekstasi Bebas, Robby Beberkan Pengakuan Rekayasa Berkas Perkara!
TRIBUN MEDAN/DEDY KURNIAWAN
Robby Hamdani (kiri) dan Yos Sudarso (kanan), keduanya narapidana kasus 1.500 ekstasi logo Superman. Namun Yos Sudarso sudah bebas pascamelewati masa tahanan vonis delapan bulan penjara. 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Dedy Kurniawan

TRIBUN-MEDAN.com, BINJAI - Dugaan rekayasa berkas perkara bandar narkotika yang melibatkan Eks PM, Yos Sudarso sebagai bandar dan pemilik 1.500 ekstasi kian terkuak.

Yos Sudarso sudah bebas dari Lapas Binjai Klas IIA setelah melalui masa tahanan pascavonis Majelis Hakim hanya 8 bulan penjara.

Hasil penelusuran tribun-medan.com ke Lapas, menemui rekan sekaligus keluarga Yos Sudarso, Robby Hamdani yang ditangkap Polres Binjai secara bersamaan dalam kasus ini, membeberkan pengakuan adanya rekayasa perkara, kesaksian palsunya di persidangan PN Binjai, dan iming-iming keringanan hukuman, yang  pengurusannya dijanjikan oleh Yos Sudarso.

Robby membeberkan bahwa dirinya merasa nelangsa dengan hasil vonis majelis hakim yang menyatakannya sebagai kurir narkotika dengan hukuman 17 tahun penjara.

Karena sebelumnya, dia telah dijanjikan oleh Yos Sudarso pengurusan peringanan hukum, dengan syarat membuat cerita palsu soal pemilik asli 1.500 ekstasi dan rekayasa cerita kronologi penangkapan.

"Dijanjikan tempat tinggal rumah, sama dibiaya keluarga. Aku berjiwa besar saja lah. Kenyataan janjinya apa-apa pun gak ada. Tiga bulan ini, kutengok lah dulu, sama orang rumah kubilang juga kalau gak ada dek ya udah lah, kalah kau masih tahan sama abg bagus, kalau tidak ya sudah lah," ungkapnya dengan nada mengikhlaskan keadaan.

"Terkejut lah saya dengar vonis 17 tahun, karena sejak awal mengiranya paling ke enam atau tujuh tahun (taksiran 2/3 dari tuntutan 9 tahun penjara). Sidangnya pun lucu, dibaca 17, maunya dia tanya kan terima atau tidak, tapi pas sidang gak ada ditanyakan," ungkapnya.

"Ada dijanjikan Om (Yos Sudarso) katanya diuruskan juga berkas saya. Makanya sempat dua kali ngebon (dipanggil) pas di Lapas. Di polisi, sama juru periksa (berinisial H) ada diperiksa lagi," kata Robby, Senin (7/1/2019).

Robby mengaku ditawari oleh Yos Sudarso agar mengklaim dan bertanggungjawab sebagai pemilik 1.500 ekstasi kepada juru periksa, dan memberi kesaksian palsu di PN Binjai demi 'meloloskan" Yos Sudarso dari hukuman berat. Robby menerima tawaran itu karena diiming-imngi tempat tinggal di perumahan, lalu biaya keluarganya ditanggung oleh Yos Sudarso.

Halaman
123
Penulis: Dedy Kurniawan
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved