Pria Ini Mampu jadi Pengacara Andal Walau Alami Gangguan Hormon Layaknya Lionel Messi

Karena diarahkan orangtua makanya ambil profesi advokat. Karena biar berjuang sendiri, kalau lamar-lamar kerja pasti terhambat

Pria Ini Mampu jadi Pengacara Andal Walau Alami Gangguan Hormon Layaknya Lionel Messi
Tribun Medan/Alija Magribi
Fadhlan Maulana (tengah) di antara rekan seprofesinya saat bersidang di Pengadilan Negeri Medan beberapa waktu lalu. 

Semangat menjadi pengacara handal tampaknya mampu dibuktikan Fadhlan. Bagaimana tidak, Berbekal IPK 3,35 yang diraih Dahlan usai mengikuti pendidikan sarjana hukum S1 di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) sedikit membuktikan keseriusan Fadhlan menggeluti bidang ini.

Apalagi ia sudah lulus kompetensi keahlian dari Peradi pada Agustus 2018 kemarin.

"Mulai praktek sejak tahun 2017. Itulah mulanya saya mengikuti persidangan. Dan Alhamdulillah Lulus dari Peradi Agustus 2018 lalu," ucapnya sembari meminta doa agar menjadi pengacara yang sukses dan amanah dalam menegakkan kebenaran.

Kombes Dadang Ingin Polsek Tetap Konsisten Lakukan Salat Subuh Berjamah

PT PegadaianTargetkan Laba Rp 497 Miliar Pada Tahun 2019

Sebelum berkuliah di UMSU, Fadhlan sempat menamatkan sekolah umum di SD Muhammadiyah 01 Medan
SMP Muhammadiyah 01 Medan dan SMA Negeri 6 Medan. Selama sekolah, Fadhlan mengatakan dirinya tak pernah dibully oleh teman-temannya.

Pria yang genap berusia 25 tahun pada 15 Februari 2019 mendatang mengatakan selama ini dirinya sangat diterima. Kondisi fisiknya tak mengubah sikap-sikap temannya kepadanya.

"Wah, teman teman saya semua baik bang, kepada saya dari saya SD. Gak ada saya dijauhi. Bersyukur juga punya teman teman seperti mereka yang menerima saya ini," pungkasnya.

Disinggung soal teman wanita, Lelaki yang tinggal di Jalan Tennis atau tepatnya di belakang Makam Pahlawan Jalan Sisingamangaraja, Medan ini tersipu malu. Fadhlan menanggapi pertanyaan itu dengan tawa.

"Haha, belum ada pacar saya. Mungkin belum ada yang cocok kali bang. doakan lah bang, bantu cari," pungkasnya dengan tawa.

Kepada siapapun yang bernasib sama dengannya, semangat menjadi lebih baik tidak boleh terbatas dengan kondisi fisik yang ada. Tegasnya, kondisi fisik jangan membuat diri kecil hati, sukses adalah hak setiap manusia. (*) 

Penulis: Joseph W Ginting
Editor: Joseph W Ginting
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved