Tragedi Sinar Bangun hingga Longsor jadi Alasan Pengunjung Takut Datang ke Danau Toba

Ini kami merasa rugi sebab pengunjung dalam liburan sekarang ini sangat minim/drastis menurun, tidak seperti tahun-tahun sebelumnya

Tragedi Sinar Bangun hingga Longsor jadi Alasan Pengunjung Takut Datang ke Danau Toba
Facebook/ Indah Juwita Charagieh
Juwita Saragih di pinggir Danau Toba tahun lalu. 

TRIBUN-MEDAN.com-Objek-objek wisata di KawasanDanau Toba sepi, sejak tenggelamnya KM Sinar Bangun hingga terjadinya bencana alam di seputaran Danau Toba.

Hal itu terlihat dari jumlah kunjungan serta kantong-kantong parkir yang nyaris kosong, di Parapat dan Samosir, Sabtu hingga Minggu (6/1/2019).

Renhard sidabutar sebagai pengusaha Leo's Restaurant Tuk-tuk Siadong, mengaku merugi. Mewakili para pengusaha kawasanSamosir, sesuai dengan pengalaman dalam moment liburan Natal dan Tahun baru biasanya pengunjung lebih banyak.

"Ini kami merasa rugi sebab pengunjung dalam liburan sekarang ini sangat minim/drastis menurun, tidak seperti tahun-tahun sebelumnya,"ujar Renhard.

Menurutnya, sesuai disampaikan para pelanggan yang biasa datang ke tempat mereka setiap moment liburan berkunjung ke samosir, mereka takut datang ke samosir karena benerapa alasan. Antara lain, merasa trauma dengan kejadian KM Sinar Bangun.

Lalu, tersebarnya isu, bahwa jalan atau jembatan yang di Parapat "putus". Hal itu mengakibatkan  (calon pengunjung) jadi negatif, sebab apabila kabar putus berarti akan butuh waktu beberapa hari dalam membuat jembatan darurat dan juga perbaikan.

Foto-foto Raja Malaysia Nikahi Ratu Kecantikan Rusia Berusia 25 Tahun hingga Memilih Undur Diri

Hotman Paris Unggah Foto Mesra Dirinya Bersama Vanessa Angel hingga Kisah Asmara Artis Tersebut

Pria Ini Mampu jadi Pengacara Andal Walau Alami Gangguan Hormon Layaknya Lionel Messi

"Nah, itulah point yang membuat pengunjung ke samosir negeri indah kepingan surga ini low visitor, serta mengurangi pendapatan masyarakat demi meningkatkan kesejahteraan dan bappeda samosir,"tambahnya.

Kata Leo, sebagai pengusaha dia menghimbau kepada masyarakat luas agar bijak lah dalam penggunaan medsos,jangan asal cepat mencerna persepsi yang salah.

Kapolrestabes Medan Minta Warga Tidak Terpengaruh Ujaran Kebencian, Hoaks dan Isu SARA Jelang Pemilu

Pemerintah Daerah Paling Sering Dilaporkan ke Ombudsman Sumut, Terima 220 Laporan di Tahun 2018

Terkait dengan fungsional jalan tol, Leo bahkan seluruh lapisan masyarakat sangat mengapresiasi hal tersebut, dengan tujuan pengembangan. Namun, sebagai masukan dan saran kepada pemerintah, agar pemerintah tidak cepat puas atas promosi wisata.

Pelaku wisata, Renhard Sidabutar dengan latar belakang Danau Toba.
Pelaku wisata, Renhard Sidabutar dengan latar belakang Danau Toba. (Laporan wartawan Tribun Medan / Arjuna)

 

Lima Tren Warna Rambut yang Diprediksi jadi Idola di Tahun 2019

"Mohon jangan bosan atau merasa capek dalam mempromosikan destinasi wisata yang ada di Kawasan Danau Toba yang sangat luar biasa indah ini," bebernya. (*) 

Penulis: Joseph W Ginting
Editor: Joseph W Ginting
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved