Survei LSI: Golkar dan Gerindra Berebut Posisi 'Runner-Up' Pileg 2019

Selama empat kali pemilu pasca reformasi, Golkar selalu menjadi juara pertama atau kedua.

Survei LSI: Golkar dan Gerindra Berebut Posisi 'Runner-Up' Pileg 2019
Ist
Partai Golkar dan Partai Gerindra berebut posisi pemenang kedua Pemilu Legislatif 2019. 

JAKARTA, KOMPAS.com — Survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA memprediksi Partai Gerindra dan Partai Golkar akan bersaing ketat menjadi peringkat kedua dalam pemilu legislatif 2019. Hal ini terlihat dari lima kali survei LSI yang dilakukan sepanjang Agustus-Desember 2018.

Peneliti LSI Ardian Sopa menjelaskan, Gerindra dan Golkar akan bersaing ketat berebut posisi runner-up karena elektabilitas keduanya terpaut tipis. Namun, elektabilitas Gerindra dan Golkar jauh dari PDI-P yang ada di urutan pertama dan diprediksi menjadi pemenang pemilu.

Dari lima kali survei, Gerindra mendapat 13,1 persen (Agustus), 11,5 persen (September), 11,3 persen (Oktober), 14,2 persen (November), dan 12,9 persen (Desember).

Sementara Golkar mendapat 11,3 persen (Agustus), 10,6 persen (September), 6,8 persen (Oktober), 9,7 persen (November), dan 10,0 persen (Desember).

Ardian menilai, meski elektabilitas Gerindra stabil di atas Golkar dalam lima kali survei,  hasil pileg masih akan sangat dinamis. Menurut dia, suara Gerindra sangat terbantu dengan sosok ketua umumnya Prabowo Subianto yang kini bertarung sebagai calon presiden di pilpres.

"Coat-tail effect (efek ekor jas) berlaku untuk Gerindra," kata dia.

Sementara Partai Golkar, kata dia, saat ini tak mempunyai tokoh yang bisa mendongkrak elektabilitas. Kendati demikian, pengalaman serta jaringan Partai Golkar yang sudah berdiri sejak Orba menjadi nilai tambah.

"Golkar kalau melihat pengalaman dan sistem yang sudah dibangun, dia bisa menyalip. Tapi dia juga butuh pendongkrak sehingga bisa merubah mood publik," kata Ardian.

Ardian pun mengingatkan, jika sampai Golkar gagal meraih juara runner up di Pileg 2019, maka ini akan menjadi sejarah. Sebab, selama empat kali pemilu pasca reformasi, Golkar selalu menjadi juara pertama atau kedua.

"Buat Golkar ini jadi sejarah kurang bagus karena untuk pertama kalinya mereka bisa terlempar dari posisi nomor 1 dan 2," kata Ardian.

Halaman
123
Editor: Liston Damanik
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved