Berseturu Soal Hak Paten, CEO Apple Tuding Qualcomm Sebar Hoaks

Cook juga mengatakan bahwa kampanye "no license, no chips" yang digaungkan Qualcomm adalah ilegal.

Berseturu Soal Hak Paten, CEO Apple Tuding Qualcomm Sebar Hoaks
GETTY IMAGES / AFP PHOTO / JUSTIN SULLIVAN
CEO Apple Tim Cook berbicara dalam acara yang diselenggarakan Apple di Flint Center for the Performing Arts, di Cupertino, California, Amerika Serikat, Selasa (9/9/2014). Pada acara itu Apple meluncurkan Apple Watch dan dua iPhone terbaru, iPhone 6 dan iPhone 6 plus. 

TRIBUN-MEDAN.com-Perseteruan antara Qualcomm dan Apple belum mereda, tapi malah makin memanas.

Qualcomm memenangkan pengadilan di China dan Jerman untuk meminta Apple menarik produk iPhone lawas mereka yang dianggap melanggar paten Qualcomm.

Meski sempat berujar akan melakukan banding, namun belum ada kabar dari Apple untuk melakukan langkah hukum tersebut. Justru, serangan dilancarkan Apple di luar persidangan.

Dalam sebuah wawancara bersama CNBC, CEO Apple, Tim Cook menuding Qualcomm meyebar berita bohong alias hoaks.

Cook mengatakan bahwa Qualcomm melakukan taktik kotor dengan menyewa sebuah perusahaan public relations (PR) bernama Definers Public Affairs, untuk menulis cerita bohong tentang Apple.

Pada November 2018 lalu, The New York Times menulis laporan bahwa mantan pegawai Definers mengungkap kerja sama antara Qualcomm dan Definers untuk membuat cerita bahwa Tim Cook adalah kandidat presiden yang ideal untuk AS pada 2020 mendatang.

Cerita itu lantas disebarluaskan, diduga untuk menggoyahkan hubungan baik Cook dan Presiden Trump yang dibangun Apple dengan susah payah.

"Mereka menyewa seseorang untuk menulis berita bohong dan menyebarkannya, hal ini harusnya menjadi rahasia bagi perusahaan. Bukan begini cara kerjanya," jelas Cook, dilansir KompasTekno dari CNBC, Rabu (9/1/2019).

Sekadar informasi, Definers menjadi perbincangan akhir-akhir ini karena diberitakan disewa oleh Facebook untuk menyebarkan kampanye hitam terhadap George Soros.

Kembali ke konflik Apple-Qualcomm, celah damai kedua perusahaan raksasa ini seakan sulit ditemukan.

Halaman
12
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved