Isu Tsunami di Sibolga dan Tapteng Warga Berhamburan, BMKG: Waspadai Gelombang Tinggi

Isu tsunami, Warga di Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah mendadak berlari ke tempat tinggi

Isu Tsunami di Sibolga dan Tapteng Warga Berhamburan, BMKG: Waspadai Gelombang Tinggi
Smartnewstapanuli.com
Akibat isu tsunami, pengendara lalu lalang di Tapteng, Kamis (10/1/2018) dini hari 

TRIBUN-MEDAN.COM - Warga di Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara, mendadak berhamburan keluar rumah dan berlari  menuju tempat yang lebih tinggi karena adanya isu tsunami pada pada Kamis (10/1/2018) dini hari.

Akibat isu adanya tsunami tersebut, ruas jalan di Lintas Sumatera dari arah Pandan Tapteng dipadati kendaraan menuju arah Kota Sibolga.

Warga memboncengi keluarga dan anak-anak mereka serta membawa sejumlah perlengkapan keluar dari area rumah.

Adanya isu tsunami ini, karena adanya kabar air laut mendadak naik.

Baca: Kabar Terbaru Bagasi Pesawat, Citylink Tiru Lion Air Gratiskan Bagasi? Surat Beredar di Media Sosial

Menanggapi isu tsunami tersebut, mengutip SmartnewsTapanuli.com, Kepala BMKG Pinangsori Ahmad Ubaedillah menjelaskan, bahwa pihaknya sampai saat ini tidak ada mengeluarkan peringatan dini tsunami.

“Menyikapi informasi yang berkembang saat ini yang beredar di masyarakat Tapanuli Tengah dan Sibolga tentang naiknya air laut, kami informasikan bahwa BMKG Tapanuli Tengah dan Sibolga TIDAK mengeluarkan peringatan dini Tsunami/Naiknya air laut, Jadi kami harapkan masyarakat agar Tenang, Terima Kasih,” jelas Ahmad Ubaedillah.

Baca: Kabar Terkini Vanessa Angel, Terpukul Dan Sakit, Hingga Minta Jane Shalimar Berhenti Bicara Kasus

Waspadai Gelombang Tinggi

Sebelumnya, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau agar nelayan masyarakat di pesisir pantai Kabupaten Tapanuli Tengah dan Kota Sibolga, Sumatera Utara (Sumut) mewaspadai potensi gelombang tinggi mencapai 4 meter.

Petugas Stasiun Meteorologi Pinangsori, Kota Sibolga, Amidiyah Maharani mengatakan, untuk para nelayan dan angkutan penyeberangan laut diminta tetap waspada. Karena, diperkirakan ada gelombang tinggi dan angin kencang dengan kecepatan 5-35 knot.

"Kondisi gelombang hingga 4 meter disertai angin kencang ini sangat berbahaya bagi pelayaran dan nelayan," kata Amidiyah di Kantor Stasiun Meteorologi Pinangsori, Kota Sibolga, Sumut, Jumat (4/1/2018) lalu mengutip INews.Id.

Baca: Raisa Andriana Belanja Perlengkapan Bayi, Istri Hamish Daud Ini Tak Menyangka Butuh Banyak Barang

Halaman
12
Editor: Abdi Tumanggor
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved