Pantai Teluk Sinata, Surga Tersembunyi di Ujung Sumut

Panoramanya bakal membuat tiap mata yang melihat ingin berlama-lama di tempat ini.

Pantai Teluk Sinata, Surga Tersembunyi di Ujung Sumut
TRIBUN MEDAN/Nanda F Batubara
Suasana Pantai Teluk Sinata, Desa Kuala Batahan, Kecamatan Batahan, Mandailingnatal, Sumut, Minggu (13/1/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Nanda F. Batubara

TRIBUN-MEDAN.com, MANDAILINGNATAL - Bagi sebagian orang, nama Pantai Teluk Sinata, Desa Kuala Batahan, Kecamatan Batahan, Mandailingnatal, Sumut, mungkin masih terdengar asing.

Pasirnya memang tidak seputih pantai-pantai tersohor seperti Gili Trawangan di NTB atau Pantai Kuta di Bali.

Namun jangan salah, daya tarik pantai ini dipastikan tidak kalah jauh dibanding pantai-pantai tersebut. Panoramanya bakal membuat tiap mata yang melihat ingin berlama-lama di tempat ini.

Pantai Teluk Sinata, Desa Kuala Batahan, Kecamatan Batahan, Mandailingnatal, Sumut.
Pantai Teluk Sinata, Desa Kuala Batahan, Kecamatan Batahan, Mandailingnatal, Sumut. (TRIBUN MEDAN/Nanda F Batubara)

Pantai Teluk Sinata berada di perbatasan Sumut-Sumbar. Dapat ditempuh dalam waktu empat-lima jam dari Panyabungan, Mandailingnatal. Pantai ini terletak di hamparan pesisir Pantai Barat Sumatra.

Rasa letih setelah menempuh jarak yang jauh, seketika terbayar lunas saat keindahan pasir serta desiran ombak ala Samudera Hindia menyambut mata.

Semilir angin laut serta hamparan pasir di sepanjang pantai, seolah menambah kesan bahwa surga tersembunyi ada di tempat ini.

"Di sini memang belum banyak yang tahu. Memang tempatnya sangat indah, kami biasa menyebutnya surga yang tersembunyi," kata seorang pelancong, Zefri Zulfi, Minggu (13/1/2019).

Untuk menuju Pantai Teluk Sinata memang tidak gampang. Lokasinya yang berada jauh dari pemukiman membuat pantai ini seperti tidak terjamah tangan manusia.

Untuk mencapai lokasi ini, pengunjung terlebih dahulu mesti masuk ke areal perkebunan PTPN IV.

Seperti kebanyakan pantai lainnya, kondisi cuaca di sini begitu panas pada siang hari. Apalagi lokasinya berada tak jauh dari kawasan perkebunan kelapa sawit.

Namun, sekali lagi, semua perjuangan itu akan terbayar lunas setelah sampai di lokasi.

"Memang jalannya tidak bagus, ya seperti jalan-jalan perkebunan pada umumnya. Tapi terus terang, semua perjuangan ini memang terbayar lunas setelah melihat keindahan pantai ini," ujar pelancong lainnya, Iman Hasibuan.

Gulungan ombak serta pasir putih terlihat di sepanjang mata memandang. Di pantai ini juga terdapat gugusan pulau kecil yang dapat dicapai bila air sedang surut. Sekilas, pulau kecil itu terlihat seperti Tanah Lot di Bali.

Di sini, kelestarian satwa laut masih terbilang lestari. Bukan hanya ular laut dan berbagai jenis ikan, beberapa pengunjung yang beruntung juga dapat melihat penyu serta lumba-lumba.

"Bahkan di sini buaya air asin masih ada. Kalau penyu, kadang kami juga pernah melihat telurnya di pantai-pantai ini. Waktu itu juga pernah ada lumba-lumba yang terdampar. Kalau kita beruntung, lumba-lumba itu kadang mau muncul dekat pantai," ujar warga setempat, Nandar.

Kembali tentang panorama Pulau Teluk Sinata yang begitu indah. Karena berada langsung di pesisir Samudera Hindia, suasana jelang senja begitu indah di pantai ini. Tidak ada penghalang mata untuk melihat sunset atau matahari tenggelam.

"Yang paling indah di sini itu salah satunya ketika sunset, tidak ada penghalang sehingga kita bisa melihat langsung matahari tenggelam di laut," ujar Zefri mengakhiri.

(nan/tribun-medan.com)

Penulis:
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved