Warga Karo Menyambut Baik Rencana Pembangunan Jalur Alternatif Karo-Deliserdang

jalur tersebut bermula di Desa Serdang, Kecamatan Barus Jahe, kemudian akan tembus ke Desa Rumah Liang.

Warga Karo Menyambut Baik Rencana Pembangunan Jalur Alternatif Karo-Deliserdang
TRIBUN MEDAN/M NASRUL
Pengendara sepeda motor melintas di jalur penghubung antar Kabupaten Karo dan Kabupaten Langkat, yang melewati kawasan Taman Nasional Gunung Lauser, beberapa waktu lalu. 

"Kalau memang nanti mau dibuat jalur lagi ya bagus lah bang, kan nanti masyarakat juga semakin mudah kalau mau berkunjung ke Berastagi, enggak harus kena macet lagi," ucapnya, Minggu (13/1/2019).

Masyarakat lainnya Nur, menyebutkan dengan banyaknya akses menuju Karo tak hanya berdampak baik bagi wisatawan. Warga Kabanjahe itu mengungkapkan, rencana ini tentunya akan langsung dirasakan oleh masyarakat setempat.

Karena, seperti diketahui masyarakat Karo dikenal banyaknya yang menggeluti sektor pertanian. Untuk itu, dirinya mengatakan dengan banyaknya jalur ke luar dari Kabupaten Karo, tentunya akan memudahkan masyarakat untuk menyuplai hasil kebunnya untuk dijual ke luar daerah.

"Nanti kalau jalannya enggak macet, kan mobil-mobil yang bawa sayur sama buah bisa cepat sampai ke pasar. Enggak takut busuk karena kelamaan di jalannya," ucap wanita berbaju putih itu.

Untuk jalur yang akan dibuka nantinya, Terkelin mengungkapkan jika dari Kabupaten Karo, jalur tersebut bermula di Desa Serdang, Kecamatan Barus Jahe, kemudian akan tembus ke Desa Rumah Liang, Kecamatan STM Hulu, Deliserdang.

Dirinya juga mengungkapkan, hingga saat ini pihaknya telah melakukan komunikasi dengan pemerintah kabupaten (Pemkab) Deliserdang perihal jalur tersebut. Dikatakannya, dalam waktu dekat Pemkab Karo bersama Pemkab Deliserdang akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut.

"Karena melewati kawasan hutan, yang merupakan wewenang Pemprov, makanya nanti kita mau bertemu dengan gubernur, supaya sama-sama meninjau lokasi tersebut," katanya.

Terkelin menyebutkan, sambil menyiapkan canangan dan mulai berbenah, pihaknya saat ini tinggal menunggu izin dan instruksi dari Pemprov dan Kehutanan. Agar akses yang menghubungkan dua kabupaten ini dapat segera dikerjakan. Terlebih, dirinya menargetkan tahun ini jalan tersebut sudah dapat digunakan oleh masyarakat.

"Mungkin dalam dua bulan ini kita juga akan menemui teman-teman yang ada di DPRD Sumut, karena mereka katanya dalam waktu dekat ini mau ada pergantian pimpinan dulu," katanya.

Sebelumnya, warga Berastagi Hendri menyebutkan pada libur awal tahun 2019 kemarin, kepadatan di Berastagi jauh berkurang. Dirinyapun menduga, jalur Karo-Langkat merupakan salah satu faktor kurangnya volume kendaraan dari arah Medan.

"Kalau tahun ini tidak sepadat tahun-tahun sebelumnya, jauh berkurang macetnya. Mungkin banyak yang lewat jalan baru sana (jalur Karo-Langkat)," ujar Hendri, beberapa waktu lalu.

(cr4/tribun-medan.com) 

Penulis: Muhammad Nasrul
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved