KOTA MEDAN Dinobatkan Sebagai Kota Paling Kotor oleh Kementerian Lingkungan Hidup

Kota-kota ini memiliki capaian nilai terendah di antara ratusan kabupaten/ kota, di antaranya terkait pengelolaan tempat pemrosesan akhir atau TPA

KOTA MEDAN Dinobatkan Sebagai Kota Paling Kotor oleh Kementerian Lingkungan Hidup
Tribun Medan
Wali kota Medan Dzulmi Eldin memantau kinerja para camat dalam menangani masalah sampah tersebut, Rabu (19/10/2017) di TPS Jalan Asrama, Kelurahan Helvetia, Kecamatan Medan Helvetia. 

TRIBUN-MEDAN.COM - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengumumkan 10 kota terkotor dalam penilaian Adipura 2018.

Kota-kota ini memiliki capaian nilai terendah di antara ratusan kabupaten/ kota, di antaranya terkait pengelolaan tempat pemrosesan akhir atau TPA dan kebersihan fisik.

Pengumuman kota terkotor ini atas instruksi Wakil Presiden Jusuf Kalla, Senin (14/1/2019), saat memberikan sambutan dalam pemberian penghargaan Adipura di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta.

Ayo subscribe channel YouTube Tribun MedanTV

Komunitas Clean The City Awali 2019 Bersihkan Lapangan Merdeka, 2 Jam Kumpulkan 50 Kantong Sampah

PT Pegadaian Ubah Sampah Menjadi Emas Lewat Konsep The Gade Clean dan Gold

Sosialisasi Perda Pengelolaan Persampahan, Warga Keluhkan Banjir dan Sampah tak Diangkat

“Tadi saya diperlihatkan daftar (kota) yang paling tidak bersih. Saya minta itu diumumkan saja. Indonesia itu kadang-kadang baru kerja keras kalau ada rasa malu. Kalau tidak ada rasa malu kadang membiarkan saja, menyerahkan pada orang lain,” kata Kalla.

Tumpukan sampah berserakan hingga ke badan jalan, di Jalan Asrama, Medan Helvetia
Tumpukan sampah berserakan hingga ke badan jalan, di Jalan Asrama, Medan Helvetia (TRIBUN MEDAN/RISKY CAHYADI)

Menanggapi instruksi ini, Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Beracun Berbahaya Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Rosa Vivien Ratnawati menyampaikan nama-nama kota terkotor tersebut kepada wartawan.

“Kota terkotor itu kota metropolitan yaitu Kota Medan; kota besar itu Bandar Lampung dan Manado; kota sedang Sorong, Kupang, dan Palu; kota kecil kebetulan berada di wilayah timur semua, yaitu Waykabubak (Sumba Barat), Waisai (Raja Ampat, Papua Barat), Ruteng (Manggarai, NTT), Buol (Sulawesi Tengah), dan Bajawa (Ngada, NTT),” kata dia.

Sejumlah pedagang saat berdiri di dekat tumpukan sampah yang sudah dua minggu tak diangkut. Tumpukan sampah di Pasar Palapa menimbulkan belatung, Selasa (9/1/2018
Sejumlah pedagang saat berdiri di dekat tumpukan sampah yang sudah dua minggu tak diangkut. Tumpukan sampah di Pasar Palapa menimbulkan belatung, Selasa (9/1/2018 (Tribun Medan/Array)

Nilai terendah

Rosa Vivien mengatakan, kota-kota ini memiliki nilai terendah dalam penilaian Adipura.

Di tahun ini, terdapat 369 kabupaten/kota yang dinilai KLHK dan Dewan Pertimbangan Adipura.

Halaman
12
Penulis: Hendrik Naipospos
Editor: Hendrik Naipospos
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved