Adi Rominto Manurung Atlet Tarung Wushu Sumut Seriusi Persiapan Kejurnas Pra PON

Berlatih secara rutin selama enam hari seminggu, merupakan aktifitas yang dilakoni oleh atlet wushu Sanda

Adi Rominto Manurung Atlet Tarung Wushu Sumut Seriusi Persiapan Kejurnas Pra PON
TRIBUN MEDAN/HO/Adi
Adi Rominto Manurung saat berhasil menyumbang medali emas setelah menjuarai Sanda 56 kg cabang olahraga Wushu pada ASEAN University Games (AUG) 2018. 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Chandra Simarmata

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Berlatih secara rutin selama enam hari seminggu, merupakan aktifitas yang dilakoni oleh atlet wushu Sanda (tarung) Sumut Adi Rominto Manurung menuju PON ke-XX 2020 Papua.

Meski masih terhitung tahun depan, namun tidak ada waktu bagi atlet asal Tobasa ini untuk berleha-leha.

Sejumlah kompetisi praPON untuk memperebutkan tiket lolos PON ke-XX di Papua tahun depan pun sudah menantinya. Dua diantaranya adalah Kejuaraan daerah dan Kejuaraan Nasional PraPON tahun 2019.

"Agenda 2019 persiapan Kejurda PraPON bulan tiga di Medan dari Pengprov Wushu. Habis itu bulan Juni atau Juli Kejurnas PraPON di Bangka Belitung (Babel)," ujarnya kepada Tribun Medan, Selasa (15/1/2019).

Untuk persiapan menuju event-event tersebut kata Adi, selain menjaga pola makan dan berat badan, dirinya juga tetap melakukan latihan rutin. Latihan tersebut dilakukannya hampir setiap hari terkecuali hati Minggu.

"Sudah terprogram latihannya dari pelatih. Ada latihan teknik pukul, tendang, dan bantingan. Latihan beban (weigth training) dan lari untuk fisik," terang Adi yang bertarung di kelas 56 kg Sanda ini.

Disinggung mengenai target, Adi pun yakin dirinya mampu meraih medali emas di Kejurda dan Kejurnas PraPON agar bisa lolos ke PON.

"Di Kejurnas untuk dapat tiket PON Ada 8 orang setiap kelas. Target medali emas," ungkapnya.

Sementara itu, untuk PON 2020 di Papua tahun depan, dirinya pun berani menargetkan mampu menyumbang medali emas bagi Sumut.

Meski sebelumnya sempat gagal dan hanya meraih perunggu di PON ke-19 Jawa Barat tahun 2016, Namun Adi mengaku Optimistis bisa meraih medali emas pada PON Papua 2020 mendatang. 

Karena itu dia pun bertekad untuk bisa mengalahkan lawan yang pernah mengalahkannya tersebut untuk bisa meraih medali emas di PON Papua.

"Ya harus target emas. Kalau mau juara ya harus mengalahkan dia, atlet dari Jateng yang pernah mengalahkan saya. Memang sudah tiga kali jumpa sama dia. Strateginya ya tetap juga melalui analisa video, fisik mumpuni, teknik yang oke, dan mental yang terutama. Kemungkinan juga akan ada peningkatan porsi latihan bulan ini atau bulan depan," pungkas Adi yang juga tergabung sebagai atlet program Sumut Emas (PSE) ini.

(Cr11/Tribun-medan.com)

Penulis: Chandra Simarmata
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved