Ini Alasan Mengapa Lelang Kendaraan di Pemkab Dibuat Satu Paket

Kepala Bidang Aset Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Deliserdang, Syafruddin Lubis

Ini Alasan Mengapa Lelang Kendaraan di Pemkab Dibuat Satu Paket
TRIBUN MEDAN/INDRA SIPAHUTAR
Mobil-mobil yang menjadi aset Pemkab Deliserdang dan yang akan dilelang terparkir di kantor DPRD Deliserdang beberapa waktu lalu. 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Indra Gunawan Sipahutar

TRIBUN-MEDAN.com, LUBUKPAKAM - Kepala Bidang Aset Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Deliserdang, Syafruddin Lubis menjawab mengapa lelang 47 unit kendaraan yang merupakan aset Pemkab dilelang dalam satu paket.

Ia menyebut kalau Pemkab Deliserdang tidak ingin mengalami hal yang sama dengan apa yang dilakukan oleh Pemkab Serdang Bedagai beberapa waktu lalu.

Maksudnya karena saat itu Pemkab Serdang Bedagai melelang satu persatu kendaraan maka ada barang yang rusak tidak ada sama sekali peminatnya.

Guna mengantisipasi hal kata Syafruddin maka kemudian diputuskan kalau barang yang dilelang harus menjadi satu paket.

" Ya kalau satu persatu yang rusak itu nanti tidak ada yang mau. Kalau satu paket seperti ini yang sudah rusak pun ya harus diambilnya juga. Kitakan belajar juga dari yang di Serdang Bedagai. Karena kita akui kendaraan yang rusak di tempat kini inikan ada juga," kata Syafruddin Rabu, (16/1/2019).

Dari pengumuman yang dikeluarkan oleh Pemkab dijelaskan untuk kendaraan yang dalam kondisi scrap/tidak ada BPKB dijelaskan Pemkab tidak menjamin pihak terkait nantinya dapat mengeluarkan BPKB baru. Kemudian untuk anwijzing (penjelasan lelang) akan dilaksanakan pada 21 Januari mendatang di kantor Bupati.

Dijelaskan peserta yang telah mendaftarkan diri namun tidak mengikuti anwijzing dianggap telah mengetahui dan menyetujui berita acara anwijzing.

Selain itu uang jaminan pelaksanaan lelang akan dikembalikan seluruhnya tanpa potongan apapun jika peserta lelang tidak ditunjuk sebagai pemenang atau lelang dibatalkan.

Diharapkan agar peserta nantinya dapat berhati-hati terhadap penipuan, pembayaran atas transaksi lelang hanya dapat dilakukan melalui rekening PT. Bank Negara Indonesia kantor Cabang Medan atas nama KPKNL Medan.

Sesuai persyaratan lelang peserta lelang tidak dapat menuntut ganti rugi apabila lelang dibatalkan karena sesuatu hal sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Adapun cara penawaran lelang dilakukan dengan closed bidding atau dengan mengakses laman https://www.lelang.go.id. pelaksanaan penawaran lelang akan berakhir hingga 22 Januari 2019 pukul 11.00 WIB. Mulai kini peserta lelang/peminat dapat melihat barang. Bila ada tunggakan pajak kendaraan seluruhnya menjadi tanggungjawab pemenang lelang.

(dra/tribun-medan.com)

Penulis: Indra Gunawan
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved