Kota Medan Darurat Narkoba, Arman Depari Mengamini Pentingnya BNN Tingkat Kota

Tidak bisa serta merta tugas untuk mencegah narkoba di Kota Medan diserahkan ke provinsi.

Deputi Pemberantasan BNN RI Irjen Pol Arman Depari ungkap 90 persen penyeludupan narkoba gunakan jalur laut. 

Laporan Wartawan Tribun Medan / M Andimaz Kahfi

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Deputi Pemberantasan BNN, Irjen Arman Depari angkat bicara soal Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Medan yang kini belum juga dibentuk.

Arman menuturkan jika sudah lengkap, harusnya Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) akan menyetujuinya.

Namun jenderal berambut gondrong itu tetap berfikir positif. Karena ada moratorium dari Kemenpan-RB tentang pembentukan lembaga vertikal.

Arman tak menampik jika Medan menjadi kota darurat narkoba. Karena Sumatera Utara masih menduduki peringkat dua di Indonesia dengan penyalahgunaan narkoba terbanyak di Indonesia.

Namun, kalau memang daerah bersedia dan mampu melengkapi semua, tak menutup kemungkinan bisa dilakukan, kalau situasinya sudah sangat mendesak.

"Kondisi darurat narkoba, harusnya BNN Kota Medan sudah dibentuk. Karena dalam pemberantasan narkoba butuh infrastruktur yang kuat. Karena kelihatannya Kota besar yang belum ada BNN cuma Medan. Ini perlu yang dipertimbangkan," kata Arman, Rabu (16/1/2019)

Ia menambahkan, bahwa menilik dari sisi letak, saat ini BNN Provinsi Sumut memang bermarkas di Medan.

Namun tidak bisa serta merta tugas untuk mencegah narkoba di Kota Medan diserahkan ke provinsi.

"Kalau memang sudah diatasi, tentu di sini angkanya akan berkurang. Permasalahannya sekarang pemerintah daerah memang belum menyiapkan secara lengkap. Karena saat diajukan kemarin bersama sama dengan Aceh. Kenapa kita (Medan) belum diloloskan. Berarti ada kekurangan," bebernya.

Halaman
12
Penulis: M.Andimaz Kahfi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved