SMP Al-Azhar Medan Terapkan Bahasa Inggris Setiap Pagi
Semua murid kita anggap unggul. Semua punya potensi dan masing-masing murid punya potensi yang berbeda-beda.
Laporan Wartawan Tribun Medan / Dohu Lase
TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - SMP Al-Azhar Medan baru-baru ini menerima sertifikat akreditasi "A Unggul", dengan nilai akreditasi 98, dari Badan Akreditasi Nasional - Sekolah/Madrasah.
Sertifikasi itu diterima akhir Desember 2018 lalu.
Peringkat tersebut berhasil didapatkan berkat program kurikulum yang diterapkan di SMP Al Azhar, yang menggunakan metode multiple intelligence atau kecerdasan majemuk, yang mana murid-murid dianggap semua unggul dan dihargai sesuai bakat dan intelegensinya.
"Semua murid kita anggap unggul. Semua punya potensi dan masing-masing murid punya potensi yang berbeda-beda. Tugas kita ialah mencaritahu dan mengembangkan potensi yang ada pada diri murid, lalu mengembangkan potensinya itu," ujar Kepala SMP Al-Azhar Medan Drs H Agustono MA, Rabu (16/1/2019).
Agustono memberi gambaran metode multiple intelligence dengan situasi sebuah sekolah yang bermuridkan seluruh jenis hewan yang ada di muka bumi. Kemudian, mata pelajaran yang diujikan, yaitu berenang, memanjat pohon, berlari, terbang, dan kemampuan-kemampuan lain yang ada pada tiap jenis hewan.
Tentu tak ada hewan yang mampu menguasai semua jenis kemampuan yang diujikan tersebut. Hewan yang unggul pada satu bidang kemampuan, tak bisa diharapkan dapat unggul juga pada bidang yang lain.
"Jika mata pelajaran yang diujikan adalah berenang, yang unggul pada bidang itu pasti Ikan. Tidak mungkin Harimau atau Monyet. Jadi, begitulah kira-kira gambaran metode pengajaran di sekolah kami. Kami yakin semua murid pasti unggul, namun pada potensinya masing-masing," ujar Agustono lagi.
Sehingga, lanjut Agustono, pada rapor tidak ada peringkat murid. Yang ada hanyalah jumlah nilai dan deskripsi kemampuan murid.
Selanjutnya, Agustono mengungkapkan, saat ini pihaknya mewajibkan penggunaan Bahasa Inggris di lingkungan sekolah setiap pagi hari, saat wali kelas dari masing-masing kelas memberi arahan dan petunjuk kepada murid-murid.
Tujuannya, yaitu agar semua murid terbiasa dan fasih berbahasa Inggris, dan siap berkompetisi di skala global.
Agustono mengatakan, SMP Al-Azhar Medan menyediakan lima kategori kelas untuk siswa. Ada kelas reguler, plus, bilingual, akselerasi, kelas tahfiz.
Penentuan kelas ini diadakan setiap penerimaan siswa baru. Siswa akan mengikuti tes akademik, psikotes dan Alquran untuk menentukan kelas mana yang akan mereka masuki.
Pendidikan agama sangat diutamakan. Bahkan dalam setiap nuansa kegiatan dan pembelajarannya tidak terlepas dari unsur keagamaan. Hal itu untuk membentuk generasi yang agamais, berkarakter dan peduli lingkungan.
"Visi kami yakni melahirkan generasi intelektual muslim dan muslim yang intelektual," ujarnya.
(cr16/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/siswasiswi-smp-al-azhar-medan.jpg)