Dinas Kehutanan Sumut: Tak Ada Kerusakan Lingkungan yang Berakibat Longsor di Jembatan Sidua-dua

Sudah meninjau bersama Pemkab Simalungun, penyebab longsor terjadi karena adanya mata air di atas wilayah tersebut.

Dinas Kehutanan Sumut: Tak Ada Kerusakan Lingkungan yang Berakibat Longsor di Jembatan Sidua-dua
TRIBUN MEDAN/SATIA
Kabid Penatagunaan Hutan Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Utara, Effendi Pane 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Satia

TRIBUN MEDAN.COM, MEDAN - Kepala Bidang (Kabid) Penatagunaan Hutan, di Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Utara, Effendi Pane mengatakan, bahwa tidak ada kerusakan hutan yang terjadi di areal atas Jembatan Sidua-dua, Kabupaten Simalungun.

Pasalnya, area tersebut sudah berulangkali terjadi bencana alam berupa tanah longsor.

"Sudah meninjau bersama Pemkab Simalungun, penyebab longsor terjadi karena adanya mata air di atas wilayah tersebut. Kemudian juga dengan tingkat curah hujan yang tinggi. Lalu tanahnya juga bermasalah," katanya saat ditemui Tribun Medan di ruang kerjanya, Kantor Dinas Kehutanan, Jalan Sisingamangaraja, Kota Medan.

Dirinya bahkan mengatakan, terjadinya bencana alam tersebut murni akibat dari faktor alam sendiri dan bukan adanya kerusakan lingkungan.

Selain itu faktor cuaca juga menjadi penyebab terjadinya longsor berulangkali pada daerah terbuat.

Effendi Pane juga menagatakan, bahwa wilayah area Jembatan Sidua-dua tidak masuk pada kawasan dilindungi oleh Negara.

"Bukan kawasan hutan, tetapi area pengunaan lain (APL)," ucapnya.

Lalu, Effendi Pane juga menyebutkan, bahwa kerusakan lingkungan yang akibat dari ulah tangan manusia berupa penanaman pohon ataupun pertanian tidak ditemukan hingga saat ini.

"Di sana juga tidak ada ilegal logging. tidak ada aktivitas pertanian atau perkebunan di area tersebut. Karena itu tebing curam kan," katanya.

Halaman
12
Penulis: Satia
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved