Perekaman e-KTP di Lapas, Kadisdukcapil Medan: Sudah Tercetak 500 Keping

Sekarang sisa 500 keping. Berarti sudah habis 500 keping dicetak di Lapas. Kalau habis, kita minta lagi.

Perekaman e-KTP di Lapas, Kadisdukcapil Medan: Sudah Tercetak 500 Keping
TRIBUN MEDAN/Liska Rahayu
Seorang warga binaan dari Lapas Perempuan Kelas 2A sedang melakukan perekaman e KTP di Lapas Anak, Kamis (17/1/2019) lalu. 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Liska Rahayu

TRIBUN-MEDAN.Com, MEDAN - Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Medan bersama Disdukcapil Provinsi Sumatera Utara melakukan perekaman e-KTP di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan (Rutan) Tanjung Gusta, Kamis (17/1/2019) lalu.

Dalam perekaman tersebut, Disdukcapil menyediakan 1.000 keping blanko e-KTP untuk mencetak e-KTP di Lapas Tanjung Gusta.

Kepala Dinas Dukcapil Kota Medan OK Zulfi mengatakan, dari 1.000 keping blanko e-KTP tersebut, hingga kini hanya tersisa 500 keping. Artinya, sudah 500 e-KTP yang telah dicetak di Lapas dan Rutan.

"Blanko yang kita siapkan sama saja (untuk perekaman di Lapas dan perekaman reguler). Di Lapas kita siapkan 1.000 keping. Sekarang sisa 500 keping. Berarti sudah habis 500 keping dicetak di Lapas. Kalau habis, kita minta lagi," kata OK Zulfi saat ditemui di Kantor Disdukcapil Medan Jalan Iskandar Muda, Selasa (22/1/2019).

Meski telah tercetak 500 keping, OK Zulfi tidak menyebutkan berapa jumlah warga binaan yang telah merekam e-KTP tersebut. Sebab berdasarkan kesepakatan dengan Kanwil dan Dukcapil Kabupaten/Kota se-Sumut, perekaman e-KTP di Lapas dan Rutan sampai tanggal 12 Februari 2019. Saat ini, jumlah perekaman terus berjalan, karena itu belum ada jumlah pasti total perekaman.

"Tunggu kita rekap dulu (jumlah perekaman), tapi yang jelas perekaman itu rutin kita lakukan setiap hari. Hari ini juga mereka masih rekam di Lapas. Angkanya nanti setelah tanggal 12 baru kita dapat," ujarnya.

OK Zulfi mengatakan, pihaknya menargetkan dan berupaya semaksimal mungkin untuk menyelesaikan perekaman e-KTP di Lapas dan Rutan sesuai kesepakatan.

Sebagai syarat untuk merekam e-KTPOK Zulfi mengatakan warga binaan menggunakan surat pengantar hasil pemeriksaan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dari polisi. Sebab para warga binaan tidak memiliki dokumen apapun setelah dikirim ke Lapas dan Rutan.

"Mereka itu kan di sana, setelah dikirim, tidak membawa dokumen apa pun. KK (Kartu Keluarga) kan ada pada keluarganya. Yang ada hanya surat pengantar hasil pemeriksaan BAP dari polisi. Maka itu kita cek kembali, apakah sudah punya e-KTP atau belum," jelasnya.

Halaman
12
Penulis: Liska Rahayu
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved