Terseret dalam Pusaran Suap Meikarta, Mendagri Tjahjo Kumolo Siap Dipanggil KPK Kembali

Kasus Korupsi Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin dan kemudian menyeret nama Menteri Dalam Negeri (Kemendagri)

Terseret dalam Pusaran Suap Meikarta, Mendagri Tjahjo Kumolo Siap Dipanggil KPK Kembali
TRIBUN MEDAN/SATIA
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo saat menghadiri acara Musrenbang RPJMD 2019 Provinsi Sumatera Utara, di Hotel Tiara, Jalan Cut Mutia, Kota Medan, Selasa (22/1/2019). (Satia) 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Satia

TRIBUN MEDAN.COM, MEDAN - Terseret kasus Meikarta suap Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin, Menteri Dalam Negeri (Kemendagri) Tjahjo Kumolo, bersedia untuk dipanggil sebagai saksi kembali.

Tjahjo Kumolo mengatakan, bahwa sudah pernah dipanggil oleh tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk dimintai keterangan beberapa waktu lalu. 

"Ya Lo, Kemendagri sudah dipanggil loh. Jika diperlukan lagi, saya siap," katanya saat ditemui seusai acara Musrenbang RPJMD 2019 Provinsi Sumatera Utara, di Hotel Tiara, Jalan Cut Mutia, Kota Medan, Selasa (22/1/2019).

Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin sudah disidang oleh Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam sidang lanjutan kasus dugaan suap perizinan megaproyek Meikarta dengan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung.

Saat bersaksi dalam sidang kasus suap Meikarta dengan terdakwa Billy Sindoro di Pengadilan Tipikor Bandung pada Senin (14/1/2019), Neneng Hasanah Yasin mengaku pernah menerima arahan dari Mendagri Tjahjo Kumolo terkait proyek Meikarta seluas 84,6 hektar.

Saat Tribun Medan, melontarkan pernyataan kepadanya mengenai pernyataan langsung oleh Bupati Neneng atas namanya tersebutkan dalam persidangan, Tjahjo Kumolo menyampaikan, merasa tidak bermasalah dalam tindakan apapun.

Bahkan Tjahjo Kumolo juga menyampaikan, sudah sering berkomunikasi dengan beberapa Kepala Daerah di seluruh Indonesia dengan menggunakan telepon genggam.

"Saya merasa tidak ada masalah, saya biasa telpon-telponan dengan Gubernur, Wali Kota, dan Bupati. Soal di kemudian hari ada maslaah, itu yang tahukan KPK," ucapnya. 

Personalnya dirinya dikaitkan dengan kasus korupsi, lalu Tjahjo Kumolo menyampaikan, bahwa KPK lebih mengetahui seseorang apabila melakukan korupsi.

Halaman
12
Penulis: Satia
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved