Tim Sergab Ajak Kelompok Tani Padi Dorong Swasembada Pangan

Tim Serapan Gabah (Sergab) dari Mabes TNI AD, menggelar tatap muka bersama puluhan kelompok tani

Tim Sergab Ajak Kelompok Tani Padi Dorong Swasembada Pangan
TRIBUN MEDAN/M NASRUL
Perwakilan tim Sergab Kolonel Inf Machfud (tengah), mengajak puluhan kelompok tani padi untuk ikut mendorong swasembada pangan, dengan menjual sebagian hasil panennya kepada Bulog, saat melakukan tatap muka bersama puluhan kelompok tani, di Pendopo Bupati Karo, Jalan Veteran, Kabanjahe, Selasa (22/1/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Muhammad Nasrul

TRIBUN-MEDAN.com, KABANJAHE - Tim Serapan Gabah (Sergab) dari Mabes TNI AD, menggelar tatap muka bersama puluhan kelompok tani dari seluruh kecamatan di Kabupaten Karo, di Pendopo Bupati Karo, Jalan Veteran, Kabanjahe, Selasa (22/1/2019).

Kedatangan tim ini, untuk mengajak para petani serta pemilik kilang untuk menyisihkan sebagian hasil panennya untuk dijual ke Perusahaan Badan Urusan Logistik (Bulog).

Perwakilan tim Sergab Kolonel Inf Machfud, mengungkapkan sesuai dengan tugasnya, tim ini dibentuk untuk membantu Bulog dalam menyerap gabah langsung dari petani. 

Hal ini, diketahui merupakan tindak lanjut dari program pemerintah untuk swasembada pangan di sektor beras.

"Tim kita ini dibentuk untuk membantu Bulog dalam penyerapan gabah dari petani, dan tujuannya agar harga beras di masyarakat tetap stabil," ujar Machfud.

Pada pertemuan tersebut, tim juga menyerap aspirasi dan kendala apa saja yang dihadapi oleh petani. Salah satu perwakilan kelompok tani dari Kecamatan Munthe Benyamin Sembiring, mengungkapkan saat ini kualitas hasil panen di daerahnya sedikit berkurang. Dirinya mengaku, padahal beras dari kecamatan tersebut sudah diakui kualitasnya, baik untuk masyarakat sekitar maupun luar Karo.

Benyamin mengungkapkan, kondisi tersebut dikarenakan fasilitas pendukung seperti irigasi untuk pengairan ke sawah, kurang memadai. Dirinya menyebutkan, untuk pengairan mereka mengandalkan sumber air dari Kecamatan Tigapanah. Padahal, jarak sumber air dengan sawah petani cukup jauh, sekitar delapan kilometer.

"Tapi tadi kata pak Kepala Dinas Pertanian, itu urusan Dinas Pekerjaan Umum (PU), tapi kita masyarakat kan enggak tau itu urusan siapa, yang penting kita dapat air," ucapnya.

Selain itu, dirinya juga merasa jika kelompok tani yang ada di daerahnya kurang mendapatkan pembekalan dari pendamping. Untuk itu, dirinya berharap agar Dinas Pertanian dapat menghadirkan pendamping yang mempuni bagi petani.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Nasrul
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved