Jual Satwa Dilindungi, Herry Ginting Dituntut 2 Tahun Penjara

Majelis hakim Pengadilan Negeri Medan yang dipimpin Azwardi Idris akhirnya menghukum Herry Ginting (28) dengan pidana

Jual Satwa Dilindungi, Herry Ginting Dituntut 2 Tahun Penjara
TRIBUN MEDAN/ALIJA MAGRIBI
Herry Ginting tampak tertunduk menjalani sidang putusan di Pengadilan Negeri Medan, Rabu (23/1/2019) 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Alija Magribi

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Majelis hakim Pengadilan Negeri Medan yang dipimpin Azwardi Idris akhirnya menghukum Herry Ginting (28) dengan pidana penjara 2 Tahun.

Ketiga hakim menilai perbuatan warga Jalan. Besar Namo Rambe, Pasar Serong, Delitua, Deliserdang, ini layak dihukum sesuai perbuatannya.

Dalam amarnya, Majelis hakim berpendapat perbuatan Herry bersalah melanggar Pasal 40 ayat 2 Jo Pasal 21 ayat (2) huruf a UU RI No. 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam (SDA) Hayati dan Ekosistemnya jo Peraturan Pemerintah No.07 tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis tumbuhan dan Satwa jo Peraturan Pemerintah No. 07 tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis tumbuhan dan Satwa jo P.20/NENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2018 tentang jenis tumbuhan dan satwa yang dilindungi.

"Terdakwa dengan sengaja menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut dan meniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup," urai Azwardi Idris dalam amar putusan Majelis Hakim, pada sidang yang digelar, Rabu (23/1/2019).

"Mengadili terdakwa Herry Ginting dengan pidana penjara selama 2 Tahun, Denda Rp 10 Juta subsider 3 bulan kurungan," cetus Azwardi di ruang Cakra 3 Pengadilan Negeri Medan.

Menghadapi putusan tersebut, Herry Ginting mengaku masih pikir-pikir meski putusan pidana penjara jatuh lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rahmi Shafrina, yang menuntutnya penjara selama 2 tahun, 6 bulan dan Denda Rp 10 juta subsider 3 bulan kurungan.

Diketahui sebelumnya, Herry Ginting mengatakan perbuatannya tersebut ditengarai keresahannya terhadap hewan-hewan tersebut.

Katanya, Kebun Langsat miliknya selalu "dipanen" oleh Kukang, Monyet Ekor Panjang dan Lutung.

"Mereka (satwa) memakani kebun Langsat saya. Masing-masih muda sudah dipanen mereka duluan. Bahkan sayur sayur yang saya tanam saat dibutuhkan sudah habis dimakani mereka," ucap Herry.

Halaman
12
Penulis: Alija Magribi
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved